Kemarin sore saya menyaksikan acara investigasi di salah satu televise swasta yang menguak tentang seorang pedagang kerupuk rambak yang biasanya dianggap terbuat dari kulit sapi akan tetapi ternyata terbuat dari kulit babi.

Menyaksikan acara seperti ini saya menjadi merenung dan mengingat ternyata kasus seperti ini bukan kali pertama saya lihat akan tetapi banyak kasus yang lain seperti penggunaan formalin untuk tahu, ikan asin, penggunaan zat pewarna pada makanan, dan masih banyak kasus-kasus yang lain yang membuktikan seolah bahwa tidak ada lagi Jaminan dari pihak pemerintah atau pihak terkait yang memiliki Motto melindungi masyarakat dalam hal ini konsumen yang ingin mendapatkan bahwa setiap produk yang beredar di masyarakat adalah sudah terjamin bahwa produk tersebut adalah produk yang sehat, halal dan baik untuk konsumen.

Terkait dengan kasus adanya krupuk rambak yang terbuat dari kulit babi ini jelas sangat merugikan masyarakat yang menganggap bahwa krupuk rambak yang mereka konsumsi adalah terbuat dari kulit sapi asli, Namun pada faktanya krupuk rambak tersebut terbuat dari kulit babi yang sangat berbahaya dan juga di haramkan untuk kalangan masyarakat yang beragama Islam.

Menurut hasil investigasi yang dilakukan dengan menggunakan kamera tersembunyi di daerah Surabaya ini, para pelaku dengan mudahnya mendapatkan kulit babi yang di beli dengan harga hanya Rp 5000/kg kemudian mereka olah kulit babi tersebut menjadi terlihat seperti kulit sapi sehingga konsumen dipastikan tidak akan curiga bahwa krupuk rambak yang mereka konsumsi terbuat dari kulit babi.

Beberapa alas an klasik para pelaku ini hamper semuanya sama dengan pelaku-pelaku seperti kasus yang lain sebelumnya (Kasus penggunaan formalin untuk tahu, ikan asin, zat pewarna untuk makanan dan daging ayam, dll) yaitu :

Alasan Pertama, karena alasan harga kulit babi jauh lebih murah yang hanya Rp 5000/kg sedangkan untuk kulit sapi bisa mencapai Rp 27-30 ribu/kg. Karena alasan inilah pelaku bisa meraup untung sebanyak-banyaknya walaupun pelaku harus menjualnya dengan harga lebih murah.

Alasan Kedua, Karena tidak adanya pengawasan rutin apalagi pengawasan ketat dari pihak terkait. Ini yang menurutku sangat memprihatinkan karena menurutku kewibawaan penegak hukum dan petugas yang berwenang dalam hal ini Lembaga perlindungan Konsumen seolah tidak memiliki kewibawaan dan fungsi mereka sebagai mana visi dan misi yang tertulis dengan Indah yang mungkin terpampang di kantor mereka dengan tulisan yang cukup besar.

Menurut pelaku, cukup kedua unsur tersebut saja sudah sangat mudah untuk memuluskan usaha mereka menipu konsumen.

Khusus untuk alasan kedua, mungkin pelaku mengatakan seperti ini >>

“Selama saya menjalani usaha haram ini, tidak pernah ada petugas terkait yang memeriksa krupuk rambak olahan saya, dan walaupun missal itu dilakukan, paling mereka bekerja khususnya melakukan pemeriksaan 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, atau mungkin setahun sekali, sedangkan saya (Kata pelaku) melakukan ini setiap hari, jadi sangat kelihatan betapa memang pejabat dan pihak terkait terlihat bodohnya”.

Melihat peristiwa-peristiwa semcam ini patut menjadi kewaspadaan kita semua sebagai konsumen untuk selalu berhati-hati dalam setiap membeli produk makanan apapun bentuknya, karena kita sudah merasa bahwa Lembaga perlindungan konsumen, dinas kesehatan, dinas BPOM dan semua pejabat-pejabat terkait pada kenyataanya TIDAK BECUS menjamin bahwa produk yang beredar di sekitar kita adalah produk yang berkwalitas, baik, halal dan menyehatkan.

