• Aribicara Hukum / Aribicara Politik /
    30 Aug 2017

    Ironi! Walikota Tegal yang Cantik, Berprestasi, Tapi Korupsi?!

    Miris dan ironi! Dua kata tersebut sungguh sangat menggambarkan kasus tertangkapnya Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno yang ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan [OTT]. Penangkapan tersebut dilakukan karena Walikota Tegal tersebut diduga menerima suap. Yang membuat kita miris mendengarnya adalah, karena sosok Walikota Tegal tersebut selama ini dikenal baik dan memiliki banyak prestasi selama menjabat jadi Wali Kota Tegal sejak tahun 2014 yang lalu. Kalau kita baca dari berbagai pemberitaan media, Walikota Tegal tersebut memiliki berbagai prestasi dan penghargaan. Beberapa penghargaan yang diraihnya tersebut antara lain, terkait dengan kepiawaiannya mengurus administrasi pemerintahan kota Tegal, hingga penghargaan secara kepribadianya yang dinilai memiliki integritas dalam memimpin
  • Aribicara Politik /
    28 Aug 2017

    Kontroversi Dana Parpol Naik 1.000%: Kinerja Turun Korupsi Naik Terus!

    Sudah dari kemarin baca terkait dengan kenaikan dana parpol yang naik hingga seribu persen, dari sebelumnya Rp 108 perak, sekarang naik jadi Rp 1.000. Kalau saya baca di beberapa pemberitaan disebutkan bahwa penetapan kenaikan dana parpol ternyata memang sudah tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor 277/MK.02/2017 pada tanggal 29 Maret 2017. Kenaikan dana parpol tersebut juga diikuti dengan revisi PP Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Parpol. Kalau saya sendiri sebenarnya bukan mempersoalkan kenaikan dana parpol tersebut, melainkan dikarenakan betapa apatisnya rakyat dengan partai politik [politikus]. Anda bisa melihat betapa rakyat sangat apatis dengan kinerja politikus-politikus yang seringkali jauh sekali dari fungsi mereka sebagai penyambung lidah aspirasi rakyat.
  • Aribicara Hukum / Aribicara Religi / Aribicara Sosial / Aribicara Politik /
    25 Aug 2017

    Ketika Agama dan Iman Dijual Demi Uang!

    Jika anda termasuk orang yang SUKA atau bahkan mungkin sudah KRONIS dan tergolong KECANDUAN untuk menyebarkan isu SARA [Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan], saya menyarankan BERTAUBATLAH jika anda masih percaya dengan Iman dan agama anda. Jangan hanya karena demi mencari uang, anda tega menggadaikan iman dan agama anda untuk uang yang satu rupiahpun tidak bisa anda nikmati di alam Qubur! Jika diluar sana masih banyak kisah orang-orang sukses yang berjuang dengan cara haral dalam mencari uang, kenapa kalian justru memilih cara yang haram yang sudah terlalu banyak contoh  betapa kehidupan orang-orang seperti itu takan pernah bisa tenang apalagi bahagia hidupnya. Mungkin bisa saja secara dilihat dari luar terlihat mereka kaya, banyak uang, punya mobil, rumah mewah, dan lainya. Namun d
  • Aribicara Politik /
    18 Aug 2017

    Antara Kebersamaan SBY-Mega dan yang Tetap Nyinyir di Hari Merdeka!

    Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72 tahun [HUT RI ke-72] yang digelar di berbagaid aerah berlangsung meriah. Kalau di sekitar tempat tinggal saya digelar berbagai acara mulai bazar pasar murah selama 5 hari, aneka lomba, malam tirakatan, panggung seni dan hiduran, juga tentunya upacara bendera HUT RI. Saya melihat banyak orang suka cita merayakan HUT RI dengan penuh bahagia, bahkan yang kita semua ikut senang tentunya saat melihat SBY dan Megawati akhirnya mau bertemu dan bersalaman saat perayaan puncak HUT RI ke-72 di Istana negara. Untuk bisa melihat momment tersebut, tentunya ini memberikan kesan positif, dimana jika sebelum-sebelumnya dikatakan bahwa setiap perayaan HUT RI, sangat sulit [bahkan ada yang bilang dianggap mustahil], jika Megawati dan SBY dipertemukan bers
  • Aribicara Politik /
    19 Apr 2017

    Kenapa Selalu SULIT Menerima Kekalahan di Setiap PILKADA?

    Untuk kesekian kalinya saya selalu prihatin di setiap pemilihan mulai dari pemilihan kepala daerah hingga pilpres, selalu saja ada pihak yang tetap TIDAK MENERIMA KEKALAHAN dengan ksatria? Bahkan kalau kita mengingat peristiwa pilpres terakhir, ada yang dengan tegas dan terang-terangan masih belum RELA jika ternyata Jokowilah presidenya, sehingga kelompok mereka tetap memuja capres mereka dan selalu “menghina” presiden terpilih. Kalau saya bermain psikologi, mungkin inilah salah satu buah dari “doktrin” kampanye tim sukses maupun tokoh politikus yang berhasil “MENANAMKAN” kebencian di hati setiap pendukungnya, sehingga kebencian itu terus tumbuh, bahkan di pupuk sepanjang hayat, sehingga mengakibatkan diantara warga yang selalu setia mengikuti petuah m
  • Aribicara Sosial / Aribicara Politik /
    17 Apr 2017

    Serangan Fajar dan Masa Tenang yang Semakin Gaduh di Sosial Media!

    Tepat hari Rabu besok, tanggal 19 April 2017 merupakan hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua. Tanggal tersebut sekaligus menentukan siapa yang akan jadi pemimpin di Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia bernama Jakarta. Sebuah proses demokrasi yang tidak hanya menguras rupiah dari setiap calon, namun sudah menimbulkan banyak “kekacauan” tidak hanya di wilayah DKI Jakarta saja melainkan menyebar hingga menyeluruh ke pelosok Indonesia.  Tidak berlebihan jika pilkada DKI Jakarta ini memang seperti rasa “pilpres”. Apalagi semua tokoh seperti Prabowo, Megawati, dan SBY, harus “turun gunung” untuk mencari pengikut dan pendukung. Namun kalau secara aturan, sebenarnya begitu memasuki masa tenang yang berlangsung mulai tanggal 16 sampai
  • Aribicara Politik /
    12 Apr 2017

    Adakah Pemilih Pindah Pilihan Gara-gara Nonton Debat?

    Nanti malam akan digelar acara Debat putaran kedua pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Tujuan diadakanya debat pasangan masing-masing calon tersebut diantaranya supaya masyarakat DKI jakarta yang akan memilih bisa tahu dan lebih faham tentang visi dan misi serta program dari masing-masing pasangan calon. Namun pertanyaan saya, Apakah mungkin ada pemilih yang kemudian tiba-tiba berbalik memilih calon pasangan lain hanya setelah menyaksikan acara debat? Saya yakin kalau yang ditanya para fanatikan dan pendukung masing-masing calon, mereka mungkin akan menjawab iya, ada, itu saya! Misalnya pendukung Ahok, mungkin dia jika ditanya seperti itu, mereka akan menjawab, “iya, saya dahulu pilih Anies-Sandi, setelah melihat debat mereka, saya jadi lebih yakin memilih Ahok-

About Us

❝The only source of knowledge is Experience❞|Albert Einstein.
#MobilePhotography #Traveling #Kuliner #Writing #Web #Google #Dollar #SEO #Village #Farm | website: www.duniaperpustakaan.com | www.aribicara.com