Saat Pengabdian Sudah Di Nilai Dengan Rupiah !!!
Politik, aribicara April 26th, 2009
Pengabdian sungguh teramat sangat Agung lagi Mulya dan terhormat, bukan hanya di mata manusia semata akan tetapi Tuhan juga mengangkat derajat bagi siapa saja hamba-hamba_Nya yang secara tulus dan ikhlas menjadi orang yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk sesuatu yang bermanfaat untuk sesama dan lingkungan sekitarnya.
Pengabdian sendiri pada awalnya mempunyai makna yang sangat terhormat yaitu sebuah sikap yang diawali dengan niat dari hati yang bersih dan tulus ikhlas memberikan perbuatan yang bermanfaat baik untuk sesama makhluk maupun lingkungan sekitar dalam bentuk tenaga, ìlmu pengetahuan dan lain sebagainya yang terpenting bermanfaat untuk kebaikan.
Tapi pada saat ini, makna pengabdian seolah dimaknai dengan kepentingan masing-masing. Terlebih dalam perkembanganya saat ini sangat sulit membedakan antara Pengabdian dengan Profesi.
Profesi sendiri sangatlah jelas maknanya karena sebuah profesi pada intinya rata-rata memang karena mengharapkan gaji karena profesi yang mereka jalankan.
Tapi perlu dicatat bahwa, berawal dari profesi seseorang bisa menjadi seorang yang melakukan pengabdian untuk sebuah profesinya dan begitu juga sebaliknya.
Dalam banyak peristiwa dari dahulu sering kita dapatkan kasus seperti yang saya maksud diatas.
Seorang guru misalnya, Guru adalah salah satu contoh bukti perubahan makna yang beragam,dimana untuk sebagian orang guru dianggap sebagai profesi yang memang WAJIB diberikan IMBALAN dengan nama GAJI.
Tapi disisi lain ada seorang guru dengan pekerjaan dan SK yang sama akan tetapi guru yang satu ini TIDAK BERHARAP MENDAPATKAN GAJI. Guru yang seperti ini memang LANGKA, Tapi saya berani jamin PASTI ADA !
Dari contoh diatas silahkan KITA memaknai pengabdian dengan hati kita masing-masing.
Dan menurutku, seorang yang mempunyai profesi tertentu walaupun diberi gaji, akan tetapi dia bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab terlebih selalu dan selalu berprestasi disetiap profesinya maka orang seperti ini layak disebut sebagai seseorang yang sudah MENGABDI untuk profesinya tersebut.
Bagaimana kalau kita melihat RATA-RATA para tokoh politik negeri ini ??!!! *Jangan tanya saya


About



dunia semakin tua teknologi semakin canggih tetapi Ahlak dan tingkah laku manusia semakin tidak bisa dikendalikan yang seperti sekarang ini
Itulah manusia saat ini, tapi yang terenting bagaimana kita bisa tetap selalu koreksi diri untuk selalu menjadi orang2 yang berakhlak mulia
* Dengan Mengabdi Tak Pernah Rugi …..
[Reply]
Ga cuma dibayar dengan rupiah… Dolar juga bisa… hehehe
[Reply]
pertama an9el ngucapin selamat datang kembali rie..
udah siap yah bertapanya
lha…trus aku nanya ma sia nih???
semoga kita bukan bagian dari org2 yg mengabdi demi rupiah
karena tak jarang demi rupiah hukumpun tergadaikan
[Reply]
alhamdulillah akhirnya ari sudah kembali
aku komen disini ga dapet imbalan loh
ari, kalo soal guru sih, entah dengan imbalan ato ga, sudah merupakan suatu pekerjaan mulia
Ibuku seorang guru SD
[Reply]
para tokoh poliik ya,,, tanya saja ke tanya saja wk wk wk
[Reply]
apa kabar mas…uda lama ndak nampak
tokoh politik ya….
kebanyakan hanya mementingkan pribadi dan partainya
blm banyak berbuat untuk kemajuan bangsa
[Reply]
langka bukan berarti gak ada..
rasa hati suka miris dan kagum melihat orang2 yang berbakti untuk sesama..
