AWAS !! Krupuk Rambak Kulit Babi Beredar di Sekitar Kita !
aribicara Desember 3rd, 2009
Kemarin sore saya menyaksikan acara investigasi di salah satu televise swasta yang menguak tentang seorang pedagang kerupuk rambak yang biasanya dianggap terbuat dari kulit sapi akan tetapi ternyata terbuat dari kulit babi.
Menyaksikan acara seperti ini saya menjadi merenung dan mengingat ternyata kasus seperti ini bukan kali pertama saya lihat akan tetapi banyak kasus yang lain seperti penggunaan formalin untuk tahu, ikan asin, penggunaan zat pewarna pada makanan, dan masih banyak kasus-kasus yang lain yang membuktikan seolah bahwa tidak ada lagi Jaminan dari pihak pemerintah atau pihak terkait yang memiliki Motto melindungi masyarakat dalam hal ini konsumen yang ingin mendapatkan bahwa setiap produk yang beredar di masyarakat adalah sudah terjamin bahwa produk tersebut adalah produk yang sehat, halal dan baik untuk konsumen.
Terkait dengan kasus adanya krupuk rambak yang terbuat dari kulit babi ini jelas sangat merugikan masyarakat yang menganggap bahwa krupuk rambak yang mereka konsumsi adalah terbuat dari kulit sapi asli, Namun pada faktanya krupuk rambak tersebut terbuat dari kulit babi yang sangat berbahaya dan juga di haramkan untuk kalangan masyarakat yang beragama Islam.
Menurut hasil investigasi yang dilakukan dengan menggunakan kamera tersembunyi di daerah Surabaya ini, para pelaku dengan mudahnya mendapatkan kulit babi yang di beli dengan harga hanya Rp 5000/kg kemudian mereka olah kulit babi tersebut menjadi terlihat seperti kulit sapi sehingga konsumen dipastikan tidak akan curiga bahwa krupuk rambak yang mereka konsumsi terbuat dari kulit babi.
Beberapa alas an klasik para pelaku ini hamper semuanya sama dengan pelaku-pelaku seperti kasus yang lain sebelumnya (Kasus penggunaan formalin untuk tahu, ikan asin, zat pewarna untuk makanan dan daging ayam, dll) yaitu :
Alasan Pertama, karena alasan harga kulit babi jauh lebih murah yang hanya Rp 5000/kg sedangkan untuk kulit sapi bisa mencapai Rp 27-30 ribu/kg. Karena alasan inilah pelaku bisa meraup untung sebanyak-banyaknya walaupun pelaku harus menjualnya dengan harga lebih murah.
Alasan Kedua, Karena tidak adanya pengawasan rutin apalagi pengawasan ketat dari pihak terkait. Ini yang menurutku sangat memprihatinkan karena menurutku kewibawaan penegak hukum dan petugas yang berwenang dalam hal ini Lembaga perlindungan Konsumen seolah tidak memiliki kewibawaan dan fungsi mereka sebagai mana visi dan misi yang tertulis dengan Indah yang mungkin terpampang di kantor mereka dengan tulisan yang cukup besar.
Menurut pelaku, cukup kedua unsur tersebut saja sudah sangat mudah untuk memuluskan usaha mereka menipu konsumen.
Khusus untuk alasan kedua, mungkin pelaku mengatakan seperti ini >>
“Selama saya menjalani usaha haram ini, tidak pernah ada petugas terkait yang memeriksa krupuk rambak olahan saya, dan walaupun missal itu dilakukan, paling mereka bekerja khususnya melakukan pemeriksaan 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, atau mungkin setahun sekali, sedangkan saya (Kata pelaku) melakukan ini setiap hari, jadi sangat kelihatan betapa memang pejabat dan pihak terkait terlihat bodohnya”.
Melihat peristiwa-peristiwa semcam ini patut menjadi kewaspadaan kita semua sebagai konsumen untuk selalu berhati-hati dalam setiap membeli produk makanan apapun bentuknya, karena kita sudah merasa bahwa Lembaga perlindungan konsumen, dinas kesehatan, dinas BPOM dan semua pejabat-pejabat terkait pada kenyataanya TIDAK BECUS menjamin bahwa produk yang beredar di sekitar kita adalah produk yang berkwalitas, baik, halal dan menyehatkan.
Maka melalui tulisan ini saya hanya menghimbau, kepada diri saya pribadi dan kawan-kawan yang nyasar membaca tulisan ini, Pada intinya pihak yang paling bisa menjamin kita ternyata adalah diri kita sendiri dan sedikit harapan dari pihak terkait, bagaimana kita supaya jauh lebih hati-hati dalam membeli produk makanan dalam bentuk apapun, karena mungkin saja produk yang kita konsumsi setiap harinya adalah produk-produk yang berbahaya untuk tubuh kita sehingga kewaspadaan harus selalu kita lakukan dalam hal membeli produk-produk makanan tertentu.


About



harus waspada nih
[Reply]
Aihhh serem banged ya.