Maka melalui tulisan ini saya hanya menghimbau, kepada diri saya pribadi dan kawan-kawan yang nyasar membaca tulisan ini, Pada intinya pihak yang paling bisa menjamin kita ternyata adalah diri kita sendiri dan sedikit harapan dari pihak terkait, bagaimana kita supaya jauh lebih hati-hati dalam membeli produk makanan dalam bentuk apapun, karena mungkin saja produk yang kita konsumsi setiap harinya adalah produk-produk yang berbahaya untuk tubuh kita sehingga kewaspadaan harus selalu kita lakukan dalam hal membeli produk-produk makanan tertentu.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

  • Facebook
  • TwitThis




80 Comments to “AWAS !! Krupuk Rambak Kulit Babi Beredar di Sekitar Kita !”

  1.   rofiul | Desember 3rd, 2009 at 07:31

    harus waspada nih

    [Reply]

  2.   zee | Desember 3rd, 2009 at 07:32

    Aihhh serem banged ya.
    Memang hrs lebih berhati2 klo beli produk di jalanan. Krn tidak ada jaminan itu halal atau haram.

    [Reply]

  3.   muhamaze | Desember 3rd, 2009 at 07:41

    lho tadi aku dah komen kok gak nongol..?

    jadi inget kemarin aku juga liat bakpau babi.. untung ada tulisannya jelas, lah kalo gak ada khan bisa berabeh tuh..

    [Reply]

  4.   razi | Desember 3rd, 2009 at 07:42

    Usaha tradional/sederhana kadang menggunakan prinsif” tak ada rotan akarpun jadi” ya…perlu dibina…atau dibinasakan

    [Reply]

  5.   aribicara | Desember 3rd, 2009 at 07:55

    @ Rofiul …

    Memang harus waspada nich masyarakat kita….

    @ Muhamaze …

    udah muncul tuh :)
    kalau yg di tulis sekalian sich gpp. tapi kalau bilangnya kulit sapi, ga tahunya malah kulit babi :(

    @ Razi …

    Harusnya yang kedua saja yach :D “DIbinasakan” :D
    tapi harus ada usaha juga utk menyadarkan pelaku biar jera..

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  6.   yangputri | Desember 3rd, 2009 at 07:55

    repot ya sekarang mau makan apa2 di luar jadi takut
    apalagi makanan dalam kemasan hii mengerikan

    [Reply]

  7.   aribicara | Desember 3rd, 2009 at 07:59

    @ Yang Putri …

    Emang Put, sekarang harus kita yg waspada,
    coba sekrang kita juga ga tahu kn kalau ikan asin atau tahu yg beredar dan kita makan menggunakan formalin lagi kan ?
    soalnya BPOM atau pihak terkait bekerja kalau media ramai membicarakanya, kalau kaga yach diem lagi aja :(

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  8.   Wempi | Desember 3rd, 2009 at 08:14

    Kalo begitu buat apa toh kita bayar pajak, sebaiknya bubarkan saja instansi terkait itu, kalo yang paling menjamin adalah diri kita sendiri. buang2 uang rakyat saja, hehe… :lol:

    [Reply]

  9.   aribicara | Desember 3rd, 2009 at 08:23

    @ Wempi ….

    Kadang aku juga sering mikir begitu…
    seolah2 mereka kerjanya kalau media menjadikan ini jadi opini publik baru mereka kliatan bekerja, atau kalau tidak begitu, saat ada korban baru dech bertindak….

    walaupun aku yakin setiap harinya mereka kerja, tapi bukti dan fakta itu membuat cerita yg lain…

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  10.   izarsaja | Desember 3rd, 2009 at 08:55

    wallahu alam kalo udah terlanjur makan.
    biar itu jadi urusan si Pembuat sama ALLAH…

    [Reply]

  11.   aribicara | Desember 3rd, 2009 at 09:15

    @ Izar ….