[Reply]
Mengabdi untuk negeri tanpa korupsi
[Reply]
Guru mengabdi tanpa kenal pamrih, lilis bangga jadi guru
[Reply]
Pengabdian walaupun digaji tp dilakukan dgn ikhlas akan tetap mempunyai nilai yg sama.
[Reply]
guru, yang minggu turu …
[Reply]
makanya mas, dtempat saya ga ada jam kerja…
adanya jam juang…
orang yang bekerja b’beda sama org yang berjuang…
orang yang b’juang ga mengenal imbalan, ga mengenal jam kerja juga heheh, klo kerjaan ga beres pokonya rawe rawe rantas malang malang putung kerjain Lillahita’ala ampe beres… ingat org yg b’juang ga kenal pamrih, pokonya ikhlas deh nglakuin segalanya…
jadi semua karyawan ktika berangkat dr rumah b’niat utk berjuang mendpatkan ridho Allah. (tp hak-hak mereka kita penuhi lho)…
[Reply]
kalau jadi guru aku kurang bisa.. lebih cocok kalao menggurui.. kekekeke
[Reply]
kalo ga bole tanya kamu saya tanya si TANYA SAJA lah
[Reply]
diperlukan loyalitas dan kesabaran untuk menjadi pengabdi. tapi tidak mustahil masih banyak orang mengabdikan dirinya tanpa pamrih.. salut untuk mereka..
[Reply]
Akhirnya ngeblog lagi mas ari
[Reply]
Bagaimana kalau kita melihat RATA-RATA para tokoh politik negeri ini ??!!!>>>>>>>>>ada yang baik ada yang tidak baik….itu sudah sunatullah dan terjadi dimana saja, bahkan dalam diri kita sendiri, berhati-hatilah terhadap apa yang kita lihat dan kita dengar, karena belum tentu itu sebuah “kebaikan” atau “keburukan”….yang mutlak
[Reply]
apakah ini tanda2 dirimu kembali??
[Reply]
Guru? Aw
Kalo mikirnya sambil menyelam minum air gimana? sambil ngabdi skalian cari duit. Kan lumayan, duitnya bisa bantuin orang tua
[Reply]
hmm…semoga niat baik, ketulusan dan kerja keras masih kita miliki. Ada nilai lain dari sebuah pengabdian yang tidak dapat diukur oleh materi. Namanya kebahagiaan dan kepuasan. Selamat berkarya
[Reply]
Yah sebagai penonton saya cuma bisa harap-harap cemas Rieeeee. Kadang gemes pengen jadi Caleg juga wakakakakaka (ada apa partai yang mau?)
[Reply]
wah..udah update ya..
kapan selesai hiatsu
hehehe…
“ARIBICARA”
Iya nich bru smpet
Salam
[Reply]
tokoh politik kita memang bikin kita geleng2 kepala…. demi KEKUASAAN segala cara dilakukan
ga tahu malu sama guru di “pedalaman” yg berkorban agar dapat berbagi ilmu
“ARIBICARA”
Semoga sja tokoh politik kita makin byk yg sadar
Salam
*Dengan berbakti tak pernah rugi…
[Reply]
Jaman sekarang siapa sih yang ngga mau duit…
Haram atau halal pasti “disikat”…..
“ARIBICARA”
Ini yg menyeramkan
Kita brlindunp dr yg dmikian …
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
Bicara soal duit dan kejujuran.
Hm…kalau lihat di film atau sinetron begitu banyak orang jujur dan peduli, aku jadi ingat guruku yang selalu rajin, dengan gaji tak sebanding jasanya. ah
“ARIBICARA”
Aku ikut salut dg gurumu …
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
mengabdi bukan berarti tak boleh dapat imbalan, tapi imbalan yang sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan
“ARIBICARA”
Saya sepakat dg bang Icai…
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
Ya, terkadang lucu juga ga hanya politikus, dalam lingkungan kita pun katanya merasa pengabdian, tapi kenyataannya jika ga dibarengi dengan imbalan sesuatu apa gitu lah, jadinya menggerutu, aneh memang..