Memang hrs lebih berhati2 klo beli produk di jalanan. Krn tidak ada jaminan itu halal atau haram.
[Reply]
lho tadi aku dah komen kok gak nongol..?
jadi inget kemarin aku juga liat bakpau babi.. untung ada tulisannya jelas, lah kalo gak ada khan bisa berabeh tuh..
[Reply]
Usaha tradional/sederhana kadang menggunakan prinsif” tak ada rotan akarpun jadi” ya…perlu dibina…atau dibinasakan
[Reply]
[Reply]
repot ya sekarang mau makan apa2 di luar jadi takut
apalagi makanan dalam kemasan hii mengerikan
[Reply]
[Reply]
Kalo begitu buat apa toh kita bayar pajak, sebaiknya bubarkan saja instansi terkait itu, kalo yang paling menjamin adalah diri kita sendiri. buang2 uang rakyat saja, hehe…
[Reply]
[Reply]
wallahu alam kalo udah terlanjur makan.
biar itu jadi urusan si Pembuat sama ALLAH…
[Reply]
[Reply]
info yang bermanfaat .. saay ga sempat nonton langsung di tipi, tapi ada ulasan diblog
tks
[Reply]
bah, makin banyak saja orang yang tega ngbahayain manusia lain demi keuntungan sendiri
[Reply]
[Reply]
waspadalah….waspadalah
[Reply]
[Reply]
Makasih infonya,,, wangat memprihatinkan ya?
aku jadi takut dengan keadaan ini,
karena saya juga pernah menyaksikan acara infestigasi tentang telur ikan,
padahal saya pernah membelinya!
[Reply]
[Reply]
waah…bener2 deh di masa skrg ini kita dituntut utk extra hati2 dlm memilih makanan yg layak konsumsi. Bila menilik crita diatas sebaiknya kita waspada terhadap hrg makanan yg murah, logikanya bila penjual bs menjual produknya dg hrg murah berarti bahan baku yg digunakan pstilah murah pula harganya.
Mgkn betul jg kali istilah ini ‘ada hrg ada rupa’
Harga mahal pun sebenarnya bukan pula jaminan produk tsb benar2 layak konsumsi, tp sy rasa sikap ‘teliti sblm membeli’ adl langkah yg tepat, bukankah begitu rie?
[Reply]
Wedeh, jangan2 krupuk rambak yang kumakan kemaren..dari kulit babi?! Untung baca postingan ini, jadinya lebih waspadalah waspadalah!!
[Reply]
kalo masalah haramnya. ” lha tidak ada tulisannya ( haram ) kok ”
sebenarnya itu ide bagus untuk bs memanfaatkan peluang semaksimal mungkin, hanya saja kok mesti merugikan orang lain toh,…? ha ha ha
[Reply]
[Reply]
Hati-hati ya kalau mau beli kerupuk rambak…!
Salam kenal
http://mazznoer.blogdetik.com/2009/11/30/fun-camping-and-climbing-di-pantai-siung/#comments
[Reply]
kita harus lebih waspada tentunya, setelah kulit babi, makanan apa lagi nantinya yg bakal keluar. prihatin sekali dng kejadian2 kyk gini.semoga aja di tempatku nggak ada ya.
[Reply]
wah mengerikan banget…
[Reply]
Wah serem deh.. Untung nggak suka kerupuk..
Salam kenal.
[Reply]
babi nih bikin ulah aja dah.
kemaren dulu minyak babi, trz dendeng babi, eh muncul flu babi, sekarang kulit babi ikut-ikutan
—————————-
peluang usaha Ahasu Gnaulep
[Reply]
[Reply]
sharing aja, aku baru dapet blog wp gratis yg lumayan ok
nilai plus:
- bisa javascript, jadi kita bisa pasang iklan disana spt adsense, kumpulblogger dll
- space 1Gb
- ada community-nya, kayaknya namanya buddypress
- ada plugin feedwordpress, mantap ini, tapi kayaknya kalo mau pake harus bayar, jadi member yg gratisan gak bisa pake plugin ini. aku bisa pake setelah ngerayu-ngrayu adminnya (temen sendiri) he..he..he…
minus:
- sedikit template dan pluginnya nya.
- ada iklannya dibawah/diatas blog kita
kayaknya masih baru, dan dibuat oleh personal bukan perusahaan, aku aja taunya diberitau temen.
alamatnya : http://1dunia.com/
[Reply]
[Reply]
waduh … gimana nih … haram kan ya …
kok cari enak sendiri yo …:(
[Reply]
astaga, makin aneh2 aja negaraku ni….emg bener2 hanya di Indonesia!!! ..
[Reply]
[Reply]
waduh padahal saya suka banget sam rambak kulit tuh.
gimana yah.
Sekarang orang cuman mikir untung lebih, bukan dosa.
[Reply]
Wah kok mengerikan sekali sampai berbuat seperti itu… Saya suka dengan kerupuk rambak… tapi sekarang ya harus lebih hati-hati lagi… semoga cepet tertangkap tuh yang membuatnya…
[Reply]
dasar, tidak peduli dengan bangsa sendiri…..
