Terlihat Polisi sedang mengawal rombongan komunitas mobil mewah dan menyuruh pengguna jalan yang lain MINGGIR utk memberi jalan mereka :(

Terlihat Polisi sedang mengawal rombongan komunitas mobil mewah dan menyuruh pengguna jalan yang lain MINGGIR utk memberi jalan mereka :(

Puluhan tahun yang lalu saat saya sekolah Taman Kanak-Kanak, saya masih ingat saat itu Guru TK saya menjelaskan tentang TUGAS Polisi Lalu lintas itu salah satunya MENGATUR LALU LINTAS termasuk saat terjadi kemacetan. Tapi ternyata setelah saya besar, mungkin apa yang di ceritakan guru TK saya tidak selalu salah. Tapi sering juga saya melihat sekarang, Justru POLISI LALULINTAS tidak mengatur lalulintas saat terjadi kemacetan tapi justru “MENCIPTAKAN” kemacetan di jalan raya.

Bukti-bukti tersebut tentunya sering kita lihat misalnya saat polisi lalu lintas mengawal pejabat negara, sudah dipastikan kemacetan pasti terjadi jika di jalan yang padat. Contoh lain misalnya saat Polisi Lalulintas mengawal pawai rombongan pawai Motor Gede (Moge), itu juga bisa dipastikan membuat kemacetan. Termasuk yang baru saja saya alami saat akan mengirimkan bahan-bahan makanan dan minuman ke salah satu Yayasan anak Yatim-Piatu untuk buka bersama. Gara-gara ulah polisi lalulintas yang “menciptakan” kemacetan ini saya dan teman-teman menjadi terlambat.

Bukankah Polisi Lalu Lintas seharusnya punya KOMITMEN bahwa tugas mereka adalah MENGATUR LALU LINTAS saat terjadi kemacetan dan BUKAN MENCIPTAKAN KEMACETAN ?!.

Mungkin kita akan memberi toleransi kepada kepolisian ketika mengawal rombongan ketika rombongan yang dimaksud berkaitan dengan kegiatan sosial yang jika tidak dilakukan pengawalan bisa merugikan banyak masyarakat. Tapi kalau cuman mengawal pawai komunitas mobil mewah, pawai motor gede, dan pengawalan yang tidak penting, tentunya itu sebuah perilaku yang kurang cerdas dan jauh dari kata bijak.

Dari peristiwa diatas saya pikir Polisi Lalu Lintas tidak boleh marah ketika banyak masyarakat yang menilai bahwa Polisi mau lakukan itu karena mereka “DIBAYAR GEDE” sehingga mereka para polisi lalu lintas dengan tidak punya malu “menggadaikan” KEWAJIBAN mereka yang seharusnya “MENGATUR LALU LINTAS” dan mengatur KEMACETAN tapi justru menjadi pihak yang “MENCIPTAKAN” KEMACETAN ?

(*Catatan: Tulisan ini hanya menyindir polisi-polisi yang seringkali mengutamakan “uang sogokan” daripada mengutamakan kepentingan masyarakat pengguna jalan, karena ingat bahwa pengguna jalan juga sudah bayar pajak untuk bisa menikmati kelancaran dalam berlalu lintas ….


3 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

  • Facebook
  • TwitThis




80 Comments to “Polisi Lalu Lintas SERING “CIPTAKAN” Kemacetan ?”

  1.   jokos5758 | Agustus 19th, 2011 at 10:47

    mungkin para pejabat bisa menggunakan helikopter supaya tidak menambah beban kemacetan jalan.

    [Reply]

    godril Reply:

    Wah ini nanti proyek lagi donk…. hihihih…

    [Reply]

    rambe manis Reply:

    Betul sekali tulisan mu bung. Dulu waktu TK s.d klas 1 SD, saya selalu menghadapi soal soal tentang tugas pak polisi mengatur lalu lintas arinya membuat lancar. sekarang ada helikopter dengan helipad disetiap gedung, kayaknya gak dipakai pejabat. padahal dasar pembeliannya untuk kelancaran pelaksanaan tugas-tugas.Ada apa ya

    [Reply]

    Rudy Masono Reply:

    Keberatan anda beralasan, karena di mana2 rambu LL yg dilanggar oleh pengendara, dibiarkan atau mungkin nyetor jadi gak ada lg takutnya pengendara, karena semua bisa dibayar ke Polisi, didepan kantor polisi aja mereka berani ngetem angkot2 tiap hari sehingga menjadi sumber kemacetan .
    Masalah di Toll, yg dikawal Polisi itu mungkin cuma satu dan mobilnya tidak ada tanda2 sebagai pejabat tapi bisa kucar kacir toll itu dibuatnya.
    Yang saya keberatan komentar anda mengenai Motor Gede , yg dikawal polisi yg membuat kemacetan komentar anda ini jelous atau sirik kt org Jakarta apakah pernah anda ketahui motor2 kecillah yg bikin macet dan ini pemandangan se hari2.
    Dan perlu anda ketahui Moge itu atau HD tiap mereka jalan2 selalu mengemban tugas sosial bukan hanya gagah2an dan kalau memang mereka mau senang2 dijalan why not dan mereka lebih sopan apa bila di Jalan Raya.
    Kenapa sdr tidak komplain yg motor kecil sdh bikin ribet di jalan kalau nyerempet cuek dan lari komplain yang begini2 bukan MOGE, saya ga punya MOGE atau MOKE motor kecil tetapi berpikirlah secara jernih dlm mengambil kesimpilan.
    Soal polisi complain anda saya rasa semua setuju dgn anda.

    dr yg ngga punya motor

    [Reply]

    tafta Reply:

    tugas sosial dan Senang2 di jalan? dengan mengorbankan kepentingan orang laen? ofcourse not, sirik? ngga tuh
    jgn2 anda sirik ga punya motor

    [Reply]

    Alfon Limbong Reply:

    Motor gede dan motor kecil, selalu jadi bahan perdebatan siapa yang paling arogan dan suka buat kemacetan. Padahal kedua2nya sama2 bersumbangsih sebagai pembuat kemacetan beserta pengguna jalan raya lainnya, dan kadang2 sama “arogan”nya dikala berkonvoi(komunitas tertentu).