Apalagi Politikus yang kebanyakan pikirannya KORUPSI melulu…..
“ARIBICARA”
Kenyataanya memang spti itu…
Dan kita harus menjauhi yg dmikian
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
jangan apatis gitu dooong…. gak semua politikus seburuk itu kok… sama dengan guru… gak semua guru kerja demi uang kan?
“ARIBICARA”
Ak g apatis kox..
Ichanx tenang aja
Salam
[Reply]
semoga terlindung dari hal sedemikian..
“ARIBICARA”
Amiin…
Semoga …
[Reply]
Kok dicontohkannya cuma guru Mas…
Profesi yang lain juga ada kan…?
Polisi misalnya…
BTW, selamat datang kembali di jagad blogspheare…
“ARIBICARA”
Silahkan cri yg lain memang msh byk,kalau ak tls smua nti bisa2 jariku pegel smua,soalnya ini ak tulis pke hp

Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
Itulah mengapa guru disebut jg ‘pahlawan tanpa jasa’. Layaknya pahlawan, yg terus mengabdi yg senantiasa berjuang tanpa pamrih.
Utk politikus, hmm…ada yg konsisten dlm inkonsistensi. Nah loh? Kok bs?
Tp sy yakin ada jg yg jujur dan amanah. Insya Alloh. Spt kata pak Ari, meski langka (barangkali), tp sy jamin pasti ada!
“ARIBICARA”
Smga saja yg sdkt itu smakim byk ya
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi…
[Reply]
kalau saya ga terima bila wakl rakyat diberikan gaji yang terkadang begitu sangat besar karena intinya gaji diberikan atas apa yang dia kerjakan selama satu bulan tapi lihat anggota dewan apapun yang dia lakukan sudah pasti ada uangnya jadi gajinya itu untuk apa…..da lucunya katanya dipotong hampir 50% untuk kepentingan partai padahal katanya dia ITU WAKIL RAKYAT BUKAN WAKIL PARTAI seharusnya uangnya disisihkan buat kepentingan rakyat bukan partai
“ARIBICARA”
Saya jg sering brfkr spt om dan media harusnya sering meliput ini biar smkin byk rakyat yg tau.
Kalau media takut,marilah kita para bloger yg mengungkapnya
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
ya
sediah ya
kalo agak pas uangnya
ya gak mengabdi
miris
“ARIBICARA”
Y jg sich,tp smga saja akan smkin byk org yg bnr2 mengabdi bkn krn uang semata. Amin…
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah Rugi…
[Reply]
Ari sudah balik dari tidur panjang di musim dingin (emang beruang kutub???)
Jangan pesimis dong rie, masih ada tokoh politik yang bener2 mengabdi..yang mana yah? Tanya si joel doloo
“ARIBICARA”
Gue emang beruang kutub yg jantan,dirimu beruang kutub betinanya ya?wekwekwek….
Ak g pesimis kox
Udah tnya ke tanya saja blm?ckckck…
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi…
[Reply]
mudah2an mas banyak orang yang punya pemikiran seperti kamu kawan, bekerja dengan tulus hati dan ikhlas, mudah2an saya bisa belajar ilmu itu…..semangatmu kawan telah menularkan aku selama ini….. sukses ya
“ARIBICARA”
Saya harap bgtu….
Tp bkn spti aku,krna sy sndri msh byk blajar utk ini
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
mas ari ada award nieh..mohon diterima y!!!
“ARIBICARA”
Terima kasich banyak Awardnya …
Dengan senang hati saya terima…:-)
Tp maap blm ak krjakan skrg,msh trauma,takut ilang lagi tlisanya
Salam
[Reply]
mudah2an saya bisa berdedikasi sama apa yg sudah saya pilih… itulah inti pengabdian… (eeh gak nyambung yah? hiihiihiii, maap… maap…)
“ARIBICARA”
Amiiiin ….
Masih nyambung kox
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
.. kalau pengabdian tanpa profesi bagaimana?
*ibu rumah tangga ceritanya nih
“ARIBICARA”
Inilah wujud pengabdian yang SESUNGGUHNYA
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
misal mengabdi tanpa digaji (guru), trus gmn dia bisa hidup???kalo dia gak punya cukup uang, maka gak bisa makan makanan bergizi. kalo udah gitu, gmn bisa ngjar muridnya dgn keadaan kurang gizi? hmmm…
peace
“ARIBICARA”
Utk mjawab smua pertanyaan smcam ini coba kita lihat guru2 yg mengabdi di pdalaman, walau gji dan makan seadanya, otak guru2 ini tetap cerdas dana akhlak mereka tetaplah baik krna niat mrka adlh PENGABDIAN
Tp pmrintah memang hrus perhatikn nasib mreka.
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
Boro-boro jasa dinilai dengan rupiah (sudah lumayan baik)… kata “terima kasih” aja sudah jarang terdengar…
“ARIBICARA”
Smga sja utk mereka2 yg memang sudah terbukti mengabdi dg sungguh2 utk diberikn penghargaan yg layak.
Salam
*Dengan berbakti tak pernah rugi …
[Reply]
smua ujung” duit ya hihi
welkombek mas arie
“ARIBICARA”
Menurutku itu g masalah slama kinerajanya bagus,tanggung jawab dan berprestasi..
Salam
*Dengan berbagi tak pernah rugi …
[Reply]
apalagi tanya saya *komen gak jelas*
“ARIBICARA”
Koment dia jelas kox
Salam
[Reply]
gak papa lah di gaji asal
bertangung jawab
“ARIBICARA”
Ak pikir jg bgtu,,
Yg pntg tanggung jawab dan brprestasi…
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi …
[Reply]
mari berdoa, biar tokoh2 politik negri ini tergerak hatinya setelah membaca postingan ini
“ARIBIÄRA”
Smga saja begitu…:-D
Tp kpn pjbat2 itu bca postingan ini?
Ichanx Ada2 aja
Salam
[Reply]
siang…
“ARIBICARA”
Siang juga
Salam
[Reply]
ngomongin masalah pengabdian???
dengan pengabdian orang akan bisa jadi pahlawan. Dan ingatlah “SETIAP ORANG BISA SAJA JADI PAHLAWAN, TAPI SETIAP ORANG BISA SAJA TIDAK BAHAGIA DENGAN APA YANG TELAH DIKORBANKANNYA/ATAS PENGABDIANNYA”
“ARIBICARA”
Smga kita bs mjadi org yg bhagia karena pengabdian kita. Amiiin
Salam
*Dengan mengabdi tak pernah rugi…
[Reply]
saya abdi dalem (*nambahin komen-komen yang gak jelas)
“ARIBICARA”
Kalau saya abdi kebun bang ckckck… B-)
*ikut nambahin ckckck….
Salam
*Dengan berbagi tak pernah rugi …
[Reply]
Pengabdian saat ini ukuranya adalah hati, jadi hanya bisa dilihat pada mereka yang menunjukkan perilku baik yang konsisten.
“ARIBICARA”
Saya sangat sepakat dg ms Hade.
Dan memang bgtulah yg sesungguhnya
Salam
*Dengan berbagi tak pernah rugi ….
[Reply]
ariiiiiiiiiiiiieee..welkambeek yaa..
pen9abdian yan9 tulus mun9kin suda jaran9 ya rie..
tapi balik la9i ke pribadina masin9 amsin9,masih ada kok seba9ian oran9..
entahlah klu para pemimpin ne9eri inih,tapi sm09a sajah “masih ada”
“ARIBICARA”
Makasih byk atas sambutanya
Memang sulit dan langka. Tapi saya berani jamin pasti ada!
Salam
*Dengan berbagi tak pernah rugi….
[Reply]
Bekerja tanpa melihat ‘uang’ terlebih dahulu. Bisa gak ya? Tapi kayaknya supersusah.
