hari kebangkitan nasional

Pada jaman perjuangan dahulu tepatnya 20 Mei 1908 ( Berdirinya Boedi Oetomo) Kebangkitan Nasional di kumandangkan bukan hanya ceremonial atau pemanis semu saja namun untuk berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Berbeda dengan akhir-akhir ini, Sudah berkali-kali bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional tapi ternyata itu masih lebih sebatas ceremonial semata.

Hal ini bisa kita lihat dari moral-moral pejabat di negeri ini yang sudah puluhan tahun kita merdeka tapi kemiskinan, kelaparan, busung lapar, anak-anak putus sekolah, dan yang lain masih begitu mudah kita temukan di sekitar kita.

Saat masih banyak anak2 di negeri ini kelaparan dan busung lapar, mereka malah berasyik ria tidur saat sidang, korupsi, mesum,Adu Jotos di ruang sidang, dan terakhir liat video porno saat sidang ! salahkah jika itu disebut "SANGAT MENJIJIKAN" ??

Saat masih banyak anak2 di negeri ini kelaparan dan busung lapar, mereka malah berasyik ria tidur saat sidang, korupsi, mesum,Adu Jotos di ruang sidang, dan terakhir liat video porno saat sidang ! salahkah jika itu disebut "SANGAT MENJIJIKAN" ??

Sedangkan di sisi yang lain justru kita melihat pejabat-pejabat negeri ini yang seharusnya mengurus dan memberi solusi atas maslah diatas justru semakin lama semakin lebih “menjijikan” perilaku mereka.

Sudah berapa kali kita melihat misalnya DPR tidur saat sidang, terjerumus kasus korupsi, adu jotos saat sidang, bahkan yang baru-baru ini terjadi seornag anggota dewan justru berasyik-asyik ria menonton video porno saat sidang paripurna.

Bukan hanya itu saja, anggota DPR yang selalu beralasan tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengentaskan kemiskinan dan masalah sosial yang lain justru mengajukan anggaran trilyunan rupiah untuk membangun gedung DPR. Walaupun pada akhirnya anggaran tersebut diturunkan tapi tetap saja itu merupakan sebuah bukti betapa DPR memang tidak memiliki rasa simpati yang tinggi terhadap penderitaan rakyat.

Selain hal tersebut diatas ada juga kisah para wakil rakyat yang menghambur-hamburkan uang rakyat untuk melakukan kunjungan ke Luar Negeri dengan alasan study banding. Sebuah alasan yang oleh banyak masyarakat di tolak tapi tetap saja dengan tanpa rasa malu mereka tetap saja “nekad” melakukan kunjungan ke Luar Negeri yang tidaka da yang berani menjamin bahwa kunjungan mereka membawa perbaikan untuk bangsa ini.

Melihat masih banyaknya keburukan dan minimnya prestasi para pejabat dan wakil rakyat serta pejabat-pejabat terkait dalam memajukan dan mengelola negeri ini, mungkin jangan salahkan masyarakat jika sebagian rakyat akan mengatakan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang selalu di peringati setiap tanggal 20 Mei di Indonesia hanya sebatas Ceremonial semata.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

  • Facebook
  • TwitThis




15 Comments to “Hari Kebangkitan Nasional di Indonesia Hanyalah Ceremonial Semata ?”

  1.   husin | Mei 20th, 2011 at 14:13

    setuju boss….

    [Reply]

    aribicara Reply:

    Yang pasti setuju bahwa moral2 yg “menjijikan itu selayaknya tdk di miliki pejabat dan wakil rakuyat kita yach ? :)

    [Reply]

  2.   anny | Mei 20th, 2011 at 14:33

    Ya ampuunnnnn……..aku sampai teraduk ini emosi lihat tingkah laku perut2 gendut di foto itu, astagfirulahhhhh….

    [Reply]

    aribicara Reply:

    Sudah lama juga ak gak ngumpat2 mereka Teh :)

    [Reply]

  3.   Pencerah | Mei 20th, 2011 at 17:08

    bangkit bersama untuk mandiri

    [Reply]

    aribicara Reply:

    Ternyata cocok juga yach MOTTO dari PNPM Mandiri ? :)

    [Reply]

  4.   sukini | Mei 21st, 2011 at 08:29

    Sebagian masyarakat bangsa kita sangatlah kurang untuk berintropeksi diri, kita mesti sama-sama belajar dari pengalaman sejarah, bekerja tanpa pamrih…. itulah yang kurang dimiliki oleh para wakil-wakil rakyat jaman sekarang ini… Teladani para pendahulu kita, para pahlawan kita….Niscya negeri ini akan makmur tanpa kekurangan apa apa…

    [Reply]

    aribicara Reply:

    Dan ironisnya setiap perayaan hari kebangkitan nasional atau perayaan yg lain, rakyat seolah hanya di bohongi dengan acara2 ceremonial semata yach ? :(

    [Reply]

    any Reply:

    saya yakin buruh pun tak mau kerja tanpa pamrih

    apalagi pejabat

    [Reply]

  5.   Erfano Nalakiano | Mei 23rd, 2011 at 10:08

    ini nih kang…kapitalisme!!!
    yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin!!!
    Semoga kita..yang masih punya hati nurani ini bisa terus berempati dan berbagi!!!

    Salam,

    Seru jadi Guru :)

    [Reply]

    aribicara Reply:

    Semoga saja anak2 didik dari orang2 seperti dirimu kelak benar2 menjadi generasi yg tidak seperti mereka , Amiiin :)

    [Reply]

  6.   rayafr | Mei 24th, 2011 at 07:04

    Sangat miris melihatnya, yang terpenting dari diri kita aja dulu ^P^, bukan tidak membiarkan para perut gendut tapi karma sekarang langsung dapat dieasakannya juga…so pasti

    [Reply]

  7.   emil | Mei 25th, 2011 at 08:32

    SEdari dulu, semua kegiatan peringatan hari2 besar yang berkaitan dengan sejarah cuma ceremonial, hanya berubah slogan dari tahun ke tahun…….

    [Reply]

  8.   Yudishtira | Mei 26th, 2011 at 18:58

    kepicikan berpikir dan kebijaksanaan semu yang di tampilkan, sehingga masyarakat pun hanya menjadi sebuah obyek yang tidak akan pernah dapat menggapi mimpi untuk bisa mendapatkan kesejahteraan yang sebenarnya.. semoga kebangkitan yang kita rasakan pada nurani kita akan lebih berharga ya.. rie.. sukses dan makasih

    [Reply]

  9.   Yudishtira | Mei 26th, 2011 at 19:00

    sedih dan trenyuh karena kepicikan berpikir dan kebijaksanaan semu yang di tampilkan oleh para yang terhormat, sehingga masyarakat pun hanya menjadi sebuah obyek yang tidak akan pernah dapat menggapi mimpi untuk bisa mendapatkan kesejahteraan yang sebenarnya.. semoga kebangkitan yang kita rasakan pada nurani kita akan lebih berharga ya.. rie.. sukses dan makasih

    [Reply]

Leave a Comment