Partai Politik Tidak Memiliki Kader Profesional ?
Politik Februari 8th, 2010
Isu resuffle Kabinet Presiden SBY jilid II kian mencuat ke permukaan, hal ini membuat sedikit gerah para mitra koalisi yang mendukung Pemerintahan SBY. Namun ada juga yang merasa tenang-tenang saja dan menganggap itu wajar dalam politik karena pemerintah memang yang memiliki wewenang terkait hal itu.
Resufle dalam sebuah kabinet/meneteri dalam pemerintaha kita bukan kali ini saja, pada pemerintahan Presiden SBY yang pertama juga sudah pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Dan lagi-lagi itu hak Presiden.
Namun lebih penting dari itu semua, jika memang ada resufle kabinet, yang harus dijadikan pedoman oleh SBY sebagai Presiden harusnya memilih para menteri yang berasal dari orang-0orang profesional. Ini menjadi penting dikarenakan permasalahan-permasalahan yang muncul di negeri ini pada kenyataanya dibutuhkan dan diselesaikan dengan cara Profesional dan bukan melalui jalur keputudan POLITIK, dimana ketika sebuah permasalahan negeri ini muncul dan terjadi kemudian diselesaikan dengan cara Politik, maka itu menjadi sesuatu yang Ironis. Ironis karena negeri ini negara hukum dan jika itu sebuah permasalahan yang melanggar hukum, maka sudah sewajibnya masalah tersebut diselesaikan melalui jalur hukum pula, dan itu berarti didalamnya dibutuhkan sikap profesional dari semua belah pihak.
Di Indonesia sendiri kelihatanya sangat sulit untuk memiliki kabinet atau menteri atau juga pejabat-pejabat BUMN yang berasal dari orang-orang profesional, ini dikarenakan di Indonesia partai politik seolah masih di “DEWA-DEWA”kan dalam sebuah kekuasaan dan jabatan sehingga mereka yang bisa duduk dalam sebuah jabatan menteri harus dan kebanyakan dari partai politik yang SAYANGNYA, sangat sedikit orang-orang yang terjun dalam dunia politik memiliki keahlian dibidangnya atau sering disebut sebagai orang-orang profesional.
Dan inilah Ironi dunia Politik kita. Dimana sudah menajdi fakta bahwa Partai Politik tidak bisa melahirkan banyak orang-orang profesional dalam suatu bidang tertentu, sehingga saat menduduki sebuah jabatan mereka bukan ahlinya, dan menjadi sebuah masalah jika sebuah pekerjaan ketika tidak dikerjakan oleh orang-orang yang ahli dibidangnya maka tunggulah kehancuranya. Mungkin mereka bisa berkilah bahwa yang dibutuhkan pemimpin adalah jiwa kepemimpinanya. Tapi bagiku itu sebuah ungkapan yang bodoh dan sangat sempit pemikiranya.
Dan pada saat PEMILU yang lalu banyak fakta yang membuktikan bahwa Gagalnya pengkaderan dalam partai politik yang bisa melahirkan orang-orang profesional adalah adanya Gerakan dari partai politik yang beramai-ramai merekrut para Artis Ibukota untuk dijadikan kader “dadakan” mereka untuk bisa mengambil suara rakyat.
Ironisnya saat ini banyak sekali wakil rakyat kita diparlemen yang tidak tahu tentang ilmu politik itu sendiri dan bahkan secara “BLAK-BLAKAN” beberapa saat yang lalu ada sebuah acara Televisi yang mengungkap Betapa mereka para wakil rakyat ada yang terlihat begitu “BODOH” karena TIDAK BISA menyebut salah satu SILA dalam 5 sila PANCASILA. Tidakkah itu sebuah KEBODOHAN yang NYATA ?


About



kemarin saia juga nonton sekelebatan acara Si Jon Pantau itu, mas…
sangat prihatin dengan komepensi wakil rakyat kita….
pengetahuan dasar ajah nggak nyampai, gimana mau mengurai masalah yg berat ya? hehehe
harusnya parpol lbh profesional dlm merekrut kadernya ya, mas…
tapi, begitulah wakil rakyat…
mereka hanya mewakili rakyat tertentu….
