Negeriku yang Malang

Headline, Politik, Sosial, aribicara Juni 7th, 2011

negeriku-yang-malang

Saya tidak bisa membayangkan betapa sedih dan kecewanya ribuan pejuang-pejuang kemerdekaan Republik Indonesia jika melihat negeri yang mereka perjuangkan dengan darah, air mata dan nyawa mereka seperti sekarang ini. Negeri yang begitu kaya raya dengan kekayaan alam dan keindahanya masih hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Pejabat-pejabat yang seharusnya memperjuangkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya justru dengan kekuasaan dan kekuatan politiknya hanya mengutamakan untuk memakmurkan perut mereka sendiri dan partainya. Peringatan hari kemerdekaan, hari kebangkitan nasional dan peringatan-peringatan hari-hari bersejarah hanya masih di peringati dengan ceremonial semata.

Saat masyarakat sedang berjuang untuk bisa makan dan hidup di kolong jembatan, pejabat-pejabat di negeri ini justru sedang menikmati berjuta gemerlap kemewahan dan kekayaan. Mungkin mereka akan marah ketika dikatakan demikian, tapi kenyataanya data dan fakta memang seperti itu yang kita lihat. Kalaupun mereka mengklaim sudah bekerja, kenyataanya tidak jarang kita melihat saat mereka bekerja justru sedang asyik TIDUR, main HP, bahkan nonton film porno saat sidang dan tidak jarang kita melihat ada adu jotos dalam sidang.

Kita juga melihat betapa Korupsi seolah bukan lagi berita yang menghebohkan karena itu sudah dianggap sebuah pemberitaan di setiap harinya. Masyarakat kemudian sudah ebranggapan bahwa hampir semua pejabat di negeri ini memang sudah korup semua dan hanya menunggu siapa yang akan ketahuan dan terungkap. Sebuah kondisi dimana semua masyarakat ingin mengeluarkan umpatan-umpatan yang memuncak yang mungkin sudah kehabisan kata untuk mengutuk dan menghujat para koruptor busuk di negeri ini yang semakin hari semakin MENJIJIKAN ! .

Disisi yang lain Dunia Pendidikan di negeri ini yang seharusnya menciptakan lulusan-lulusan sarjana berkwalitas dan cerdas serta profesional disertai dengan akhlak yang baik dan diharapkan bisa mengelola negeri yang kaya raya ini justru lebih banyak menghasilkan ratusan ribu bahkan mungkin jutaan pengangguran-pengangguran. Pendidikan yang super mahal seolah justru dijadikan lahan bisnis yang teramat sangat menguntungkan dan tidak peduli terkait hasil dari produk pendidikan yang mereka buat.

Pemerintah juga seolah sangat bangga ketika banyak investor asing yang melakukan investasi di Indonesia. Padahal, tidakkah kita sadar bahwa sesungguhnya dengan adanya investasi asing secara langsung MENGERUK dan MENGURAS kekayaan negeri ini untuk mereka ? sedangkan negeri ini hanya cukup puas dengan menerima hasil pajak itupun tidak ada yang berani jamin bahwa hasil pajak tersebut tidak di korupsi ! .

Mungkin memang sebagai masyarakat kita harus mencoba berbenah diri dari individu masing-masing. Tapi untuk merubah sebuah negara tidak cukup hanya dengan itu. Dalam catatan sejarah sebuah bangsa bisa berubah menjadi besar pasti karena adanya perubahan yang dilakukan penguasa karena merekalah yang memiliki wewenang penuh untuk melakukan sebuah perubahan. Cina sering di contohkan sebagai negara yang berhasil mengurangi kasus korupsi karena penegakan hukuman mati untuk para koruptor di tegakan.

  • Facebook
  • TwitThis

Hari Kebangkitan Nasional di Indonesia Hanyalah Ceremonial Semata ?

Headline, Politik, aribicara Mei 20th, 2011

hari kebangkitan nasional

Pada jaman perjuangan dahulu tepatnya 20 Mei 1908 ( Berdirinya Boedi Oetomo) Kebangkitan Nasional di kumandangkan bukan hanya ceremonial atau pemanis semu saja namun untuk berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Berbeda dengan akhir-akhir ini, Sudah berkali-kali bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional tapi ternyata itu masih lebih sebatas ceremonial semata.

Hal ini bisa kita lihat dari moral-moral pejabat di negeri ini yang sudah puluhan tahun kita merdeka tapi kemiskinan, kelaparan, busung lapar, anak-anak putus sekolah, dan yang lain masih begitu mudah kita temukan di sekitar kita.