    Di malam hari, saya sering melihat konvoi komunitas motor (baik besar maupun kecil) sering memblokir persimpangan tak peduli pada lampu lalin yg sudah mengatur arus lalin, untuk mendahulukan laju konvoinya. Pada kenyataannya memang konvoi komunitas motor gede sering memakai vorjrider (kalau saya tidak salah tulis), dan ini menyebabkan terusiknya pemakai jalan lain. Banyak dalih yang bisa dipakai : moge lebih cepat panas, dsb.. Pemakaian vorjrider pun tidak sepenuhnya salah, karena dalam hal2 tertentu siapa pun bisa meminta bantuan polisi untuk pengawalan agar tercipta kondisi tertentu, tak pandang itu konvoi motor gede motor kecil atau konvoi apa pun, karena menjadi kewajiban polisi melayani masyarakat luas mau pun masyarakat tertentu.
    Yang harusnya dipahami kita bersama adalah kebijaksanaan sebagai sesama pemakai jalan raya, karena kita sama2 butuh lalu lintas yang lancar, kita sama2 butuh keamanan dan kenyamanan di jalan raya. Kemacetan adalah “makanan” sehari-hari berkendara di kota2 besar, namun hendaknya kita sama2 bijak dan taat pada aturan2 di jalan raya untuk kenyamanan keamanan dan keselamatan kita bersama.

    Salam,..

    _belumlancarmengendaraimotortapikalomobilberaningebut_

    [Reply]

  2.   amril | Agustus 19th, 2011 at 11:30

    Di Indonesia sekarang sudah banyak berubah bung.. siapa yang kuat bisa seenaknya, dulu siapa yang kuat menggandeng lemah. Karena Pemimpin kita terlalu lemah, bukan makin lama makin kuat tetapi makin lama makin nyaman bersembunyi dan berdiam.. Payah

    [Reply]

  3.   dian | Agustus 19th, 2011 at 11:39

    Bagaimana menurut anda jika di Monas setiap hari pada siang hari dinyalakan \Lampu Pijar\ sebesar 80 Juta watt (DELAPAN PULUH JUTA WATT). Apakah akan ada pengaruhnya dengan anda atau lingkungan?
    Perhitungan dengan asumsi di jakarta sekitar 8 juta motor dengan 20 watt lampu, dan yang beroperasi \hanya\ separuhnya di siang hari.

    [Reply]

    perketot Reply:

    Wah sampeyan tuh ngawur berkomentar. Sampeyan kan cuma keberatan nyalain lampu besar motor siang hari kan…?
    Beda kepentingannya mas!. Ya kalau sampeyan gak suka dan ga mau nyalain lampu motor siang hari, ya lakukan saja semau sampeyan. Nanti kan sampeyan dapet resikonya…..
    Itu sudah Undang2 dan upaya melindungi sampeyan naek motor mas…..

    [Reply]

    Anonymous Reply:

    ga da gunanya jga tuh nyalain lampu,para aparat aja ga pernah lkuin uu yg mreka bkin..

    [Reply]

    brokoli Reply:

    hey perketot.
    ente mikir pake logika ya…
    lampu besar tu fungsinya untuk apa? sebagai penerangan saat gelap, bukan sebagai alat pelindung pengendara saat siang hari, itu solusi ngawur namanya, kalau mau benar, lakukan semua sesuai prosedur, bikin sim harus tes, uu lalu lintas jalankan dengan tegas, buang semua oknum polisi nakal, pokoknya kalau seperti itu masih ada, sampe kiamat negara ini gak bakal bener..

    bukan perketot Reply:

    lampu motor siang hari? hahaha.. yg bener aja bos. ada ndak datanya.. kalo emang pake lampu motor di siang hari emang bener2 mengurangi kecelakaan atau melindung pengendara motor? ato mo ikut2 an malingsia aja (ini malah ga bener) berapa banyak pemborosan energi yg udah dilakukan dengan dalih Undang2 dan upaya melindungi sampeyan naek motor mas? melindungi dari apa? dari perketot? jadi inget genting2 rumah duluu di cat tulisan PKK.. buat apa? karena undang2?

    [Reply]

    denni Reply:

    heh bego lo!..km sadar ga nyalain lampu mtor siang hari itu ada gunanya, itu gw alamin sendiri waktu naek mobil atopun motor..krena kl pas kita naek moil setidakx jika ada yg nyalip dr samping psti mtor itu kliatan,,dasar bego lo!

  4.   Achmad C | Agustus 19th, 2011 at 11:43

    Kemacetan Lalu lintas juga disebabkan oleh Jalur “Busway”. Heran sebelum dibuat Jalur “Busway” saja jalanan dijakarta sudah macet, apalagi sekarang jalan umum sekarang dibagi dua dengan jalur “Busway”, dan kenderaan selain busway dilarang melintas, yah makin bertambah macet…

    [Reply]

  5.   Nana | Agustus 19th, 2011 at 11:53

    Kebetulan juga, terjadi dengan saya tadi pagi.
    Di wilayah cileduk, polisi memberikan jalan kepada mobil di sisi kami untuk belok, tapi dari arah berlawanan tidak distop, karena petugas membelakangi. Alhasil yah, begitulah.

    [Reply]

    wahyudi Reply:

    polisi itu,kalau lalu lintas lancar mereka banyak dijalanan,tapi kalau lalu lintas macet polisi pada kabur ngumpet di pos masing-masing.

