pict0104.JPG

Sebut saja Sobirin Namanya (nama sebenarnya), dia ini adalah teman menggembala kambing saya sejak kecil. Aku sendiri menggembala kambing sejak usia 7 tahun (sejak kelas satu SD). Aku masih beruntung, karena menggembala kambing hanya sampai duduk di bangku sekolah Tingkat Atas (SMA), itupun terpotong untuk kerja di Jakarta waktu putus sekolah dulu. Tapi saat pulang kampung, kambing menjadi teman mainku lagi., Itulah tabungan orang tua kami di kampung.

Berbeda sekali dengan temanku Sobirin, saat aku pertama menggembala kambing Sobirin sudah putus sekolah (putus sekolah kelas 3 SD). Sobirin benar-benar tidak pernah mengalami yang namanya masa kanak-kanak seperti anak-anak yang lain termasuk aku karena sehabis pulang sekolah dan makan siang, menggembala kambing adalah pekerjaan kami. Pernah saya meninggalkan kambing yang saya gembalakan, karena saat itu naluri kekanak-kanakanku muncul tak berbendung, saat itu (kelas 2 SD) aku meninggalkan kambing yang aku gembala bermain kelereng tidak jauh dari tempat aku menggembalakan kambing. Baru saja sekitar 15 menit menikmati asyiknya bermain, tiba-tiba saja dari arah kejauhan seorang bapak-bapak tua yang ternyata adalah petani memanggil-manggil saya. Apa yang terjadi? ternyata kambing-kambingku memakan tanaman-tanaman padi yang lumayan dekat dari tempat saya menggembalakan kambing. Si petani yang marah langsung melempar kepala kambing saya hingga leher kambing saya patah dan sekarat. Bukan itu saja, melihat dia tahu saya yang menggembalakan kambing itu, dia memarahi saya habis-habisan, bahkan hampir saja bogem mentah mengenai muka saya kalau saja waktu itu aku tidak berlari pulang untuk mengadukan ini sama orang tua saya.

Sampai rumah bukanya kasih sayang tapi justru kemarahan dari orang tua yang saya terima lagi. Mereka mungkin benar bilang kalau aku ini seorang yang tidak punya tanggung jawab, masih kecil sudah berani meninggalkan tanggung jawab, bagaimana kalau besar nanti? demikian kemarahan mereka kepada seorang anak kecil yang masih tidak tahu apa itu tanggung jawab. Seorang anak-kecil yang saat itu hanya ingin menikmati masa kecilnya (HANYA 15 MENIT), ternyata resikonya sangat Luarbiasa, kemarahan dan makian bukan hanya sehari dua hari aku terima. Mungkin karena orang tua kami hanya berfikir tentang kambing itu yang ternyata setelah kejadian itu harus disembelih gara-gara tidak memungkinkan untuk disembuhkan. Sejak saat itu aku bernar-benar tidak tahu BAGAIMANA MENIKMATI MASA KECIL??Karena ketakutan seorang anak kecil yang tidak mau dimarahi oleh orang tua lagi, selama menggembala kambing, saya tidak berani lagi meninggalkan kambing-kambing yang saya gembalakan.

Nasib Sobirin lebih tragis. Gara-gara melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan, kambingnya tercebur kedalam sungai dan mati , gara-gara itu pula tangan sebelah kirinya dipelintir oleh bapaknya sendiri hingga sekarang tidak bisa digerakkan (terlihat dalam Photo). Dan sejak saat itu hingga usianya yang sudah hampir 32 tahun Sobirin masih menjadi penggembala kambing membantu bapaknya dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Saat aku menemuinya disela-sela hari lebaran kemarin (lebaranpun tetep menggembala kambing/habis Sholat IdH). Aku coba-coba menanyakan kabar dan apakah tidak mempunyai keinginan untuk menikah seperti kakak dan adik-adiknya yang semuanya sudah menikah? Dia hanya tersenyum dan seolah-olah dia tidak berani mengutarakan apa isi hatinya soal itu.

Ini sepenggal cerita dari kampungku dan Memory_ku ………………


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

  • Facebook
  • TwitThis




20 Comments to “Menjadi Penggembala Bukan PiLihan”

  1.   Kaka | Oktober 19th, 2008 at 12:23

    Hmm.. sedih sekali mas!.. seandainya sy bisa merubah nasib seseorang pasti akan sy rubah..
    http://www.asephd.co.cc

    [Reply]

  2.   rizkysutji | Oktober 19th, 2008 at 12:37

    kambing..boleh kenalan? :)
    bing, mo dicomblangin ma kambing kampung gw?..
    biar gw dan majikan kamu bisa jadi saudara.. :D

    [Reply]

  3.   ian | Oktober 19th, 2008 at 12:40

    Sangat Menyedihkan Sekali,.. Ada orang tua yang tega melintir tangan anaknya sendiri hanya karena gara gara kambing.

    Semoga Mas Sobirin Senantiasa Diberikan Kesabaran.

    [Reply]

  4.   Anak KampuNK | Oktober 19th, 2008 at 12:43

    mkCH To kaka…

    yG bisA rubah sebenernya harus kita sndiri,,, Sayang klrga dan lingkungan Sobirin tdk memungkinkan…

    To Rizqy…

    Besok deCh,,,Tak sampaikan,,,Siapa Tahu ada KambiNg yanG maU jadi SaudaRanya Rizqy,, huahuahuahhahahaha ….

    ehem….

    [Reply]

  5.   ian | Oktober 19th, 2008 at 13:16

    Nasehat Buat Kambingnya : ” Jadi kambing yang baik yah, jangan nyusahin penggembalanya “

    [Reply]

  6.   Anak KampuNK | Oktober 19th, 2008 at 13:19

    To Pak Ian,,,,Orang Tuanya emang sadis Banget…Kasian dech pokoknya Ngliatin nasib Sobirin…..