Saat masih banyak anak2 di negeri ini kelaparan dan busung lapar, mereka malah berasyik ria tidur saat sidang, korupsi, mesum,Adu Jotos di ruang sidang, dan terakhir liat video porno saat sidang ! salahkah jika itu disebut "SANGAT MENJIJIKAN" ??

Saat masih banyak anak2 di negeri ini kelaparan dan busung lapar, mereka malah berasyik ria tidur saat sidang, korupsi, mesum,Adu Jotos di ruang sidang, dan terakhir liat video porno saat sidang ! salahkah jika itu disebut "SANGAT MENJIJIKAN" ??

Sedangkan di sisi yang lain justru kita melihat pejabat-pejabat negeri ini yang seharusnya mengurus dan memberi solusi atas maslah diatas justru semakin lama semakin lebih “menjijikan” perilaku mereka.

Sudah berapa kali kita melihat misalnya DPR tidur saat sidang, terjerumus kasus korupsi, adu jotos saat sidang, bahkan yang baru-baru ini terjadi seornag anggota dewan justru berasyik-asyik ria menonton video porno saat sidang paripurna.

Bukan hanya itu saja, anggota DPR yang selalu beralasan tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengentaskan kemiskinan dan masalah sosial yang lain justru mengajukan anggaran trilyunan rupiah untuk membangun gedung DPR. Walaupun pada akhirnya anggaran tersebut diturunkan tapi tetap saja itu merupakan sebuah bukti betapa DPR memang tidak memiliki rasa simpati yang tinggi terhadap penderitaan rakyat.

Selain hal tersebut diatas ada juga kisah para wakil rakyat yang menghambur-hamburkan uang rakyat untuk melakukan kunjungan ke Luar Negeri dengan alasan study banding. Sebuah alasan yang oleh banyak masyarakat di tolak tapi tetap saja dengan tanpa rasa malu mereka tetap saja “nekad” melakukan kunjungan ke Luar Negeri yang tidaka da yang berani menjamin bahwa kunjungan mereka membawa perbaikan untuk bangsa ini.

Melihat masih banyaknya keburukan dan minimnya prestasi para pejabat dan wakil rakyat serta pejabat-pejabat terkait dalam memajukan dan mengelola negeri ini, mungkin jangan salahkan masyarakat jika sebagian rakyat akan mengatakan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang selalu di peringati setiap tanggal 20 Mei di Indonesia hanya sebatas Ceremonial semata.

  • Facebook
  • TwitThis

Nasional Demokrat Daftarkan Diri Jadi Partai

Headline, Politik, aribicara April 25th, 2011

nasional demokratPada tepatnya tanggal 2 Februari 2010 saya pernah membuat sebuah tulisan yang saat itu juga masuk di headline detik.com dengan judul “Deklarasi Nasional Demokrat Wujud Kekecewaan Surya Paloh di Golkar ?” . Dalam tulisan tersebut di bagian awal dan akhir saya meyakini bahwa Nasional Demokrat kelak akan menjadi partai politik.

Akhirnya setelah satu tahun lebih berlalu, akhirnya di hari Senin 25 April 2011 ini saya menemukan sebuah tulisan dari tempointeraktif yang berjudul “Nasdem Daftarkan Diri Jadi Partai”.

Sejak pembukaan pendaftaran 17 Januari lalu, Departemen Hukum dan HAM baru menerima pengajuan status badan hukum 3 calon partai politik baru. “Yang sudah mengajukan baru 3 peserta. Mereka partai baru semua,” kata Kepala Subdirektorat Hukum Tata Negara Kementerian Hukum dan HAM Josi Besar Sugiarto di Jakarta, (25/4).

Salah satu partai yang mendaftarkan diri adalah Partai Nasional Demokrat. Partai ini, dalam daftar di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, diajukan Ketua Patrice Rio Capella dan Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq.

Uniknya, partai yang terdaftar itu memiliki kesamaan logo antara Nasdem dengan Organisasi Massa Nasional Demokrat yang dipimpin Suryapaloh.

Josi tak memastikan apakah Partai Nasional Demokrat ini identik dengan organisasi massa Nasdem yang dipelopori politisi Golkar Suryapaloh. “Mereka yang mengajukan nama seperti itu,” kata Josi.

Menurut Josi, sebelum masa akhir pendaftaran, yaitu 22 Agustus 2011, setiap partai masih boleh melengkapi berkas-berkas yang kurang sebelum masa verifikasi dimulai. Proses verifikasi partai politik peserta Pemilu 2014 akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2011.

Status badan hukum diberikan kepada partai politik apabila memenuhi persyaratan kepengurusan di 60 persen dari jumlah provinsi, separuh kepengurusan di kabupaten/kota dalam provinsi, dan seperempat kepengurusan tingkat kecamatan dalam kabupaten/kota.

  • Facebook
  • TwitThis