[Reply]
haiyaahh..yan9 kaya 9ene neeh yan9 bikin sebel,9imana en99a,kan kami nda tau,tapi emjan9 waspada adalah hal yan9 pentin9..
ajdi takut makan krupuk ** phobia neeh
[Reply]
ndul..kok blogmu ga bs langsung diakses ki….
[Reply]
hehe.. indonesia.. indonesia..
[Reply]
Mari saling mewaspadai…
[Reply]
cara bedainnya gmana dong ???
[Reply]
[Reply]
saya juga nonton acaranya, miris banget liatnya.
demi beberapa ribu rupiah rela berharam-haram ria, pantas saja kalau imam syafi’i melarang orang berniaga dipasar kecuali mereka yg memiliki bekal ilmu agama yg cukup, mungkin karena godaan meraup untung yg besar hingga menghalalkan segala cara
[Reply]
sebagai orang yang tidak boleh memakan daging babi, tentu realita ini sangat membuat saya khawatir. Semoga ini tidak menjadi isu yang bisa membuat resah masyarakat.
[Reply]
[Reply]
Krupuk rambak mentah, saya tidak pernah beli
Tapi membaca posting ini dan berbagai penipuan terhadap aneka makanan yg dikonsumsi masyarakat membuat saya prihatin.
Lagi-lagi, hanya itu yg bisa saya lakukan.
Himbauan kepada diri sendiri, untuk lebih jeli dan tidak tergiur oleh makanan2 murah yg harganya tidak masuk akal…
Himbauan buat produsen illegal, hentikan perbuatan2 merugikan itu,siapa menabur, dia pasti menuai…
Himbauan kepada Pemerintah…?
Kayaknya mereka sudah tahu apa yg harus dilakukan deh..
[Reply]
[Reply]
waduh mas..semakin berbahaya aja yah produk makanan di negara kita ini. apalagi untuk kalangan menengah kebawah, karna mendapatkan harga yang terjangkau itu sangat di impikan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali saya
untungnya saya gak terlalu suka kerupuk rambat. aneh rasanya
[Reply]
[Reply]
Sebagai konsumen, aplagi kita yang muslim memang harus lebih berhati-hati
[Reply]
jadi serba salah mesti makan apa? hmpr semua produk makanan dicampur oleh bhn2 yang berbahaya bagi tubuh..
keknya sy hrs piter2 memilih dn memilah…
[Reply]
[Reply]
makanay gw suka mikir 2-3 kali klo beli makanan2 murah di pinggir jalan atau di warung2 kecil yg ga jelas merek dan vendornya
[Reply]
[Reply]
Di Surabaya bagian mana ya Mas ??? pingin coba hehehe…
halal ato haram tergantung pribadi masing2 kan …
makasih infonya.
[Reply]
[Reply]
Padahal krupuk ini adalah kesukaanku Ri, musti ati2 ya
[Reply]
[Reply]
pelaku menghalalkan segala cara.. kita yang celaka
instansi terkait kadang lengah & teledor
seteliti apapun mengontrol pasti ada yg lolos
apalagi ngontrol setahun sekali??
modus yg janggal, kucing saja, ada yg mengkonsumsi
[Reply]
kapan ya indonesia aman dan tentram dalam semua hal? hmmm….
[Reply]
Wahhhh…sangat bermanfaat sekali lowh Mas Infonya…
[Reply]
[Reply]
untung ya aku tak terlalu suka kulit dan konco2nya,,,,
Tapi wajib diwaspadai nih!!! gawat!
[Reply]
[Reply]
demi kepentingan materi yang lebih menjanjikan menipu dengan yang haram, jadi ganda deh kesalahannya
[Reply]
Selamat Sore Mas… Tuker link ya!!! Linknya Mas udah tak pasang. Ditunggu link baliknya…
[Reply]
Gak suka kerupuk. Hehe.. Kadang2 aja makan tuch kerupuk
[Reply]
aduh, malu2in nama kotaku ajah nih….
ternyata babi sekarang sedang naik daun ya…..hahaha
[Reply]
Anonymous Reply:
Juli 5th, 2011 at 11:07
emank naik daun kerupuk babi kn uuueeeennnaaakkkkk bgt, melebihi semua daging..
[Reply]
[Reply]
jualan krupuk harus pake cap halal dong
[Reply]
harus ada label halalnya berarti
[Reply]
[Reply]
bahaya yak…. jangan sampe pernah konsumsi neh… tapi kan hukumnya gag tau kan…
[Reply]
kita harus waspada nih
[Reply]
emank naik daun kerupuk babi kn uuueeeennnaaakkkkk bgt, melebihi semua daging..
[Reply]
emank naik daun kerupuk babi kn uuueeeennnaaakkkkk bgt, melebihi semua daging..
Is the best
[Reply]
woiii babi
[Reply]
bpak kau kw orng babi kontol
aq jga jualan jngek ppq tapi gg babi
spa mw bli TOl
[Reply]
woiii jngek tuu ada nya dI mDN
[Reply]