    [Reply]

    Pak Ogah Reply:

    Masih lumayan saya dong, mau macet atau tidak saya nggak peduli
    siapa yg memberikan uang itu saya pioritaskan

    [Reply]

  6.   nohan | Agustus 19th, 2011 at 11:54

    Setahu saya sih pengawalan salah satu tugas polisi (lebih tepatnya polisi lalu lintas bukan polisi kriminal, bukan juga polisi brimob) => diakui secara legal formal. Menurut saya sih enggak masalah juga dengan pengawalan oleh Polantas. Hanya saja, siapa dan apa motif pengawalan itu menjadi penting.

    @Jokos5758 : saya setuju dengan pendapat bapak asal biaya operasional helikopter ditanggung oleh pribadi masing2.

    [Reply]

    the one Reply:

    wah berat tu bro..biaya operasional helikopter ditanggung oleh pribadi masing2.justru sebalknya yg akan terjadi biaya pribadi ditanggung pemerintah :)

    [Reply]

  7.   Anonymous | Agustus 19th, 2011 at 12:08

    || Achmad C⁠

    Kemacetan Lalu lintas juga disebabkan oleh Jalur “Busway”. Heran sebelum dibuat Jalur “Busway” saja jalanan dijakarta sudah macet, apalagi sekarang jalan umum sekarang dibagi dua dengan jalur “Busway”, dan kenderaan selain busway dilarang melintas, yah makin bertambah macet…||

    Artinya: pemerintah mencoba mencari solusi agar masyarakat lebih memilih angkutan umum untuk beraktifitas sehari hari..(transjakarta) untuk mengurangi penggunanan motor/mobil pribadi.

    Yang bikin macet kan populasi pengendara motor/mobil pribadi yang makin hari makin nggak bisa dibendung, jalanan makin padet, dan semua orang pengen buru buru.

    [Reply]

    saya Reply:

    Transjakarta sudah menyunat jalur kendaraan pribadi dan tidak tepat sasaran. Nunggu ber jam2 antri buat naik busway rebutan naik busway sapa yg mau? Bikin lah jalur sendiri jangan pakai jalur kendaraan pribadi. Angkot2 juga tuh ditertibkan

    [Reply]

  8.   imandani | Agustus 19th, 2011 at 12:08

    || Achmad C⁠

    Kemacetan Lalu lintas juga disebabkan oleh Jalur “Busway”. Heran sebelum dibuat Jalur “Busway” saja jalanan dijakarta sudah macet, apalagi sekarang jalan umum sekarang dibagi dua dengan jalur “Busway”, dan kenderaan selain busway dilarang melintas, yah makin bertambah macet…||

    Artinya: pemerintah mencoba mencari solusi agar masyarakat lebih memilih angkutan umum untuk beraktifitas sehari hari..(transjakarta) untuk mengurangi penggunanan motor/mobil pribadi.

    Yang bikin macet kan populasi pengendara motor/mobil pribadi yang makin hari makin nggak bisa dibendung, jalanan makin padet, dan semua orang pengen buru buru.

    [Reply]

  9.   dru | Agustus 19th, 2011 at 12:16

    Ya mungkin ada betulnya juga postingan ini, tp lebih baik kita ikut brpartisipasi juga untuk mengurangi terjadinya kemacetan.
    Karena negara kita memang negara yang padat penduduk dan d beberapa kota besar, kemacetan adalah salah satu hal yang mungkin sudah biasa terjadi..
    Di kota saya Bandung,
    kebanyakan trjadinya kemacetan akibat trlalu banyaknya angkutan umum, yang kadang saya sebagai pengguna jalan sering d buat emosi karena banyaknya angkutan umum yang brhenti lama d perempatan jalan (biasanya) untuk menunggu penumpang. Dan banyak polisi malah berdiam di pos, drpd mengatur lalulintas.

    [Reply]

  10.   asmadie | Agustus 19th, 2011 at 12:42

    menurutku masalah polisi yang mengawal mobil-mobil pejabat dan sebagainya itu, tidak ada yang salah karena itu merupakan salah satu tugas mereka juga untuk menjaga keselamatan para petinggi publik itu. Siapa tau di tengah jalan ada tindak kriminal yang tak terduga, kayak di film action gitu :)

    Misalnya kayak kemarin ada acara PENAS di tenggarong, betapa ketatnya pengawalan polisi terhadap rombongan wakil presiden ktika menuju acara PENAS itu. Jika tidak dilakukan demikian, jalur yg akan dilewati bakal menimbulkan ketidaknyamanan.
    betul kata @nohan: tergantung siapa dan apa motif pengawalan itu menjadi penting.

    Terims

    [Reply]

  11.   Esha | Agustus 19th, 2011 at 12:50

    Betul sekali,terkadang bukan mslh pengawalan,tp gara2 jalur busway jg jd pnyebab kemacetan..khususnya jalur busway pinang ranti-pluit,disekitaran semanggi s/d kuningan polisi lalu lintas dgn sengaja menciptakan kemacetan untuk memancing para pengendara motor/mobil masuk ke jalur busway yg pd area tertentu sdh ada polisi lalu lintas yg sdh siap menanti “mangsa” dan seringkali pengendara motor/mobil terkena tilang cmn gara2 masuk jalur busway..miris memang liatnya,tanpa ada basa basi langsung tilang aja,ga mau kena tilang ya senjata andalan ya damai :p tp aneh jg dgn jalur busway,dimana jalurnya sdg diperbaiki kok busway bs lwt jalan umum dan ga kena sangsi ya? :p

    [Reply]

    saya Reply:

    Betolll,,,, pagi2 saya pernah liat polisi yg nongkrong di jalur busway nangkepin kendaraan yg lewat di jalur busway karena jalan macet. Polisi ga ngatur jalan yang macet tapi malah nongkrong di jalur busway, padahal sebelah jalur busway jelas2 pake mata telanjang jalan macet. Daerah simprug arah kebon jeruk sebelum jembatan layang.