[Reply]
gak hapal pancasila sih gak papa mas, yang penting mereka harus hapal terhadap janji-janji mereka kepada konstituen dan memujudkannya
, soal pengkaderan dipartai politik seharusnya bisa terjadi jika komitmen dan kelegawaan pimpinan partai dan sesepuh partai dalam memberikan tongkat estafet kepemimpinan didalam partai, dan profesionalitas bisa didapatkan kok dari sistem pengkaderan partai yang berjalan baik.
[Reply]
/me semakin bangga dengan pilihan untuk tidak memilih…
[Reply]
Bongkar pasang kabinet ! Kayaknya sudah jadi tradisi yah di negeri ini. Kalau kurang bagus, bongkar ! Ujung2nya Parpol merasa disingkirkan oleh Si Pemberi Amanat !
[Reply]
Benar-benar kebodohan yang nyata, yang seharusnya membuat malu… untuk menjadi seorang wakil rakyat.
Peace!
[Reply]
apa kata dunia
ckckckc
mudahan menjadi lebih baik saja
kita doakan saja
[Reply]
wakil rakyat seharusnya merakyat jangan tidur waktu sidang soal rakyat
[Reply]
Ngga hafal PANCASILA, belajar dulu sama anak-anak SD. *Nih para Bapak Ibu Wakil Rakyat kaga pernah SD kayaknya.*
[Reply]
selama berpolitik adalah kegiatan untuk cari uang dengan segala cara, entah cara buruk atau buruk sekali, akan butuh waktu yang lama untuk membenahi negara ini.
[Reply]
Nyata-nyata bodoh kaleeeeeeee ….
Salam.
[Reply]
Jaman sekarang memang gak pentingin penataran P4, rasa nasionalis sudah luntur, pada ngusung kebebasan tak bertanggung jawab, huhhh…..hal ini sangat membuat mental anak2 didik tumbuh dalam didikan liberal yg tak tau sopan santun juga tak berilmu, ada yg berilmu juga tak digunakan secara tepat, akhirnya begitulah seperti postingan ari ini keadaan negeri kita
[Reply]
jd gimana solusinya bos?
agar bisa melahirkan sosok2 / kader partai yg profesional ?
[Reply]
manusiawi
[Reply]
heu ngomongin politik nih sekarang..
[Reply]
klo professional tapi gak punya masa, gmn bs terpilih jd wakil rakyat ?
[Reply]
politikana ya bang?
(geleng2 nggak ngerti)
[Reply]
Dalam politik tidak penting profesional. Yang penting jago ngomong (NATO = No Action Talk Only).
Biar seperti penonton sepak bola.
Yang profesional cukup domainnya executive (pejabat dipemerintahan). Karena pejabat inilah yang menjalankan kekuasaan. Bangsa ini bisa maju apabila pejabatnya tepat menjalankan amanat yang diembannya.
[Reply]
CERITA DITAHUN1955 kini seperti muncul lagi kesemrawutan
tak kunjung selesai.Situasi menjadi reda setelah preaiden Soekarno mengeluarkan dekritnya.Siapa tokoh kuat seperti Bung Karno itu?
[Reply]
kata Presiden Soekarno..’politik itu kotor, tetapi tergantung orangnya, kl orangnya bersih maka akan baik politiknya, tapi kalo orangnya tidak baik maka politiknya akan jelek/jahat”.
Lebih baik didik anak2 kita menjadi pengusaha biar bisa membuka lapangan pekerjaan, dampaknya langsung ke masyarakat dan ekonomi….bosan dgn politik yg gak beretika…..
[Reply]
orang profesional duduk dipemerintahan ataupun pimpinan BUMN masih susah sekarang, kalaupun ada pasti banyak musuhnya
Jika ingin maju ya memilih orang2 profesional yang tahan banting
[Reply]