    tapi nkan Tuhan memperintahkan hamba_NYA utk berusaha dulu bro ? :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  12.   nia | Desember 3rd, 2009 at 09:24

    info yang bermanfaat .. saay ga sempat nonton langsung di tipi, tapi ada ulasan diblog :) tks

    [Reply]

  13.   mala | Desember 3rd, 2009 at 09:30

    bah, makin banyak saja orang yang tega ngbahayain manusia lain demi keuntungan sendiri

    [Reply]

  14.   aribicara | Desember 3rd, 2009 at 09:31

    @ Nia …

    Sebenernya sudah banyak sekali kasus seperti ini, tapi kayaknya kalau media ga meliput, mereka tenang2 aja sich

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  15.   Pencerah | Desember 3rd, 2009 at 10:03

    waspadalah….waspadalah

    [Reply]

  16.   aribicara | Desember 3rd, 2009 at 10:16

    @ Mala …

    skrg memang harus selalu berhati2 ..
    kalau ga bisa fatal akibatnya …

    @ Pencerah ….

    Inget pesan bang Napi selalu yach :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  17.   Ikutan Ngeblog | Desember 3rd, 2009 at 10:21

    Makasih infonya,,, wangat memprihatinkan ya?
    aku jadi takut dengan keadaan ini,
    karena saya juga pernah menyaksikan acara infestigasi tentang telur ikan,
    padahal saya pernah membelinya!

    [Reply]

  18.   aribicara | Desember 3rd, 2009 at 10:24

    @ Ikutan Ngeblog….

    Keprihatinan ini untuk semua konsumen yang memang berhak menuntut hak mereka untuk mendapatkan perlindungan atas masalah ini….`

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  19.   papadanmama | Desember 3rd, 2009 at 11:31

    waah…bener2 deh di masa skrg ini kita dituntut utk extra hati2 dlm memilih makanan yg layak konsumsi. Bila menilik crita diatas sebaiknya kita waspada terhadap hrg makanan yg murah, logikanya bila penjual bs menjual produknya dg hrg murah berarti bahan baku yg digunakan pstilah murah pula harganya.

    Mgkn betul jg kali istilah ini ‘ada hrg ada rupa’ :)
    Harga mahal pun sebenarnya bukan pula jaminan produk tsb benar2 layak konsumsi, tp sy rasa sikap ‘teliti sblm membeli’ adl langkah yg tepat, bukankah begitu rie? :D

    [Reply]

  20.   aliaz | Desember 3rd, 2009 at 17:16

    Wedeh, jangan2 krupuk rambak yang kumakan kemaren..dari kulit babi?! Untung baca postingan ini, jadinya lebih waspadalah waspadalah!!

    [Reply]

  21.   Huda | Desember 3rd, 2009 at 17:20

    kalo masalah haramnya. ” lha tidak ada tulisannya ( haram ) kok ” :)
    sebenarnya itu ide bagus untuk bs memanfaatkan peluang semaksimal mungkin, hanya saja kok mesti merugikan orang lain toh,…? ha ha ha

    [Reply]

  22.   aribicara | Desember 3rd, 2009 at 17:43

    @ Papa dan mama …

    Memang harus waspada kalau ada produk murah ..

    @ ALiaz …

    maksudnya saat kita makan abreng kemaren itu yach ? Wwkwkwkwkwkwk :D
    kapan kita makan abreng aych ? ngawur.com :D

    @ Huda ..

    Lagi2 alasan ekonomi bro :)
    di Korea ada yg ebginian kaga yach bro ? :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  23.   mazznoer | Desember 3rd, 2009 at 19:07

    Hati-hati ya kalau mau beli kerupuk rambak…!

    Salam kenal

    http://mazznoer.blogdetik.com/2009/11/30/fun-camping-and-climbing-di-pantai-siung/#comments

    [Reply]

  24.   tary | Desember 3rd, 2009 at 21:29

    kita harus lebih waspada tentunya, setelah kulit babi, makanan apa lagi nantinya yg bakal keluar. prihatin sekali dng kejadian2 kyk gini.semoga aja di tempatku nggak ada ya.

    [Reply]

  25.   liza | Desember 3rd, 2009 at 21:40

    wah mengerikan banget…

    [Reply]

  26.   peacelover04 | Desember 3rd, 2009 at 21:57

    Wah serem deh.. Untung nggak suka kerupuk.. :-(

    Salam kenal.

    [Reply]

  27.   bhogey | Desember 4th, 2009 at 02:01

    babi nih bikin ulah aja dah.
    kemaren dulu minyak babi, trz dendeng babi, eh muncul flu babi, sekarang kulit babi ikut-ikutan
    —————————-
    peluang usaha Ahasu Gnaulep

    [Reply]

  28.   aribicara | Desember 4th, 2009 at 02:05

    @ Mazznoer ….

    Bukan hanya krupuk rambak tapi selurugh produk saat ini memang perlu di curigai …

    @ Tary …

    emang sdh menyeramkan dech..
    oia… Tary tinggal di daerah mana emamng ? :)

    @ Liza …

    kalau di Aceh kn byk muslimnya, apa ada juga ikan pke formalin ?

    @ Peace Lover04 …

    bukan hanya krupuk ambak loch produk yg memang harus di perhatikan :)

    @Bhogey ….

    iya nich ga tau juga tuh si Babi :D
    dulu ada juga namanya babi ngepet :D
    *Loch kox malah jadi nyalahin babinya ? :D ckckck …

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  29.   supremasi | Desember 4th, 2009 at 02:35

    sharing aja, aku baru dapet blog wp gratis yg lumayan ok

    nilai plus:
    - bisa javascript, jadi kita bisa pasang iklan disana spt adsense, kumpulblogger dll
    - space 1Gb
    - ada community-nya, kayaknya namanya buddypress
    - ada plugin feedwordpress, mantap ini, tapi kayaknya kalo mau pake harus bayar, jadi member yg gratisan gak bisa pake plugin ini. aku bisa pake setelah ngerayu-ngrayu adminnya (temen sendiri) he..he..he…

    minus:
    - sedikit template dan pluginnya nya.
    - ada iklannya dibawah/diatas blog kita

    kayaknya masih baru, dan dibuat oleh personal bukan perusahaan, aku aja taunya diberitau temen.

    alamatnya : http://1dunia.com/

    [Reply]

  30.   aribicara | Desember 4th, 2009 at 02:53

    @ Supremasi …..

    Makasih Infonya :)

    [Reply]

  31.   abrus | Desember 4th, 2009 at 06:11

    waduh … gimana nih … haram kan ya …
    kok cari enak sendiri yo …:(

    [Reply]

  32.   hendra arkan | Desember 4th, 2009 at 06:17

    astaga, makin aneh2 aja negaraku ni….emg bener2 hanya di Indonesia!!! .. :sad:

    [Reply]

  33.   aribicara | Desember 4th, 2009 at 06:32

    @ Kang Abrus …

    Kalau soal haram sih udah tau, tapi lagi2 karena alasan ekonomi jadi dalih mereka …

    @ Hendra …

    Kayaknya konsumen juga harus siap mendapatkan kejutan lagi dech selain kasus ini …

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  34.   Triunt | Desember 4th, 2009 at 08:26

    waduh padahal saya suka banget sam rambak kulit tuh.
    gimana yah.

    Sekarang orang cuman mikir untung lebih, bukan dosa.

    [Reply]

  35.   Desain Lansekap | Desember 4th, 2009 at 08:41

    Wah kok mengerikan sekali sampai berbuat seperti itu… Saya suka dengan kerupuk rambak… tapi sekarang ya harus lebih hati-hati lagi… semoga cepet tertangkap tuh yang membuatnya…

    [Reply]

  36.   komuter | Desember 4th, 2009 at 11:06

    dasar, tidak peduli dengan bangsa sendiri…..

    [Reply]

  37.   wi3nd | Desember 4th, 2009 at 11:49

    haiyaahh..yan9 kaya 9ene neeh yan9 bikin sebel,9imana en99a,kan kami nda tau,tapi emjan9 waspada adalah hal yan9 pentin9..
    ajdi takut makan krupuk ** phobia neeh

    [Reply]

  38.   coolgle | Desember 4th, 2009 at 12:31

    ndul..kok blogmu ga bs langsung diakses ki….

    [Reply]

  39.   tonosaur | Desember 4th, 2009 at 13:34

    hehe.. indonesia.. indonesia..

    [Reply]

  40.   Acut | Desember 4th, 2009 at 13:53

    Mari saling mewaspadai…

    [Reply]

  41.   rental mobil murah | Desember 4th, 2009 at 14:27

    cara bedainnya gmana dong ???

    [Reply]

  42.   aribicara | Desember 4th, 2009 at 14:38

    @ Triunt ….

    AKu juga suka banget bro, tapi skrg jadi mikir kalau mau konsumsi nich :)

    @ Desain …

    Sebenernya kalau polisi mau itu sangat gampang sekali, Buktinya, wartawan aja yg bukan bidangnya aja bisa ngelacak kox :D (pke kamra sembunyi) :D

    @ Komuter …

    lagi2 alasan ekonomi bro :)

    @ Wi3nd …

    Ga tau tuh gimana kerja pihak terkiat, mau mereka pinter alasan, faktanya kita sebagai konsumen masih dirugikan, jadi mereka harus lebih tanggung jawab lagi dongs ..

    @ Melandri …

    Masa sich ? yang lain tuh ga ada masalah kox ?
    yg sabar sabar sabar :D

    @ Tono …

    kalau di LN ga ada yg beginian yach bro ?

    @ Acut…

    yux Mari :D
    tp yg harusnya lebih mikir tuh mereka yg punya tanggung jawab langsung akan hal ini ..

    @ Rental Mobil ….

    yang paling mudah mungkin dari Harganya dech :D
    kalau yg lebih murah patut di curigai, apalagi kalau selisihnya banyak :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  43.   bingung | Desember 4th, 2009 at 15:18

    saya juga nonton acaranya, miris banget liatnya.
    demi beberapa ribu rupiah rela berharam-haram ria, pantas saja kalau imam syafi’i melarang orang berniaga dipasar kecuali mereka yg memiliki bekal ilmu agama yg cukup, mungkin karena godaan meraup untung yg besar hingga menghalalkan segala cara

    [Reply]

  44.   sakurata | Desember 4th, 2009 at 15:23

    sebagai orang yang tidak boleh memakan daging babi, tentu realita ini sangat membuat saya khawatir. Semoga ini tidak menjadi isu yang bisa membuat resah masyarakat.

    [Reply]

  45.   aribicara | Desember 4th, 2009 at 16:08

    @ Bingung …

    Emang ada yg leboh exreame lagi bilang kalau pasar itu gudangnya Setan :D ckckck …

    @ Sakurata …

    supaya tidak menjadi isu yang meresahkan, harusnya aparat terkait harus segera bertindak …

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  46.   bintangtimur | Desember 4th, 2009 at 16:37

    Krupuk rambak mentah, saya tidak pernah beli :)
    Tapi membaca posting ini dan berbagai penipuan terhadap aneka makanan yg dikonsumsi masyarakat membuat saya prihatin.
    Lagi-lagi, hanya itu yg bisa saya lakukan.
    Himbauan kepada diri sendiri, untuk lebih jeli dan tidak tergiur oleh makanan2 murah yg harganya tidak masuk akal…
    Himbauan buat produsen illegal, hentikan perbuatan2 merugikan itu,siapa menabur, dia pasti menuai…
    Himbauan kepada Pemerintah…?
    Kayaknya mereka sudah tahu apa yg harus dilakukan deh..

    [Reply]

  47.   aribicara | Desember 4th, 2009 at 16:48

    @ Bintang Timur ….

    Memang semuanya harus koreksi diri dan menurutku yg bertanggung jawab ini yang paling besar tetep pemerintah melalui dinas terkait. karena kita yaitu tadi hanya bisa mengutuik dan menghujat tanpa bisa berbuat apa2 …

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  48.   melly | Desember 4th, 2009 at 17:02

    waduh mas..semakin berbahaya aja yah produk makanan di negara kita ini. apalagi untuk kalangan menengah kebawah, karna mendapatkan harga yang terjangkau itu sangat di impikan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali saya :D

    untungnya saya gak terlalu suka kerupuk rambat. aneh rasanya :D

    [Reply]

  49.   aribicara | Desember 4th, 2009 at 17:09

    @ Melly …

    Inilah negeri kita yang kita cointai tapi di nodai oleh penikmat2 departemen yang bekerjanya kurang maksimal, buktinya mereka memang kerjanya kurang becus, kalau mereka ga terima dikatakan ga becus yaudah BUKTIKAN !! :)

    Kalau krupuk Rambak ga suka, masih banyak produk yang mungkin Melly sukai tapi mengandung zat bahaya :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  50.   Nanang | Desember 4th, 2009 at 18:38

    Sebagai konsumen, aplagi kita yang muslim memang harus lebih berhati-hati

    [Reply]

  51.   aguskusuma | Desember 4th, 2009 at 22:00

    jadi serba salah mesti makan apa? hmpr semua produk makanan dicampur oleh bhn2 yang berbahaya bagi tubuh..
    keknya sy hrs piter2 memilih dn memilah…

    [Reply]

  52.   aribicara | Desember 5th, 2009 at 01:47

    @ Pak Agus….

    Back to Natural :)
    tp sulit juga yach :)

    @ Nanang …

    Buat yg muslim ini memang bener2 menakutkan dan menyeramkan..

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  53.   fandhie | Desember 5th, 2009 at 02:03

    makanay gw suka mikir 2-3 kali klo beli makanan2 murah di pinggir jalan atau di warung2 kecil yg ga jelas merek dan vendornya

    [Reply]

  54.   aribicara | Desember 5th, 2009 at 03:20

    @ Bang Fandhie

    Tapi di Pasar modern atau swalayan juga bukan jaminan juga kan bang ? :D
    mungkin di sesuaikan dengan poroduknya (Bukan Krupuk rambak) tp bisa makanan yg kadaluarsa yg tgl batas expirednya dirubah seperti pada kasus beberapa ahari yg lalu

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  55.   gusthy | Desember 5th, 2009 at 03:42

    Di Surabaya bagian mana ya Mas ??? pingin coba hehehe…
    halal ato haram tergantung pribadi masing2 kan …
    makasih infonya.

    [Reply]

  56.   aribicara | Desember 5th, 2009 at 08:50

    @ Gusthy …

    Tepatnya aku ga tahu sich, sdkt lupa…

    kalau dalam Islam Babi itu semua sepakat kalau Haram :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  57.   anny | Desember 5th, 2009 at 14:24

    Padahal krupuk ini adalah kesukaanku Ri, musti ati2 ya

    [Reply]

  58.   aribicara | Desember 5th, 2009 at 15:28

    @ Teh Anny …

    aku juga suka banget Teh :)
    kalau lagi ada acara pesta makan2 juga sering ada krupuk rambak ini :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  59.   matanaga | Desember 5th, 2009 at 16:39

    pelaku menghalalkan segala cara.. kita yang celaka
    instansi terkait kadang lengah & teledor
    seteliti apapun mengontrol pasti ada yg lolos
    apalagi ngontrol setahun sekali??
    modus yg janggal, kucing saja, ada yg mengkonsumsi

    [Reply]

  60.   Ikutan Ngeblog | Desember 5th, 2009 at 17:29

    kapan ya indonesia aman dan tentram dalam semua hal? hmmm….

    [Reply]

  61.   Joko Setiawan | Desember 5th, 2009 at 17:35

    Wahhhh…sangat bermanfaat sekali lowh Mas Infonya…

    [Reply]

  62.   aribicara | Desember 5th, 2009 at 19:29

    @ Matanaga ….

    Inilah gambaran negeri ini :)
    dimana masyarktnya sudah terlalu sulit cari nafkah, dan pejabat terkait tidak bertanggung jawab …

    @ Indonesia Ngeblog…

    Mungkin saat smua masyarakat kritis dan selalu berani menyuarakan kebobrokan mereka :)

    @ Joko Setiawan

    Hanya berbagi emosi aja sm pihak terkait :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  63.   Erfano Nalakiano | Desember 5th, 2009 at 22:01

    untung ya aku tak terlalu suka kulit dan konco2nya,,,,
    Tapi wajib diwaspadai nih!!! gawat!

    [Reply]

  64.   aribicara | Desember 5th, 2009 at 22:59

    @ Pak Erfano …

    Beruntunglah ga tyerlalu suka :)

    tapi makanan yg lain juga perlu di waspadai :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  65.   sunarno | Desember 6th, 2009 at 09:05

    demi kepentingan materi yang lebih menjanjikan menipu dengan yang haram, jadi ganda deh kesalahannya

    [Reply]

  66.   Computer Reviews | Desember 6th, 2009 at 15:55

    Selamat Sore Mas… Tuker link ya!!! Linknya Mas udah tak pasang. Ditunggu link baliknya…

    [Reply]

  67.   faiz | Desember 6th, 2009 at 18:41

    Gak suka kerupuk. Hehe.. Kadang2 aja makan tuch kerupuk

    [Reply]

  68.   vanypoenya | Desember 6th, 2009 at 22:54

    aduh, malu2in nama kotaku ajah nih….
    ternyata babi sekarang sedang naik daun ya…..hahaha

    [Reply]

    Anonymous Reply:

    emank naik daun kerupuk babi kn uuueeeennnaaakkkkk bgt, melebihi semua daging..

    [Reply]

  69.   aribicara | Desember 7th, 2009 at 07:42

    @ Sunarno …

    lagi2 alasan ekonomi …
    tapi tetap itu bukanlah sesuatu yg dibenarkan …

    @ Faiz …

    bukan hanya kerupuk yg mengancam :)
    masigh banyak lain yg berbahaya dan beredar disekitar kita //

    @ Vany …

    Asal vany jangan terlibat aja gapa2 :D wkwkwkwk :)
    ga usah malu, yg perlu malu harusnya tuh lembaga terkait yg harusnya bertanggung jawab melindungi nasib konsumen //

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  70.   suwung | Desember 7th, 2009 at 09:40

    jualan krupuk harus pake cap halal dong

    [Reply]

  71.   suwung | Desember 7th, 2009 at 09:49

    harus ada label halalnya berarti

    [Reply]

  72.   aribicara | Desember 7th, 2009 at 10:27

    @ Suwung …

    Harusnya sich begitu, tapi itupun sebenarnya bisa juga disiasatin kalau memang mental bejat mereka :)

    Salam :)
    *Mempertanyakan dan menuntut kinerja Lembaga Perlindungan Konsumen dan pihak terkait !

    [Reply]

  73.   miswar | Desember 17th, 2009 at 07:28

    bahaya yak…. jangan sampe pernah konsumsi neh… tapi kan hukumnya gag tau kan…

    [Reply]

  74.   sewa mobil | Desember 23rd, 2010 at 15:53

    kita harus waspada nih

    [Reply]

  75.   oca | Juli 5th, 2011 at 11:13

    emank naik daun kerupuk babi kn uuueeeennnaaakkkkk bgt, melebihi semua daging..

    [Reply]

  76.   oca | Juli 5th, 2011 at 11:15

    emank naik daun kerupuk babi kn uuueeeennnaaakkkkk bgt, melebihi semua daging..
    Is the best

    [Reply]

  77.   zailani | Juli 21st, 2011 at 21:58

    woiii babi

    [Reply]

  78.   zailani | Juli 21st, 2011 at 21:59

    bpak kau kw orng babi kontol

    aq jga jualan jngek ppq tapi gg babi

    spa mw bli TOl

    :D

    [Reply]

  79.   zailani | Juli 21st, 2011 at 22:01

    woiii jngek tuu ada nya dI mDN

    [Reply]

Leave a Comment