    [Reply]

  12.   M0NCER | Agustus 19th, 2011 at 13:03

    halahaaaaaa! itu perkara yg sudah biasa mas . . . . . . . ! emang kerjaannya polisi bikin kemacetan di kota terutama - tp di daerah gw kg ada kemacetan Selain lebaran - kalo tanggal tua kerjaannya nyegatin orang , mencari-cari kesalahan bikrs - nanti uangnya masuk kantong , TOP lah . . . . . . coba perhatikan, pasti rata-rata polisi perutnya kaya gunung ! iya ngak . . . . . . . .
    ?!

    [Reply]

  13.   krishna | Agustus 19th, 2011 at 13:07

    Sy mohon kpd jajaran satlantas polda meto jaya,klu ingin memberhentikan mobil2 pd saat-saat jam 3 in 1 jgn di tngah jln dong,kok spt preman sja sich.itu kan jls menimbulkan kmcetan jg.bwt pngendara yg lain nya. Ini sya lht berdasarkan fakta yg trjadi di jlur2 protokol. Gmna mau di pndang baik satlantas oleh masyarakat klu klakuan nya spt itu. Mendingan jg tndk sj para pengemudi2 angkutan umum,yg berhnti smbarangan

    [Reply]

  14.   Rachmat Indra | Agustus 19th, 2011 at 13:40

    Macet ??? Ya jelas lah selama pelanggaran terhadap “S” coret dan “P” selalu dibiarkan, selalu ‘angkutan umum’ yang ngetem jadi sumber masalahnya kok

    [Reply]

  15.   mpok Dasime | Agustus 19th, 2011 at 13:56

    Ane prihatin banget ame kerje pak polisi, contohnye bisa dilihat didepan kantor polisi (Komdak) di semanggi, kagak perne kagak macet mulai dari LIPI, didepab komdak ampe tanjakan ame tikungan semanggi kebawah, sesudahnye lancar, padahal di Komdak ame diatas jembatan banyak polisi, tapi kayaknya cuek aja, tiap ari tu, Gimana pak Kapolda n Kapolri, anak buah bapak bisa kerja kagak ye, kalau kagak bisa ganti dong ama yang pinteran dikit. Terime kasi ye. wass.

    [Reply]

    odne Reply:

    iye ganti sama FBR tokay aje sok pengamat loe

    [Reply]

  16.   Ipras | Agustus 19th, 2011 at 15:04

    Polisi mengawal tujuannya adalah untuk memperlancar proses suatu kegiatan tersebut. Jadi mungkin ini memang perlu diperhatikan juga oleh para Polisi jika hendak mengawal suatu rombongan, juga perlu memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya, jadi tidak hanya yang dikawal saja yang mendapat kelancaran perjalanannya… :)

    [Reply]

  17.   dhony_89 | Agustus 19th, 2011 at 15:23

    emank,,aku jg kasihan ama polisi yg baik,,, tp banyak yg tidak baik,,metromini/angkot berhenti sembarangan kagak di di tilang,, krn mereka udah setoran ada jatah bulanan ,,,, semua ,,,, itulah yg bikin,,,macetttt…

    [Reply]

  18.   john | Agustus 19th, 2011 at 15:35

    banyak banget yang bikin macet di jakarta, hampir dari semua sektor
    mulai dari polisi, infrastructure, tidak terkendalinya jumlah mobil dan motor di kota- kota besar . tapi diantara itu semua inti dari penyebab kemacetan adalah mental dari pada pengguna jalan baik itu mobil, bus kota, angkot, motor yang semuanya g sabar untuk antri.
    alangkah baiknya jika mal-praktik untuk bikin SIM sudah tidak ada lagi agar semua orang mengerti akan peratiran lalu lintas dan mempunyai displin yang tinggi akan pengguna jalan

    [Reply]

  19.   baju pria | Agustus 19th, 2011 at 16:50

    heemm . . sudah lagu lama tuh . . sukses selalu :D

    [Reply]

  20.   Ramon | Agustus 19th, 2011 at 18:23

    Tiap sore polisi jaga di buaran klender, tapi angkot ngetem di lampu merah dibiarkan saja…cape deh

    [Reply]

  21.   yahya | Agustus 19th, 2011 at 18:51

    semua tergantung dari kualitas sumber daya manusia nya itu sendiri, hanya saja polisi dari dulu udah “terkenal” bobroknya di masyarakat kita terutama polantas, gak tau apa emang dari awalnya yang salah atau emang “moral”nya yang sangat jauh dari kualitas… karena emang banyak bukti yang menunjukkan bahwa polisi emang seperti itu,, wallahu a’lam,, mudah2an semua bisa menjadi lebih baik..

    [Reply]

    the one Reply:

    seleksi masuknya aja dah kotor ya pasti akan berkubang lumpur truss..ada doku 80 -100 jt masuk lah

    [Reply]

  22.   saya | Agustus 19th, 2011 at 18:52

    pengalaman sehari hari di daerah kuningan : kalo ada polisi malah macet parah di sekitar apartment taman rasuna, tapi kalo ngga ada polisi malah lancar-lancar aja, begitu juga di daerah sudirman saat 3 in 1 sore, kalo ada polisi malah stuck dibanding kalo ngga ada polisi. Manajemen lalu lintas yang aneh!

    [Reply]

  23.   dody kusyuniadi | Agustus 19th, 2011 at 19:15

    Yang menjadi tujuan polisi bekerja adalah uang. Sehingga bila tidak menghasilkan uang untuk keluarga dan korpsnya, maka polisi tidak akan pernah menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya di dalam bertugas. Meskipun gaji polisi dinaikkan, mental yang tadi disebutkan tidak akan pernah hilang.

    [Reply]

  24.   the one | Agustus 19th, 2011 at 19:22

    polisi oh polisi…preman berseragam

    [Reply]

  25.   upin ipin | Agustus 19th, 2011 at 21:59

    Makanya GUE (┌’,'┐) kaga mau jadi polisi, politikus, pengacara… Makan uang panaasss!!! Kalo ga makan uang panasss ya ga makaaaann… Pengen rasanya hidup dinegara luar yang seringkali kita tonton di tv, hidupnya maju, rakyat sejahtera, terjamin, dll… Dari pada tinggal dinegara kaya tp miskin, korup, korup koruuuuupppp.. PreeeT

    [Reply]

  26.   Muhammad Iswahyudi | Agustus 19th, 2011 at 23:43

    Setiap kemacetan pasti ada penyebabnya & Pejabat Tinggi Negara mempunyai mempunyai hak untuk mendapat pengawalan dari Paspampres & Kepolisian. Dan hal ini tercantum di Undang2 (ada di link berikut: http://djpp.depkumham.go.id/inc/buka.php?czozMToiZD0yMDAwKzkmZj11dTIyLTIwMDlidC5odG0manM9MSI7 ). Dan hal yg sama juga diberlakukan di Negara2 lain.
    Dan setiap warga negara juga berhak mendapatkan pengawalan, silakan mengirimkan surat permohonan ke Kapolda di wilayah masing2 apabila membutuhkan pengawalan.

    Jalur Busway telah menjadi salah satu penyebab kemacetan di DKI Jakarta, dengan pertambahan populasi Sepeda Motor 4000-6000 Unit/hari, Mobil 2000-3000 Unit/hari, jalan yg semakin sempit dgn adanya jalur busway akan semakin macet dengan pertambahan populasi kendaraan yang gila2an. Sampai saat ini tidak ada satupun Peraturan yg membatasi Populasi kendaraan & Pemda DKI masih sangat mengandalkan pajak kendaraan sebagai pendapatan asli daerah.

    Selama ini kesan masyarakat perihal kemacetan, rambu-rambu rusak, lampu merah rusak, maupun jalan berlubang tanggung jawabnya diserahkan kepada kepolisian. Jalan yang sudah tidak layak menampung jumlah kendaraan pada saat jam sibuk, banjir & pipa air bocor yg menjadi penyebab kemacetan diserahkan kepada Kepolisian. Di Undang2 No 22 tahun 2009 ada instansi lain yang sebenarnya mempunyai tugas masing-masing dalam hal ini, diantaranya: Pemda, PU, Dephub, Ristek dan Departemen Perindustrian.

    Jalan berlubang yah disampaikannya ke PU/Pemda, rambu-rambu & Lampu merah rusak ke Dinas Perhubungan, Jalan yang sudah tidak layak menampung kendaraan pada saat jam sibuk diserahkan ke Pemda/DPU. Kalau Kepolisian bagian pengaturan, penindakan dan pelayanan SIM, STNK dan BPKB.

    Kebetulan juga saya tinggal di Menteng Atas (belakang Apartemen Taman Rasuna), efek pembangunan jembatan layang Casablanca (yg sebenernya ngga penting amat) sangat luar biasa. Seperti saat ini ada penutupan jalan 2 lajur di Rasuna said (dpn Kedubes Malaysia) macetnya sangat luar biasa.

    Semanggi salah satu area yg salah dalam perencanaan, gara2 antrian pembayaran masuk Tol dalam kota (di dpn Hotel Sultan & dpn Crown Plaza) & antrian mobil mau masuk ke Plaza Semanggi efek macetnya udah kemana2. Idealnya pembayaran Tol dalam kota & lingkar luar dipintu keluar. Macet karena antrian pembayaran masuk tol teradi di puluhan lokasi lain. Juga Plaza Semanggi sebaiknya ditutup lagi jalan masuk Mallnya yg dr arah Slipi, saat ini barrier beton yg udah dipasang Pemda DKI dibongkar sm Pengelola Mallnya.

    Tentunya juga di Kepolisian juga ada pengawasan Internal yg sangat ketat. Saat ini Kepolisian telah membuka link utk pengaduan: http://propam.polri.go.id/?mnu=pengaduan apabila ada anggota Kepolisian yg melakukan tindakan tidak terpuji (misal: Tidak memberikan surat tilang saat penindakan pelanggaran lalu lintas serta hal lainnya).

    [Reply]

    brokoli Reply:

    saya pernah tinggal di Jepang cukup lama, disana juga ada pejabat negara, tapi anehnya jarang sekali saya jumpai mereka keluar dan dapat pengawalan, yang pasti mereka juga keluar kan? bagaimana di indonesia? tidak salah kalau dibilang kalau sumbernya hanya ada 1. kalau polisi bisa menjalankan yang sudah seharusnya dilakukan, 1 juta% gak bakal ada yg namanya macet parah,,, bikin sim aja banyak yang nembak, gimana mereka bisa tau UU lalu lintas??

    [Reply]

    divastro Reply:

    bung iswahyudi ,anda mungkin terlalu naif dengan menginfokan link pengaduan polisi..sudah menjadi kenyataan bahwa hukum berlaku hanya kepada orang orang awam saja ,,,tapi tidak berlaku terhadap orang orang yg mempunyai uang dan kekuasaan ..

    [Reply]

  27.   angga | Agustus 20th, 2011 at 09:13

    waah polisi ibarat wc …..kalo mau beol aja luu baru pengen ke wc coba kalo nggak pasti ha=jauhin tu wc….mau dket aja nggak mau karena bau ….nasib dah gw jadi polisi … kapan sih semua orang berpikir positif…..

