Cara Aman Facebook-an di Kantor
Headline, Teknologi, Tips & Trick, aribicara Juli 7th, 2011

Tampilan Aplikasi hardlywork.in/spreadsheet
Kali ini iseng-iseng menggunakan sebuah aplikasi baru melalui aplikasi di Hardlywork.in.

Tampilan Aplikasi hardlywork.in/spreadsheet
Kali ini iseng-iseng menggunakan sebuah aplikasi baru melalui aplikasi di Hardlywork.in.

Saya tidak bisa membayangkan betapa sedih dan kecewanya ribuan pejuang-pejuang kemerdekaan Republik Indonesia jika melihat negeri yang mereka perjuangkan dengan darah, air mata dan nyawa mereka seperti sekarang ini. Negeri yang begitu kaya raya dengan kekayaan alam dan keindahanya masih hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.
Pejabat-pejabat yang seharusnya memperjuangkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya justru dengan kekuasaan dan kekuatan politiknya hanya mengutamakan untuk memakmurkan perut mereka sendiri dan partainya. Peringatan hari kemerdekaan, hari kebangkitan nasional dan peringatan-peringatan hari-hari bersejarah hanya masih di peringati dengan ceremonial semata.
Saat masyarakat sedang berjuang untuk bisa makan dan hidup di kolong jembatan, pejabat-pejabat di negeri ini justru sedang menikmati berjuta gemerlap kemewahan dan kekayaan. Mungkin mereka akan marah ketika dikatakan demikian, tapi kenyataanya data dan fakta memang seperti itu yang kita lihat. Kalaupun mereka mengklaim sudah bekerja, kenyataanya tidak jarang kita melihat saat mereka bekerja justru sedang asyik TIDUR, main HP, bahkan nonton film porno saat sidang dan tidak jarang kita melihat ada adu jotos dalam sidang.
Kita juga melihat betapa Korupsi seolah bukan lagi berita yang menghebohkan karena itu sudah dianggap sebuah pemberitaan di setiap harinya. Masyarakat kemudian sudah ebranggapan bahwa hampir semua pejabat di negeri ini memang sudah korup semua dan hanya menunggu siapa yang akan ketahuan dan terungkap. Sebuah kondisi dimana semua masyarakat ingin mengeluarkan umpatan-umpatan yang memuncak yang mungkin sudah kehabisan kata untuk mengutuk dan menghujat para koruptor busuk di negeri ini yang semakin hari semakin MENJIJIKAN ! .
Disisi yang lain Dunia Pendidikan di negeri ini yang seharusnya menciptakan lulusan-lulusan sarjana berkwalitas dan cerdas serta profesional disertai dengan akhlak yang baik dan diharapkan bisa mengelola negeri yang kaya raya ini justru lebih banyak menghasilkan ratusan ribu bahkan mungkin jutaan pengangguran-pengangguran. Pendidikan yang super mahal seolah justru dijadikan lahan bisnis yang teramat sangat menguntungkan dan tidak peduli terkait hasil dari produk pendidikan yang mereka buat.
Pemerintah juga seolah sangat bangga ketika banyak investor asing yang melakukan investasi di Indonesia. Padahal, tidakkah kita sadar bahwa sesungguhnya dengan adanya investasi asing secara langsung MENGERUK dan MENGURAS kekayaan negeri ini untuk mereka ? sedangkan negeri ini hanya cukup puas dengan menerima hasil pajak itupun tidak ada yang berani jamin bahwa hasil pajak tersebut tidak di korupsi ! .
Mungkin memang sebagai masyarakat kita harus mencoba berbenah diri dari individu masing-masing. Tapi untuk merubah sebuah negara tidak cukup hanya dengan itu. Dalam catatan sejarah sebuah bangsa bisa berubah menjadi besar pasti karena adanya perubahan yang dilakukan penguasa karena merekalah yang memiliki wewenang penuh untuk melakukan sebuah perubahan. Cina sering di contohkan sebagai negara yang berhasil mengurangi kasus korupsi karena penegakan hukuman mati untuk para koruptor di tegakan.
Sebenarnya mungkin sudah sejak duduk di bangku sekolah di tingkat SLTA dahulu ak pernah menanyakan ini ke guru bahasa Indonesiaku. Namun karena barusaja di ingatkan oleh sebuah kata yang diucapkan oleh seorang teman melalui foto di facebooknya menjadikan aku teringat kembali. Ingatan tersebut terkait dengan banyaknya istilah-istilah bahasa daerah yang mungkin belum bisa (tidak bisa) di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Karena saya berasal dari Jawa, maka bahasa daerah yang ak maksud adalah bahasa jawa. Tapi saya sangat yakin sekali bahwa di negeri kita Indonesia ini terdapat ratusan logat bahasa daerah atau mungkin ribuan logat bahasa daerah yang berbeda-beda.
Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah, Bagaimana peran Bahasa Indonesia yang dalam amanat sumpah pemuda disebutkan bahwa fungsi Bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa pemersatu bahasa nasional di Indonesia?.
Jika kita melihat Buku Kamus Besar Bahasa Indonesia kayaknya masih teramat sangat kurang untuk menerjemahkan bahasa-bahasa daerah yang begitu besar di Indonesia. Mungkin dalam tulisan ini saya hanya ingin memberikan sedikit contoh tentang bahasa daerah khususnya bahasa jawa yang tidak bisa di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Contoh diatas hanyalah sedikit dari masih banyaknya ratusan atau mungkin ribuan bahasa daerah yang hingga saat ini memang belum bisa di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Mungkin inilah PR besar untuk para ahli bahasa Indonesia untuk bekerja lebih giat lagi untuk mendapatkan istilah-istilah yang bisa menerjemahkan bahasa daerah menjadi bahasa Indonesia.
Bagaimana dengan bahasa daerah di tempat anda ? Bahasa apa saja yang di daerahmu biasa di sebutkan tapi tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ?