Kontroversi Pesawat Khusus Kepresidenan
Politik, aribicara Januari 29th, 2010
Mungkin kabar terkait di putuskanya pembelian pesawat khusus kepresidenan oleh DPR belum begitu mencuat, namun kabar ini oleh beberapa pihak sudah langsung menimbulkan kontroversi, Jika menurut DPR yang telah menyetujui terkait rencana pembelian pesawat khusus kepresidenan ini menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menghemat biaya sewa pesawat yang selama ini dinilai sangat mahal, sehingga dengan perhitungan dan pertimbangan ini maka DPR menyetujui tentang rencana pembelian pesawat kepresidenan ini, selain alasan itu DPR juga menambahkan alasanya bahwa dengan adanya pesawat kepresidenan ini nantinya diharapkan kerja presiden menjadi lebih cepat, efective dan efisien dalam melakukan kunjungan kerja yang membutuhkan pesawat sebagai kendaraanya.
Sedangkan dari kubu yang kurang sependapat dengan DPR tentunya para Organisasi masyarakat yang menilai bahwa rencana pembelian pesawat khusus kepresidenan ini dikarenakan waktunya yang belum tepat karena keadaan Indonesia saat in9i belum seperti negara-negara yang saat ini sudah memiliki pesawat khusus untuk presiden, Negeri ini masih begitu banyak memiliki masalah-masalah sosial yang berbanding berbalik dengan keadaan para pejabat. Kemiskinan, pengangguran dan masalah sosial yang lain masih banyak di negeri ini sehingga dikhawatirkan mengundang emosi masyarakat bawah. Terlebih baru-baru ini rakyat juga masih banyak kecewa dengan beberapa kebijakan pemerintah terkait pengadaan mobil mewah untuk para menteri dan beberapa waktu yang lalu terkait pembiayaan pagar Istana yang begitu mewah ditambah lagi soal terkait biaya renovasi rumah mewah untuk anggota DPR yang semua itu membutuhkan biaya lebih besar lagi yang secara ootomastis itu merupakan pemborosan uang rakyat juga.
Terkait kontroversi tersebut saya pribadi menilai memang pemerintah dan DPR dan semua yang terkait dalam mengeluarkan kebijakan terkait pesawat khusus kepresidenan ini harus benar-benar ditentukan dengan pertimbangan yang benar dan tidak merugikan rakyat. Terkait tentang hitung menghitung antara lebih boros dan lebih hemat pembiayaan ketika pesawat kepresidenan sewa dengan ketika pesawat kepresidenan dimiliki secara khusus, hal ini juga harus dilakukan penghitungan yang matang dan bukan penghitungan asal-asalan sehingga nantinya bukan menjadikan lebih hemat, akan tetapi justru jauh lebih boros dibandingkan dengan sewa.
Pertimbangan yang lain tentunya terkait efektifitas kinerja Presiden, Saya pikir yang harus dijadikan “Pathokan” Utama oleh presiden dalam mendukung kinerjanya sebagai presiden janganlah hanya diukur dari masalah pesawat sewa atau milik sendiri saja namun seharusnya Presiden menggunakan “Pathokan” lain yang sebenarnya jauh lebih banyak, Misalnya seorang presiden untuk lebih efektif dalam melakukan kinerjanya bisa saja dengan cara lebih “MEMAKSA” para pembantu presiden dalam hal ini para menteri yang ada di setiap lini bidang harus DI PAKSA bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga kemajuan dari setiap bidang yang dipimpin oleh para menteri itu bisa menghasilkan kerja dan hasil kerja yang nyata sehingga banyak kemajuan-kemajuan di setiap lini bidang.
Dan mungkin masih banyak lagi cara agar kinerja seorang presiden itu jauh lebih hemat dan efectiv dibandingkan hanya dengan membandingkan efetivitas dan penghematan dari disediakanya pesawat khusus kepresidenan. Dan menurut saya pribadi, selama ini bukankah kunjungan presiden juga paling banyak hanya berkunjung dan berpidato dan kemudian melakukan koordinasi dengan pemimpin-pemimpin di daerah, bagaimana meninjau hasil kinerja mereka di daerah dan yang terkait hal itu saja bukan ?