    [Reply]

  28.   dikkY | Agustus 20th, 2011 at 09:36

    MASARAKAT SAMAPAH KALIAN SEMUA>>>>>>>>>>>>>>>>…..bUKANNYA BERSATU>>>.
    SALING MENDUKUNG BUKAN SALING MENJATUHKAN>>>>……….
    DASAR SEMUANYA ORANG KAMPUNG SOK PINTAR>>>>.

    [Reply]

    saya Reply:

    Buat apa mendukung polisi yg mata duitan?

    [Reply]

    divastro Reply:

    ada anak ,adik,bapak,sodaranya polisi MARAH..bukan marah karna di fitnah ,tapi marah karna boroknya di ceritain

    [Reply]

  29.   Jelly Gamat Jakarta | Agustus 20th, 2011 at 10:25

    Macet krn teralalu banyak kendaraan pribadi. coba angkutan umum: murah, aman, nyaman, dan cepat. Pasti gak akan ada yg mau naik kend. pribadi

    [Reply]

    saya Reply:

    Angkutan umum mana ada yg mau kaya gitu? taunya ngetem setoran banyak ga peduli penumpangnya diburu waktu. Tau lampu ijo jalannya malah pelan, angkot seneng banget lampu merah sekalian ngetem nyari penumpang. Kendaraan di belakangnya jd stressssssssss

    [Reply]

  30.   Ray | Agustus 20th, 2011 at 12:35

    kalo ga gitu, ga dapet duit buat anak istri di rumah Om.

    [Reply]

  31.   Sonny | Agustus 20th, 2011 at 12:45

    Kemacetan memang sebagian disebabkan karena kendaraan pribadi terlalu banyak yang turun ke jalanan. Rata-rata mereka ini memilih menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada alternatif transportasi yang nyaman. Mereka ini rata-rata juga orang ber”punya”, terutama yang menggunakan mobil.
    Jadi selayaknya disediakan transportasi umum yang nyaman. Saya rasa orang-orang ini bersedia membayar “lebih” untuk bisa mendapatkan transportasi umum yang baik dan nyaman. Jika menuntut kenyamanan, saya rasa memang layak untuk mengeluarkan dana lebih… Seperti tiket pesawat pasti lebih mahal dibandingkan bus. Tiket kereta executive pasti lebih mahal dibandingkan ekonomi. Karena itu memang harga yang harus dibayarkan untuk mendapatkan kenyamanan.
    Selama ini semua pada berkoar-koar menuntut kenyamanan tetapi pada tidak mau keluar uang.

    [Reply]

  32.   cintaindonesia | Agustus 20th, 2011 at 14:52

    ya polisi juga kan sodara kita sebangsa, kalo mrka nda baek. artinya bangsa ini juga nda baek2 amat ya. ayo polisi baiki diri, kita2 juga baiki diri. nah kalo dah punya sifat n sikap yg baik pasti kita bisa mikir yg baik dan insya allah hasilnya juga baik ya kan. kemacetan adl keburukan ya ayo rame2 diatasi dg baik dg menjauhkan ego mo enak sendiri… kalo semua pada caci-maki trus apa dong solusinya… sakit hati he he he

    [Reply]

  33.   solomon | Agustus 20th, 2011 at 16:12

    seumur hidup saya tdk akan percaya polisi lalu lintas,karena semuanya yg dijalan itu koruptor.

    [Reply]

  34.   Pin | Agustus 20th, 2011 at 16:16

    Yang membuat tulisan ini di blog ini ternyata punya pengalaman negatif tentang polisi, sehingga yang ia tulis tentu sisi negatif polisi itu, padahal banyak tugas polisi yang mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat, namun sepertinya penulis belum menemukan hal ini dan belum ditulis dalam blognya, kalau mau melihat secara jernih, jangan pakai cara pandang (kacamata) penulis ini, silahkan ditelusuri peristiwa yang juga seimbang dan dipublikasikan juga sehingga ada keseimbangan dan juga dilihat aspek hukum boleh tidaknya tugas kawal itu dilakukan, bicara polisi seharusnya seimbang karena tidak semua polisi juga akan menerima penilaian negatif yang ditujukan kepadanya, sehingga tugas yang ia lakukan tidak semakin lebih baik, bayangkan bila bekerja saja dicerca apalagi berbuat salah, dan kepada polisi silahkan bekerja lebih baik, kepada penulis di blog ini silahkan anda belajar menulis dengan keseimbangan antara sisi negatif dan sisi positif, terima kasih.

    [Reply]

    divastro Reply:

    coba anda beri satu contoh tentang kinerja polisi yg murni melakukan sesuatu berdasarkan sumpah TRIBRATA ….selain nilang sama jual beli kasus dan jadi calo berseragam…..

    [Reply]

  35.   gentong | Agustus 20th, 2011 at 18:54

    Saya berujar dalam hati apa polisi lalu lintas masih ada yang bersih dan jujur ??????????????? jawabnya dalam hati juga

    [Reply]

  36.   Epa | Agustus 20th, 2011 at 19:48

    Sebenarnya kemacetan bisa tercipata dimana-mana. saya sendiri tinggal di Papua, wilayahnya luas, jalannya lebar, tapi toh macet juga.
    Mekanisme terjadinya kemacetan seperti berikut:
    Di Indonesia misalnya, setiap orang ingin mempunyai kendaraan sendiri, belum lagi satu anggota keluarga ingin punya mobol sendiri. Coba bayangkan kalau setiap orang (yg mampu beli mobil) ingin punya mobil sendiri dan dibawa sendiri, bayangkan berapa banyak kendaraan pribadi dijalanan? padahal didalam mobil hanya dia sendiri sekaligus jadi drive. Itu dia masalahnya; (terlalu banyak orang ingin berkendara dengan mobil pribadi).
    Bandingkan di Jepang, Amerika, Eropa, Taiwan dll: Disana orang-orang lebih suka naik kendaraan umum, naik sepeda bahkan jalan kaki. contoh I bus muat 30 orang, jadi bisa berhemat 30 kendaraan pribadi ga buat macet di jalan.
    yah semoga aja orang-orang di Indonesia bisa lebih loyal dan rendah hati untuk nyimpan mobil kerennya di garasi dan berbaur kepentingan umum. Jalan kaki, selain sehat, juga ramah lingkungan.
    Wah..wah..wah.. nagorah Nayak (bahasa papua artinya back to the nature) bless..!

