Total Penerimaan TV ONE
Dana Bencana Gempa Sumatera
Rp. 27.753.554.906,-
Data : 9 Oktober 2009

METRO TV

Rp 24.040.989.937,22-
Total Sumbangan Sementara
per Tanggal 09 Oktober 2009
Pukul 16.30 WIB

korban-merapi

Dua nama televisi diatas adalah hanya sebagian contoh dari ratusan cara untuk menggalang dana bantuan untuk para korban gempa di Padang beberapa hari yang lalu. Ini tentunya sangat membanggakan kita semua bahwa kesadaran dan kepedulian sosial masyarakat Indonesia masih sangat tinggi. Setiap terjadi musibah terjadi, banyak masyarakat melakukan aksi sosial dengan cara memberikan sumbangan kepada korban bencana melalui berbagai media atau organisasi yang menggalang dana untuk para korban bencana termasuk bencana gempa Bumi Padang.

Namun, sekali lagi saya harus mengingatkan juga kepada seluruh instansi, lembaga, Televisi ataupun mereka yang menggalang dana bantuan masyarakat ini harus kita awasi terus dalam distribusi dana yang terkumpul mungkin hingga Trilyunan Rupiah ini.

Saya sangat menyayangkan sekali, saat bantuan begitu banyak dan berlimpah akan tetapi di hari yang lebih dari sepekan ini kita masih mendengar masih banyaknya korban gempa yang masih belum mendapatkan bantuan sama sekali. Bahkan hari kemaren saya menyaksikan liptan Metro TV yang menayangkan seorang warga yang ada dipedalaman rumahnya roboh dan terkena longsor harus berjalan dan mengembara tanpa tujuan karena tidak adanya bantuan yang menuju ke lokasi tersebut.

Bahkan saya melihat wartawan tersebut matanya berkaca-kaca saat melihat langsung rombongan ibu-ibu tersebut yang harus pergi meninggalkan kampung kelahiranya tanpa tak tahu kemana tujuanya.

Selain itu saya juga melihat (lagi-lagi ditayangkan di TV) bagaimana sebuah tenda yang terbuat hanya dari terpal yang didalamnya harus digunakan oleh 3-4 anggota keluarga hanya untuk berlindung sementara. Kisah seperti ini mungkin hingga detik ini masih ada dan luput dari kamera para wartawan ataupun media lain.

Ini tentunya sebuah keniscayaan dan sangat mengiris hati siapa saja yang melihat dan mendengarnya, terlebih buat mereka yang mengalaminya. Padahal di saat mereka merasakan penderitaan itu, Di Jakarta dan hampir di seluruh pelosok negeri ini dan bahkan dunia International memberikan bantuan yang luaaaaar biasa banyak. Akan tetapi masih saja kita mendengar hal yang demikian.

Saya sendiri bingung ketika melihat gejala seperti ini yang seolah berlangsung terus menerus disetiap bencana. Dan media yang biasanya selalu aktiv dan mengontrol pemberitaan atas bantuan semacam ini, Justru saat ini kita melihat mereka juga menjadi bagian yang menyibukan diri menggalang dana yang begitu besar, akan tetapi mereka masih dikatakan belum begitu transparasi atas bantuan yang terkumpul itu.

Seharusnya sebagaimana mereka begitu gencar saat mengiklankan penggalangan dana melalui kantong-kantong rekening mereka, bahkan sampai-sampai menayangkanya hingga satu jam untuk melakukan penggalangan dana ini, Akan tetapi saya belum melihat mereka membuat program khusus yang berisi tentang ulasan dan transparasi seluruh dana yang masuk untuk dilaporkan kepada publik kemana dana tersebut di gelontorkan, tentunya dengan detail dan profesional hingga masyarakat tahu bahwa seluruh dana yang mereka kumpulkan dari masyarakat digunakan secara tepat sasaran.

Apa yang dilakukan oleh pihak PUNDI AMAL SCTV bisa menjadi contoh bahwa mereka berlaku terbuka dan transparan atas setiap dana yang terkumpul dengan cara melaporkan melalui website PUNDI AMAL SCTV, Disana kita bisa melihat laporan rupiah demi rupiah dari penggalangan dana tersebut dan juga ditampilkan juga agenda kegiatan mereka bahkan hingga kepada program kerja mereka.