Dan menurut saya sebenarnya itu semua bisa dilakukan dengan cara yang lain, misalnya dengan memanfaatkan teknologi teleconfrence kepada pejabat-pejabat negara di daerah menurutku itu jauh lebih efective dan jauh lebih menghemat biaya uang negara. Walaupun kunjungan itu penting tapi jika kunjungan itu hanya sebatas “Ceremonial” saja itu bukan hanya pemborosan uang negara melainkan juga bisa dikatakan sebagai penghianatan atas fasilitas negara.


About



Biar lebih bergengsi gitoe lho!Q setoedjoe adja njang penting ga maloe-meloein, Biar ga kalah ama sosok RI-1.
[Reply]
apa saja yang diputusken pasti kontroversi di negeri ini
terlalu banyak yang vokal, no contribute.
[Reply]
Setubuh sama Wempy. Eh Setuju dink
Mas Ben
http://bentoelisan.blog.com
[Reply]
Negara ini mirip cerita wae..yang di atas sibuk cari fasilitas yang bawahan sibuk memfasilitasi..wis dikukuti yo
[Reply]
saya Setuju aja mas, mungkin untuk Keselamatan Presiden harus terjamin. Tapi harus di Audit juga tuh, agar transparan !
[Reply]
Gak setubuh. Boro-boro beli pesawat lagi. Saat ini saja presiden dan wakil sudah dapat hak istimewa untuk menggunakan bandara halim perdana kusuma. Paling nggak kan itu sudah bisa diartikan, presiden sudah punya bandara khusus. Biaya pesawat ditanggung negara, kalau pesawat keprisidenan, biaya juga ditanggung negara. Lalu apa yang berubah?
Yang berubah hanyalah, menambah pengeluaran negara untuk beli pesawat dan maintenance-nya. Dan belum tentu kasus rumah dinas TNI tidak berulang pada pesawat keprisidenan, mengingat prisiden kan juga bekan TNI toh. Ada kemungkinan kebiasaannya masih mirip-mirip.
Kalau sudah pensiun, anak istri masih merasa memiliki rumah dinas, mungkin juga pesawat dinas. Yang membiayai? Tetap negara kan?
[Reply]
Kita positif thinking aja dan segala sesuatu memang harus transparan dan kita dituntut jangan berpikir pakai emosi saja namun lihat kebijakan2 yang kita tidak tahu, dan kita lihat bagaimana pertanggungan jawab pemerintah terhadap keputusannya, kita berharap yg terbaik yang didapat semua pihak
[Reply]
serbu…eh salah setuju ,mas
hehehe….
[Reply]
boleh deh..
[Reply]
yang penting transparan dan gak di mark up, saya sih setuju aja,…
[Reply]
Yang perlu diperhatikan;
1. Perlu dan mampu: jika memang perlu, belilah sesuai kemampuan, tak usah berlebihan.
2. Proses transparan dan akuntabel; jgn korupsi dan kolusi.
3. Manfaatkan dengan optimal dan semestinya.
Salam ngeblog dg rasa
[Reply]
yg kemaren mobil mewah, sekarang pesawat. Jenenge pemborosan iki, ra eleng wong cilik sing sedina durung karuan mangan. Kalo SBY ngaku pemimpin dan KTP nya bertulis “agama:Islam”. Baca tuh QS At-Tiin. Dibaca yg bener, terus direnungkan. Inget akhirat “Pak Peye”
[Reply]
Pak Presiden….Lakukan apa yang kau Mau…toh juga anda sudah punya Bamper dgn “gemuknya” kabinet anda dan yg paling kuat bampernya adalah koalisi suara Parlemen yg begitu besar. Jd hampir pasti anda “aman” dan “yakin sampai kesana”. Pak Presdien SELAMAT BERBUAT SEMAUMU!!!
[Reply]
biar bapak presidennya lebih aman dong mas
lagian ya masih mikir beli pesawat kepresidenan, knp ga mikir hal lain yg lbh penting ya? herman bener
[Reply]
menurut saya sah2 saja kl mau beli pesawat kepresidenan..kl duitnya ada kenapa enggak dari pada nyewa terus kan bayar jg, yg penting bermanfaat untuk tugas kenegaraan…dari pada di korupsi terus mendingan di beliin barang, yg penting si presiden kerjanya beneran bilangin ke mentri2 nya dan jajarannya untuk tidak korupsi uang negara, inget juga rakyatnya masih butuh bantuan pemerintah….
[Reply]
setuju dan tidak setuju
berharap kinerja presiden lebih baik lagi…
[Reply]
Transparan? asiik bisa liat paha pramugarinya dari luar hehehehe. Dan berhubung belinya pake duit rakyat semua rakyat diperbolehkan tanda tangan di bodi pesawat.
100 hari = 100 fasilitas
[Reply]
Lihat dari segit positif, sebagai kebutuhan utama atau tidak. Mungkin kalau naik pesawat komersial bolak balik juga biaya akan tetap jadi kritikan. tapi… harus diperhatikan juga, sudah seimbangkah pemenuhuhan kebutuhan terhadap pemerintah dan pemenuhan kebutuhan terhadap rakyat. That all
salam
[Reply]
Amerika saja punya “Air force One”, Indonesia juga boleh lah…
[Reply]
[Reply]
selama ini nggak pake khusus aje ini lancar kok,
jangan-jangan ……????
Nggak tahu deh ….. tapi kamu pasti tau…
bravo
[Reply]
wah, asik nih, ini proyek, berarti kaya lagi, negara ini khan miliknya yang berkuasa, biar bicara apa pasti ngak di dengar deh, apalagi lagi atas nama rakyat, itu mah bulshit, rakyat mana?, hhuahahahahaa….pokoknya mau beli pasti beli, mumpung jadi presiden, kesempatan nikmati fasilitas. huahahahahaha….
[Reply]
waaaah… proyek baru lagi neh, mungkin karena sedang carut marut bank century jadi agak kontroversi kali ya mas, hehe… yg jelas kata seknek biaya sewa lebih mahal dari pada belinya… Waahhh biar keren.
[Reply]
dari dulu namanya sewa mang lebih boros daripada beli sendiri
[Reply]
Beli dah sono…….duit negara ini repot amat kn nti jg anak cucu kita yg nanggung utangnya,…tul to….hehe…1000X
[Reply]
kalo menurutku sih boleh boleh aja..tetapi perlu dilihat dulu belinya karena apa..untuk efesiensi atau sekedar pamer. kalau utuk efesiensi menurutku kurang tepat, karena sekali beli tuh pesawat maka segala macam biaya akan timbul, mis maintenace pesawat, crew pesawat, dll, dan juga utilisai pesawat tidak maksimal dalam arti kata banyakan nongkrongnya.., tapi kalo sekedar pamer sih..terserah….
[Reply]
beli aja lah gitu aja repot…..
[Reply]
gak tau lah..
lakukan aja mana yg lebih baik..semoga gak berguna dan gak merugikan org lain..hehe
klo emang perlu kenapa gak?
[Reply]
*semoga berguna
(salah ketik) hehe
[Reply]
Selama lelaku saya, saya hanya gedeg-gedeng (kayak robot gedeg), lihat rakyat makan nasi aking, eh penjabat naik mobil mewah sambil njengking. lihat rakyat jadi melarat eh malah Mr. Pepsodent malah milih-milih pesawat…wah..wah..jadi batal lelaku untuk mencapai polpres nanti
[Reply]
yahhh..bakal ada demo lagi nih
bosan dgn smua kontroversi di negri ini
rie..pokeran aj yuuuk
[Reply]
nyesel saya coblos SBY…..
[Reply]
Maka berlombalah jadi pejabat biar menikmati semua fasilitas kelas satu. Rakyat urusan sekian setelah urusan pribadi. @ sukmayazlatan :saya gak nyoblos sby, jadi saya gak ikut kontribusi menaikkan mereka, hehehe…
[Reply]
Saya sependapat dengan kalimat pada bagian akhir posting: “Walaupun kunjungan itu penting tapi jika kunjung an itu hanya sebatas “Ceremonial” saja itu bukan hanya pemborosan uang negara melainkan juga bisa dikatakan sebagai penghianatan atas fasilitas negara.”
Dan saya punya kekhawatiran serupa dengan komentar Budi: “..sekali beli tuh pesawat maka segala macam biaya akan timbul, mis maintenace pesawat, crew pesawat, dll, dan juga utilisai pesawat tidak maksimal dalam arti kata banyakan nongkrongnya..,”
[Reply]
setuju…masa presiden ga ada istimewa2nya..
malu dong nyewa garuda terusss..kalo punya khusus presiden sendiri kan asik.
[Reply]
wew.. sekali lagih sayah ketinggalan berita. dooohh.. kalo mereka beli pake duit sendiri, gimana? hanya usul doang kok
[Reply]
Pesawat kepresidenan lanjutkan Tunjangan profesi guru hentikan saja atau beban mengajar ditambah jadi 36 kam tatap muka setuju SETUJUUUUUUUUUUU.
[Reply]
Ujung-ujungnya kan duit juga. Klo bli pesawat itukan artinya sebuah proyek, nah proyek ini bisa menghasilkan uang jajan tambahan …..
Salam.
[Reply]
Saya juga setuju, karena untuk kepentingan negara. Yang penting semua teraudit dengan rapi, jangan cuma transparan, tapi terbuka. Seperti laporan-laporan perusahaan di media massa, suka ada tuh laporan tahunan PT.A atau PT.B. Nah seperti itulah seharusnya.
Trus kita juga harus bersyukur dan bisa jaga diri dan omongan kita. Kita ini bisa apa? Bisanya menghujat, dan lain-lain.
Kita saja belum bisa menciptakan lapangan kerja, bisanya cuma mencari kerja. Hehehe
Kita bekerja saja dengan baik. Beribadah dengan baik.
Jadi orang baik. Semoga Allah SWT merindhai. Amin.
[Reply]
Singkat aja.
Kalau mau makan sate atau sop kambing, kenapa musti melihara kambingnya?
[Reply]
sense of crisis-nya SBY = 0
[Reply]
perlu juga pake itu. Keamanan dan kenyamanan memang diperlukan buat orang BESAR. Kalo Anda orang kecil? nggak usah pingin pesawat.mendingan beli pesawat-pesawatan. hihihihi…
[Reply]
coba itung-itung lagi, beli pesawat sama sewa pesawat.kalo sewa kan bayar sesuai pemakaian. kalo beli kan ada banyak biayanya. mulai dari perawatan, kru, suku cadang,belom pajaknya. trus di gunakannya kan gak sering2 banget. kalo beli pake uang sendiri sih gak apa2. mendingan duitnya buat perbaikin sekolah2 yang mau pada ambruk….
[Reply]
Beli aja deh!!! biaya perawatan dll itu mah gampang? kalo lagi dipake disewain aja biar balik modal!
eh nanti kita semua patungan sewa rame-rame! gimana? lumayan bisa incip-incip jadi presiden kali!
[Reply]
saya sependapat dg bapak…
saat ini belum tepat, menurut saya “untuk menghambur-hamburkan uang” saja. Dalam 100 hari kerja, permslahan didalam negeri masih carut marut terutama Penegakan HUKUM. Untuk apa pulang pergi ke luar negeri tp urusan dalam negeri BOBROK !
[Reply]
mas ari, lama tak berkunjung ke blogmu
wah makin mantap saja postingannya
keren
[Reply]
Saya tidak tahu harga pesawat dan berapa biaya yang habis untuk sewa pesawat demi mendukung aktivitas kepresidenan. Namun, kalau berdasarkan pengalaman pribadi, punya motor sendiri lebih hemat daripada tiap hari naik ojek, juga lebih efektif karena jadwalnya bisa diatur sendiri, tak tergantung penyedia layanan. Kalau memang memiliki pesawat khusus untuk kepresidenan lebih efektif kenapa tidak? Saya melihat argumen DPR sudah masuk akal, melihat efeknya secara jangka panjang.
Tentang teleconference, itu memang akan meringkas jarak, efektif. Tapi ada satu elemen yang ‘pudar’ pada teleconference yaitu, emosi, empati, simpati, dll yang berhubungan dengan hati. Bertatap wajah secara langsung dengan ber-tele-conference beda emosionalnya. Mungkin diseimbangkan saja ya, intensitas antara tele-conference dan tatap wajah.