    Hehehe… Pak Ian Bisa Aja,,,

    Entar Tak sampaikn juga ke Kambingnya…Juraganya udah susah jadi jangan dibuat susah lagi ya,, hehe,,,,

    [Reply]

  7.   ian | Oktober 19th, 2008 at 14:07

    Saya juga terkadang sedih kalo denger anak tetangga menangis lagi di pukulin sama orang tuanya. padahal yang namanya anak itu butuh pendidikan yang baik dari orang tuanya. saya khawatir kalo anak sejak dini sudah di pukuli kelak ketika dewasa menjadi anak yg ringan tangan.

    Mudah mudahan,kelak jika saya menjadi orang tua tidak akan memukuli anak.

    [Reply]

  8.   Anonymous | Oktober 19th, 2008 at 15:01

    eh Belum jaDi BpK To,, hehe,, Maaf ya,,,hihi,,Kirain Temen Komunitas saya Pak Ian namnaya(dari Bandung)..

    skali lagi mohon maaf…

    [Reply]

  9.   Greenapple2008 | Oktober 19th, 2008 at 16:05

    nah ini baru cerita sedih ..menyentuh…bangat
    seneng gua ma orang2 yang low profile seperti ini…..

    [Reply]

  10.   Anak KampuNK | Oktober 19th, 2008 at 17:25

    Suka crita sedih?..

    Kalau aku sich hanya mengenang masa2 yg tlah brlalu,, Tapi Sobirin, hinggga detik ini masih saja begitu….

    Ni profil yg lumayan lengkap lagi hehehe…http://aribicara.blogdetik.com/index.php/a12i_pr0file/

    [Reply]

  11.   windrey | Oktober 19th, 2008 at 18:56

    kasian bgt sobirin.. tp dia ttap trima yach… bahkan sampai umur segitu ttp menjadi penggembala domba..

    tragis jga dech..

    [Reply]

  12.   azlankadir | Oktober 19th, 2008 at 19:27

    masa lalu sulit untuk dilupakan
    masa2 sulit n bahagia menyatu dalam ingatan
    apalagi kampung halaman
    disana banyak misteri yang memberi kita
    pelajaran dalam mengagapai
    bintang, seperti halnya nasib sobirin dengan kambingnya ini…..

    thank sobat yang udah mampir di blog saya…

    [Reply]

  13.   nita | Oktober 19th, 2008 at 21:33

    kisah yg mengharukan. bagus nih kalo pengalaman masa kecil ditulis dlm bentuk novel/memoar soalnya menyentuh dan mungkin bisa jadi bahan perenungan buat orang lain

    [Reply]

  14.   Mmmumuw | Oktober 19th, 2008 at 23:59

    Semua Nabi pernah menjadi penggembala kambing, katanya.
    Banyak yang lebih parah dari itu. Bukannya cerita tadi gak bikin miris.
    Tanggung jawab kita sebagai orang dewasa untuk memberikan masa kanak-kanak untuk anak-anak kita. Banyak pembentukan masa kecil yang memberikan pengaruh terhadap kehidupan, bahkan kesehatan anak-anak di masa depan. Bahkan bentuk tubuh …. hehehe http://cozyhealtylife.blogspot.com/2008/10/bad-news-for-overweight.html Tapi Mas pasti lebih bertanggung jawab di masa dewasa daripada saya …

    [Reply]

  15.   Anak KampuNK | Oktober 20th, 2008 at 11:56

    To Windrey ..
    Ak byk bljr keikhlasan dari dia dan masakecilku sndri….ehm,,

    To Azlan,,,,

    Masa lalu yg byk memberi kita pesan dan pelajaran memang akan sulit dilupakan…

    To NiTa….
    Sebenernya ak juga sedang menulis juga, tapi sulit banget darimana mulainya,, hehe,,beberapa temen juga byk yg nyaranin,,,

    To Mmmmmmmm …..

    Sebenernya org Tuaku g tega membiarkan masa kecilku dulu seperti itu, mgkn mereka ingin saat kecilku dulu aku harusnya punya byk waktu untuk bermain …

    Tapi yaitu …Mereka juga ga ada pilihan….
    Tapi dari itu Aku Bangga dengan kedua ortu_ku yg mngenlkn tanggung jawab sejak kecil…

    Kini baru terasa ajaran mereka….

    MksH smuaNya…

    [Reply]

  16.   anny | Oktober 20th, 2008 at 13:43

    Dimanapun juga orangtua ingin hal yang terbaik buat anaknya, kalaupun ada kesalahan itu karena cara penyampaiannya aja yang salah, niatnya pasti baik.

    [Reply]

  17.   Anak KampuNK | Oktober 21st, 2008 at 04:19

    MgKN TeH aNi Bener juGA,,,yG jeLAs asAL pNDiDIkN iTu emANG uNTUK kebahagiaN si ANAK tidak masalah,,,,hehe…

    [Reply]

  18.   Yogi | Oktober 21st, 2008 at 05:14

    sobirin emang di takdirkan untuk tetap sobirr eh sabarrr

    yah smoga kambing2 nya selalu membawa kebahagian padanya

    [Reply]

  19.   Anak KampuNK | Oktober 22nd, 2008 at 04:24

    Mungkin juga y Mas..Hehe,,Sobirin artinya kalau g salah emang orang2 yg sabar ya..hehe …

    [Reply]

  20.   myun | Desember 1st, 2010 at 14:21

    terima kasih postingannya ya..
    salam kenal…
    kunjungi repository unand

    [Reply]

Leave a Comment