    [Reply]

  37.   ary | Agustus 20th, 2011 at 19:48

    indonesia negara yang selalu menjadi bahan kritikan orang dari masalah kecil sampai masalah yang besar.. polisi sekarang lebih senang mengharapkan uang sogokan dari pengendara2 motor dan mobil….contoh lagi dibekasi tepatnya dikranji…setiap sore pasti macet,polisi bukannya mengatur lalulintas malah brdiri sembari matanya jelalatan….apa itu yang diajarkan dikepolisian???? sebagai polisi harusnya bisa menempatkan diri…dimana harus menilang,dimana harus mengatur lalulintas.begitu juga para pejabat mestinya bisa mengerti konsidi jalan,jangan asal jalan dikawal pas lewat jalur pulang kerja…diatur ulang lah jadwalnya biar sama2 enak….kita2 juga bayar pajak pa…

    [Reply]

  38.   Lidya | Agustus 20th, 2011 at 20:52

    Jgn biasakan menanamkan sifat iri dengki dlm diri kita, bukankah Allah SWT menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan, ada yg baik dan ada yg buruk, tdk semua baik & tdk semua buruk…, klu kita terlanjur melihat sesuatu itu jelek….maka yg akan kelihatan pasti semua kejelekannya, walaupun baik yg dilakukannya…kita akan melihat tetap dari segi kejelekannya…karna apa ??? karna sifat iri kita yg telah mengalahkan akal sehat…
    Bicara ttg POLISI…klu dia razia… selalu diartikan tanggal tua…pungli…dsb, belum tentu demikian…bisa jadi baru terjadi curanmor, copet dsb…
    Klu POLISI istirahat diartikan \ gak mau kerja \,,, bicara ttg pungli…pungli itu tdk terjadi klu tdk ada kesepakatan kedua belah pihak…jd jgn biasakan menolak klu akan ditilang…maka tdk akan ada pungli…. yg sering terjadi klu dah di stop POLISI (kelengkapan tdk cukup) seribu alasan akan disampaikan….dan selalu meminta selesai ditempat…. dibantu POLISI…malah bangga mengatakan POLISI bisa disogok…bukankah yg menyogok dan disogok sama2 salah (bukan hanya POLISI nya yg salah)…semoga membuka cakrawala berpikir kita…

    [Reply]

    saya Reply:

    Tapi kok jadi jadwal ya tiap tanggal tua ada operasi. Tiap tanggal tua ada curanmor?
    Ada teman saya mengadukan penggelapan motornya, dimintain duit sekian ratus ribu, teman saya ga mau lagian ga punya duit maklum mahasiswa, eh polisi ga mau mroses.
    Keluarga besar saya jg polisi, tau lah cerita setoran rutin ke pimpinan. Dan itu nyata. Polisi sendiri yang bilang!!!

    [Reply]

  39.   pesanseragamkantor | Agustus 21st, 2011 at 01:53

    tulisan menarik kawan.

    salam dari :

    http://pesanseragamkantor.blogdetik.com

    [Reply]

  40.   pangkalan berita unik | Agustus 21st, 2011 at 06:39

    Sudahlah..pasrah….Biarkan Tuhan Menghapus Dosanya….

    Pangkalan Berita Unik

    [Reply]

  41.   inspirasi | Agustus 21st, 2011 at 09:26

    Biang kemacetan adalah DPR,…. semua kebijakan di negara ini produk DPR, semua pejabat publik produk DPR …. jadi agar kemacetan bisa diatasi, CEPAT LAKUKAN PEMBAHARUAN DPR, ….. anggota DPR tidak perlu banyak-banyak seperti sekarang ini MUBAZIR uang rakyat menggaji dan memberikan fasilitas mewah (CUKUP 50 orang aja yang jadi anggota DPR tapi bekerja untuk rakyat),…….
    Mungkin gerakan TRANSFORMASI DPR menjadi penting dalam Transformasi bagi bangsa kita, sehingga Masytarakat Adil dan Makmur menjadi benar-benar terealisasi…..
    Semoga saja …

    [Reply]

  42.   cuplis | Agustus 21st, 2011 at 11:36

    “Polisi Lalu Lintas SERING “CIPTAKAN” Kemacetan ?” <= kata “sering” rasanya gak tepat.. Perihal kemacetan memang banyak faktor-nya.. tapi yang paling sering bikin macet adalah pengemudi kendaraan itu sendiri…

    iring - iringan yang di kawal biasanya hanya memakan waktu 3-5 menit untuk melewati ruas jalan sekitar 100-300 meter.. kalau yang saya perhatikan.. yang membuat ulah macet.. adalah pengemudi yang menempel alias “ikutan” iringan yang di kawal itu.. saling serobot untuk ikut dalam iringan yang di kawal..

    Polisi sendiri dalam kapasitas pengatur lalu lintas, sangat dibutuhkan di jalan raya, contoh-nya di Jakarta.. namun konsistensi mengatur lalin, di beberapa titik, kadang hanya sebatas jam tugas saja.. saat macet semakin parah, polisi suka menghilang, lalu di gantikan preman pengatur lalin….