[Reply]
beli pesawt g usah mahal2 yg penting bsa smpai tujuan n slamat. tapi dng syarat dong! 1. tdk utk wisata kelg presiden.2.tdk utk kampanye pemilu.3 klo berkjng ke daarh2 hrs membawa misi atw pro rakyat 4. ini yg paling PENTING menggunakan pesawat pribadi presiden swtk berkjng kedarh2 presiden tdk boleh mementing dirinya dulu atau PENCITRAAN dirinya. hrs pro pada rakyat slama ini presiden hny mementingkan diri sndri drpd negera n rakyatnya okey!!
[Reply]
pak presiden kurang peka ama rakyat, mana janjimu…!
[Reply]
artikel ini sangat mencerahkan..
[Reply]
Taon ini “ruang oval” alias “pentagon” di istana merdeka,kelaar,taon dpn beli pesawat kepresidenan , taon dpn nya lagi beli mobil kepresidenan kaya pny Obama,selanjtnya,… jadi deh RIS (Republik Indonesia Serikat)
[Reply]
Setuju…tapi pesawatnya harus buatan Indonesia, Kemana tuh pesawat Gatutkoco yang diproduksi PT. Nurtanio ??? Sayang sekali kok dibangkrutkan ya…
[Reply]
Apapun alasannya…ingat dong itu yang di pke duit rakyat, mendingan duitnya buat mengentaskan kemiskinan, tuh di kolong jembatan orang miski pd tidur di situ…ga punya rumah….g mana sich…
[Reply]
negara ini terlalu banyak kontroversi…
sibuk menyelesaikan kontroversi dibanding membangun negaranya..
lebih enak ngeblog !!!
[Reply]
mantap sudah
setelah mentri di kasih mobil, presiden harus pesawat dong?! kalau gaji yah naik sama2 biar mentrinya sejahera.. kalau uang neara kita kurang toh tinggal naikin tarif dasar listrik dan jual hasil bumi indonesia wong negara kita kaya kok?!
kalu rakyat menjerit? tinggal melas2 nangis acting sprti di sinetron pasti rakyat mengerti
ckckckck
[Reply]
takut saya koment berat2 hahahah ntar dikira penghinaan lagi trus dipanggil ma pak polisi… ^_^
tapi begitulah negara ini semua kacau balau
dari sekolah - kampus - pemerintahan semua kacauuuu… gag ada yang beres….!!! KORUPSI, SUAP MENYUAP adalah Hal yang lumrah, coba tanyakan kepada pegawai negeri dan suruh ia menjawab dengan hati nurani maka dia akan berkata… sesuatu yang mengecewakan kecuali dia adalah penikmat hal-hal mengecewakan itu.. dan semua orang pun tahu tapi membiarkan begitu saja. itupun klo ada yang berani untuk berkomentar (tak tahu jadinya apa masih seperti dulu masih maen tembak “ada penembak misterius” atau dijemput paksa dan hilang tanpa jejak…!!!
salam kenal mas…..!!! dari sulawesi selatan
[Reply]
jika pakai uang pribadi untuk membelinya ok , kalau pakai uang rakyat … yaa dipertimbangkan dululah .. seperti pendapat yang lain .. masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan .. rakyat berhemat kok pejabat malah foya foya …
Jumpa lagi mas Ari ..
[Reply]
presiden tidak peduli nasib rakyat yang skr lagi menderita
[Reply]
kl itu untuk penghematan apbn napa harus repot ,.. sudah saatnya indonesia py pesawat kepresidenan demi menunjang tugas kenegaraan/pemerinatah yang dilakukan oleh presiden maupun para menteri . tanks
[Reply]
Setuju aj…asal digunakan sebagaumana mestinya..
bukan sekedar buat jalan2 di dalam atau ke luar negeri.
daripada uangnya untuk sewa pesawat…
[Reply]
dasar…..kayak saya dunk…hemat lebih mikirin rakyat daripada ente sendiri…..goblok
[Reply]
sby tuh budek n buta sama keadaan rakyatnya…tp dia tak buta n budek sama luar negri makanya dia ngiri liat kemewahan di sana
[Reply]