Inilah yang tentunya sangat kita harapkan supaya semua pihak bisa mengikuti yang demikian, sehingga masyarakat bisa tahu dan mengontrol mereka-mereka yang menggalang bantuan tersebut.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

  • Facebook
  • TwitThis




18 Comments to “Transparasi Dana Bencana MUTLAK di Perlukan”

  1.   anny | Oktober 12th, 2009 at 10:00

    Semoga dana itu tersalurkan dengan lancar dan tepat

    [Reply]

  2.   mel | Oktober 12th, 2009 at 10:43

    aih aih,,makin sukses aja neh si ade yg satu ini

    [Reply]

  3.   alpicola | Oktober 12th, 2009 at 10:44

    mampir ah….jalan jalan

    [Reply]

  4.   Omiyan | Oktober 12th, 2009 at 14:08

    kalau saya yakin TV tersebut bisa berlaku jujur yang saya takutkan adalah kondisi bantuan yang sudah ada ditempat tahu sendiri donk birokrasi kita gimana dan orang-orangnya

    banyak kasus bantuan dari pihak luar ternyata disimpan dan jadi milik pribadi oleh oknum oknum tertentu…

    [Reply]

  5.   Nyubi | Oktober 12th, 2009 at 14:34

    Anda benar sekali mas :)

    [Reply]

  6.   songgolangit™ | Oktober 12th, 2009 at 15:12

    setuju mas

    [Reply]

  7.   Whienda | Oktober 12th, 2009 at 16:33

    Whienda sependapat, Bang! Bahkan, dalam pandangan Whienda, bencana yang terjadi di Sumatera -dan yang lain-adalah juga percobaan bagi kita yang tidak mengalaminya. Adakah kita hati masih punya hati nurani? Jika toh tidak punya kemampuan materi untuk menyumbang toh setidaknya kita bisa mendoakan mereka. Entahlah … harus disebut makhluk apa mereka yang justru mencari keuntungan materi di atas penderitaan saudara-saudara kita itu.

    [Reply]

  8.   Codet | Oktober 12th, 2009 at 17:05

    Transparansi sangat perlu karena itu adalah bentuk pertanggungjawaban dari pengelola dana (publik).

    [Reply]

  9.   geRrilyawan | Oktober 12th, 2009 at 18:43

    mudah-mudahan nggak ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain…seperti lagunya ebiet g. ade: dalam kekalutan masih banyak tangan yang tega berbuat nista…

    [Reply]

  10.   deady | Oktober 12th, 2009 at 22:20

    kalo menurutku sih yang harus lebih diperhatikan tu pendistribusiannya
    udah tepat apa belum

    [Reply]

  11.   Erik | Oktober 12th, 2009 at 23:25

    Setuju mas, transparasi mengenai penyaluran dana tersebut perlu dilakukan. Laporan tersebut bisa ditempatkan di website resminya

    [Reply]

  12.   Joko Setiawan | Oktober 13th, 2009 at 08:02

    Yaaa..Harus ada audit mengenai penyaluran dana hibah(sumbangan) itu…
    Yang paling memungkinkan ya LSM pembela rakyat…
    Tapi ada ga yawh..????

    [Reply]

  13.   Erfano Nalakiano | Oktober 13th, 2009 at 09:25

    harusnya ada satu muara khusus/lembaga khusus yang menangani semua sumbangan. Nah, lembaga itu yang membuat kegiatan dan program kerja. Yang cepat tanggap tentunya!

    namun beda kepa abeda jalan…..Birokrasi kita terlalu bertele-tele….
    :P

    [Reply]

  14.   fenny Silfiana | Oktober 13th, 2009 at 11:21

    Smua masyarakat psti’a berharap agar dana sumbangan yang terkumpul bisa disalurkan dengan baik dan benar…
    dan memang benar, tidak sedikit orang yang juga ingin tau laporan penyaluran dana yang sangat besar itu…

    [Reply]

  15.   matanaga | Oktober 13th, 2009 at 13:50

    semoga para penggalang dana tepat sasaran dan tidak di salah gunakan..
    sudah banyak juga ya.. dananya mas.. mudah2an sumber tak tergiur, hehehee..

    [Reply]

  16.   Eka Situmorang-Sir | Oktober 13th, 2009 at 17:09

    Betul sekali!
    Jangan sampai kepedulian masyarakat disunat atau tidak disalurkan semestinya.
    Transparansi dan laporan penggunaan dana bantuan tersebut adalah bentuk tanggung jawab si penggalang dana.

    [Reply]

  17.   pakacil | Oktober 14th, 2009 at 01:31

    sangat sepakat, jangan sampai niat orang yg mulia untuk membantu tercorengi oleh hal-hal yang tidak perlu.
    pihak-pihak yang transparan tentu sangat layak mendapatkan apresiasi positif.

    [Reply]

  18.   wi3nd | Oktober 19th, 2009 at 11:06

    iyah,trilyunan dana suda terkumpul,tapi penyalurannya sampai sekaran9 maseh belum terden9ar..

    berharap tidak masuk kekanton9 kanton9 pribadi ajah ya rie…

    [Reply]

Leave a Comment