    [Reply]

    Didiet Reply:

    iyah… alhamdulillah, dalam beberapa kesempatan aku pernah “nempel” iringan pejabat… lumayan bo… pernah dapet sekitar 5-6 kilometer di jalan toll menuju bandara, pernah juga baru dapet 300 meteran terus kena serobot… he..he..
    aku penyebab kemacetan…? yeee… nuduh! dimana-mana ada situasi bottle-neck, emang udah macet dari kemaren-kemaren, kaleee… lagian kalo gak macet, ngapain juga nempel iringan mobil pejabat…
    emang bagusnya sih pemerintah bikin sub-way atau mono-rail atau kombinasi keduanya. macet mungkin masih tetap ada, tapi pasti gak parah dan gak bikin stress. lihat aja di Kuala Lumpur atau di Paris. jadi temen-temen di sini gak perlu saling memaki. yuuk kita baikan… damai…!!!

    [Reply]

  43.   luckyjo | Agustus 21st, 2011 at 14:30

    Ya begitulah kondisi polisi lalin di Indonesia, ktnya sdh ga mempan “sogok”, eh tahu ga saudaraku seminggu lalu “kena” 20rb krn teman yg diboncengnya ga pki helm.
    Jadi bullshit kl smp hari ini aparat satu ini bebas dr uang sogok.

    Aparatnya aja “kotor”, gmn mau menegakkan hukum?

    [Reply]

  44.   jaka | Agustus 21st, 2011 at 19:53

    bertanyalah pd dlm diri kalian masing2,apa yg kalian lakukan jk sedang dlm perjlanan???

    [Reply]

  45.   divastro | Agustus 22nd, 2011 at 02:49

    mau jadi polisi BAYAR ,,makanya yg jadi polisi 80% otaknya di ragukan kemampuannya ,,makanya gak bisa ngatasi masalah mau itu kriminal or lalu lintas ,,gak bakalan beneeeerrrrr …makanya gw gak sudi punya sodara ,apalagi adik ,kakak ,bapak ,ibu jadi polisi ,yg kerjaannya di gaji pake duit rakyat tapi galak sama yg gaji ( rakyat ) seakan akan mereka adalah orang orang yg berada di atas hukum .ibarat pelihara anjing tapi gigit majikan ….( meskipun ada sebagian kecil yang benar benar mengabdi pada negara tetapi bukan pada rakyat )

    [Reply]

  46.   Abe | Agustus 22nd, 2011 at 05:37

    Wah wah rame nih, apapun alasannya. Yg jelas POLISI sebagai aparatur negara, (seharusnya) memiliki etika dalam bekerja. So, mereka bisa milih-milih kegiatan seperti apa yg semestinya di Dukung dan seperti apa yang tidak. Jadi apa yang ditangkap oleh masyarakat berupa image yg membanggakan bagi polisi di negeri kita

    (saya tidak memihak pada yg punya motor dan engga punya motor :P)

    [Reply]

  47.   Iba | Agustus 22nd, 2011 at 08:02

    Padahal ada jalur Air yang bisa dipake buat jalur khusus…jadi kalo ada rombongan yg minta dikawal suruh pake jalur air aja kali yah..:D

    [Reply]

  48.   panjul | Agustus 22nd, 2011 at 08:16

    Didalam kelemahan polisi pasti jg ada kelebihannya juga, rata2 orang menyalahkan motor sebagai penyebab kemacetan, bgmn dg angkot/bus umum yang berhenti sembarangan/mengendarai secara zigzag, lalu bagaimana dengan mobil? bukankah jalan tol saja sering macet? jadi penyebabnya adalah moral semua pengendara di Indonesia

    [Reply]

  49.   Adi Susanto | Agustus 22nd, 2011 at 09:45

    logika terbaliknya, disetiap ada kemacetan pasti saja ada polisi. anehnya bukan untuk melerai kemacetan tersebut |kebanyakan|, namun malah menciptakan, ada yg alih2 pemeriksaan SIM;STNK dll malah membuat macet. SEMANGAT POLISI, perbaiki citramu!

    [Reply]

  50.   bambang | Agustus 22nd, 2011 at 10:03

    SEGERA PERLAKUKAN PAJAK PROGRESIF UNTUK KENDARAAN BERMOTOR, OTOMATIS JUMLAH KERNDARAAN AKAN BERKURANG DAN PATA MENGURANGI KEMACETAN DI JALAN RAYA..

    [Reply]

  51.   Xleo | Agustus 22nd, 2011 at 10:23

    yang miskin ditindas yang kaya dibiarkan bebas malah rakyat biasa di tendang dijalanan ama mereka yang tamak akan harta…… kebut2an pula merekanya apa kata dunia………kalau indonesia terus kayak gini Gan……

    [Reply]

  52.   dodo | Agustus 22nd, 2011 at 10:30

    Polisi emang ngerugiin masyarakat mau nya dia orang sendiri yang paling benar…polisi hanya berkedok instutusi…

    [Reply]

  53.   Batavusqu | Agustus 29th, 2011 at 13:49

    Salam Takzim

    Usaha menambah sahabat terkadang salah
    Usaha menambah ilmu terkadang keliru
    Dipenghujung Romadhan yang penuh berkah
    kusambut Aidil Fitri dengan rindu

    Mohon maap segala salah
    Mohon maap kekeliruan itu
    Minal Aidin wal Faidin

    Salam Takzim batavusqu

    [Reply]

  54.   top 1 oli sintetik mobil-motor indonesia | September 3rd, 2011 at 09:25

    yah itulah beda pejabat dan rakyat jelata

    [Reply]

  55.   abah | Oktober 9th, 2011 at 09:45

    polisi itu melayani masyarakat. yang saya soroti disini kata “melayani” nya ini. harusnya yang namanya melayani itu bersifat sosial, siapapun berhak dilayani.. tapi apakah gratis minta vorjrider? apakah gratis minta bantuan ini itu? tetep aja, namanya polisi di kita ya ujung2nya harus ada insentif yang mereka dapat, baru bisa melayani. walaupun sebenarnya gaji pokok yang mereka terima sudah cukup, harusnya .

    [Reply]

Leave a Comment