“ARIBICARA”
Kalau utk pekerjaan2 umum mnrtku tdk masalah,tp yg dimaksud disini memang khusus mereka2 yg pkerjaanya lebih kpada pengabdian.
Untuk mjadi org yg trbaik memang trkadang sulit kawan
Salam
*Dengan berbagi tak pernah rugi….
[Reply]
tak hanya guru, jangan lupakan dokter yang mengabdi di pedalaman mengambil gaji 3 bulan sekali ke kota dan masih banyak profesi lainnya …
Politikus… pekerjaan apa pula itu….
[Reply]
3 hal kebutuhan utama manusia : pangan, sandang dan papan. jika ketiga-tiganya sudah terpenuhi maka langkah selanjutnya kebutuhan akan status sosial. Jadi jangan heran kalo guru-guru yang aslinya sudah mapan, mereka tidak terlalu memikirkan materi. Gaji adalah bentuk apresiasi terhadap waktu.
salam mas ari
[Reply]
oh ya mas ari,aq minta tlg dong kenapa ya format tampilan blogku hanya 2 kolom? klo punya mas ari kan 3, padahal tema tampilannya sama.
please..
[Reply]
ariiiiiiiiiiiiiiiiii
[Reply]
berbicara tentang contoh yang mas ari berikan, saya pernah berada dalam lingkungan mereka, dan saya rasakan benar adanya… astaghfirullah…
[Reply]
aku juga pernah jadi guru privat smp loh!
hhhaha~
banyak banget yah enag dan nggag enagnya~
[Reply]
Bos..akhir-2 ini gaji guru dah mulai merangkak naik. Walo pelan-2. hehe…. Kira-2 dah bisa dijadiin profesi apa gak ya?
hehe…..
[Reply]
aku menjadi tidak respect ma salah seorang guruku karena dia pernah bilang “buat apa saya lembur ini itu buat ngurus SMA7, padahal gaji saya sama seperti guru SMA pinggiran!” busengdeng
[Reply]
Aribicara …kapan garap SAMPAH2 DARI DBLOGER??
(gURU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA…masihkah begitu?)
[Reply]
karena telah terjadi pergeseran makna dari pengabdian itu sendiri mas…. terkadang ada satu celetuk-kan begini… kita mengabdi dan berjuang terus menerus.. kapan memetik-nya… “satu hal” yang begitu ironis… karena terkadang penghargaan dari sebuah pengabdian itu sendiri juga tidak pasti dan real…. akan ada perbedaan perlakuan disini antara guru, petani, pedagang dan politisi… jauh berbeda…. sukses mas.. lama nggak saling sapa.. kabarnya gimana… ???
[Reply]
pengabdian… sudah ada pergeseran makna. sekarang ini, begitu tipis perbedaan antara mengabdi dengan mengharap gaji, mau mengabdi jika gaji sesuai keinginan hati, ada sebuah pembeda yang jelas antara guru, petani, polisi, tni dan politisi, bahkan bupati… mana yang murni karena mengabdi dan mencari gaji, akan begitu jelas disini mas.. sukses mas..
[Reply]
pengabdian, sesuatu yang langka, hmm bisa jadi benar sebenarnya pengabdian itu juga perlu ada sebuah penghargaan, dan terkadang pengabdian disini kurang bisa dimengerti dan dipahami, dengan sepenuhnya, ach.. sudahlah pengabdian dan rupiah memang tipis sekali saat ini mas.. untuk bisa mengerti dan memahami.. sukses, kabar baik khan…
[Reply]
speechless deh kalo ngomongin soal pejabat2 di tanah air
[Reply]
zamannya uang adalah raja.
[Reply]
mengabdi-mengabdi teruss
[Reply]
Ya namanya mengabdi masak ga ada imbalanya
^_
^
[Reply]
semakin kesini semakin aneh saja dunia
[Reply]
maksudnya gimana tuh…
[Reply]
saya tidak hanya yakin, tapi tau..
Guru seperti itu memang ada, Ar.
[Reply]
Nice Article thanks
[Reply]
salam kenal
[Reply]
minta tulisannya ya. ijin
[Reply]