Minta Mahar Murah saat Nikah, Alasan Wanita Ini Dipuji Ribuan Netizen!

4 Aug 2017 - 10:14 WIB

Saya agak tertarik untuk menanggapi atas viralnya status remaja 19 tahun yang menikah dengan sangat sederhana.

Dalam sebuah status yang saat ini sudah dishare lebih dari 60 ribu kali, dan sekitar 1500 komentar, disukai lebih dari 126 ribu, tentunya mengandung daya tarik tersendiri untuk para netizen.

Logikanya, kalau tidak menarik perhatian netizen, tidak mungkin status tersebut bisa menjadi viral dan sekaligus dianggap sangat menginspirasi.

Agar anda tahu lebih dahulu, sebenarnya apa sih yang membuat status di akun bernama Rika Prasetiya tersebut bisa menghebohkan netizen?

Berikut ini saya sertakan statusnya secara utuh yang saya kutipkan langsung dari facebook pribadinya,

Mas kawin 500 ribu rupiah Tuuuunaaaii…

saya menikah saat umur 19th dgn pria berumur 23th,

Pria itu jauh dr kata mapan, mas kawin pun hanya 500 ribu rupiah.

Bukan karena dia ga mampu untuk kasih lebih dari itu, tapi emang saya gak minta.

Saat booming mas kawin dgn angka cantik, Saya cuma mikir, kasian suami kalo harus ngucapin nominal mas kawin yg ribet itu pada saat ijab kabul..

Dan saya jg ga mau memberatkan calon suami untuk menuhi permintaan yg macem2.

Bukan kah rukun nikah itu hanya ada lima :

1. Pengantin lelaki (Suami)

2. Pengantin perempuan (Isteri)

3. Wali

4. Dua orang saksi lelaki

5. Ijab dan kabul (akad nikah)

Tidak perlu ditambah dgn embel2, mas kawin sekian juta, perhiasan emas sekian gram, resepsi di gedung, atau sederet syarat2 lain nya.

walaupun saya anak pertama perempuan tapi saya juga gak pingin menikah di acarakan. lalu
Setelah 3hari menikah pun saya tinggal di kontrakan 2 petak, cukup besar buat saya tinggal be2 suami.

Tidur pun hanya beralas kasur lipat tipis, krn blm punya spring bed..

Ga jadi masalah krn cinta itu ga harus mewah.

Lucu aja kalo ada yg bilang hari giniii jangan mau nikah karena cinta, perut lapar ga bisa jadi kenyang krn makan cinta..

Beneran bikin saya ketawa, karena sampe saat ini kalo lg makan sepiring be2 sm suami, rasanya malah lebih kenyang drpd makan sendiri (ciyuuus, ga boong)..

Kalau menurut saya siih nikah itu enak nya susah bareng2, jadi pada saat nanti di kasih senang sm Allah pasti ga akan lupain deh saat berjuang dititik terbawah…

Hidup pass passan bukan berarti susah juga. 

Pass ga ada makanan, pass tetangga ketok pintu kasih makanan.

Pass dompet lagi tipis, pass bgt dapet arisan.

Pass ga punya duit, pass nyetrika ada duit nyelip di kantong.

Ini semua bukan kebetulan, tapi emang udah diatur sm Allah.

Hidup sederhana dan selalu bersyukur itu wajib buat kami, mewah itu gimana sudut pandang aja.

Mewah buat saya, buat mereka mungkin biasa banget.

Temen2 yg sudah menemukan tambatan hati, segeralah menikah.

Buat yg laki2 ga perlu nunggu mapan, cukup tunjukan kalo kamu lelaki gagah yg penuh tanggung jawab.

Rejeki mah ALLAH yg ngatur.

Buat yg perempuan, jangan trlalu banyak syarat ini dan itu.

Kalo calon kamu udah mapan yaa Alhamdulillah..

Kalo belum mapan, InsyaAllah menikah bisa jadi jalan buat hidup lebih baik.

Salam Erika

Menanggapi status tersebut diatas, tentunya sebagaimana khas netizen, pastinya selalu saja memunculkan kontrversi dan perdebatan.

Kalau saya secara garis besar saya kelompokan kepada beebrapa perdebatan,

Pertama, Memberikan apresiasi dan menjadikan status tersebut menjadi inspirasi positif untuk siapapun yang akan menikah. Melihat berdasarkan komentar netizen, menurut saya ini kelompok mayoritas, hal tersebut mungkin dikarenakan orang saat ini saat mau nikah, terkadang bukanya suka dan bahagia, tapi juga mengalami pusing yang luar biasa.

Pusing yang dimaksudkan bukan karena sakit tapi pusing karena harus memikirkan biaya pernikahan yang tidak murah. Sebagaimana kita tahu, kebanyakan mayoritas orang mau nikah pasti penginya meriah, mewah, banyak tamu undangan dengan hidangan yang nimat dan lezat, biar tidak bikin malu, mahar, mas kawin, serahan, dan lain-lainya yang semua itu tidak gratis dan murah tapi pasti membutuhkan biaya yang mahal.

Karena alasan itulah mungkin begitu ada status dari Rika Prasetya diatas, seolah menyadarkan banyak orang bahwa ternyata syarat dan sahnya sebuah pernikahan sebenarnya cukup mudah dan murah. Namun karena “GENGSI” dan alasan macem-macem itulah yang menjadikan pernikahan jadi mahal.

Dan karena alasan itupula banyak anak laki-laki yang kadang belum berani menikah karena ketakutan biaya, dan belum lagi ketakutan jika sudah menikah nanti tidak bisa memenuhi kebutuhan istri dan keluarganya.

Kedua, Diluar dari alasan pertama diatas, ada juga pihak yang “nyinyir” dan kurang setuju dengan pendapat Rika Prasetiya karena di zaman seperti sekarang ini yang namanya pernikahan tidak hanya soal syarat sahnya nikah saja, tapi juga harus melihat dari sudut pandang lain.

Namanya menikah itu kan hanya sekali seumur hidup, jadi kalau bisa ya harus dibuat berkesan dan bisa jadi kenangan yang baik. Tidak hanya itu saja, untuk kelompok orang yang berfikir seperti ini juga menganggap bahwa namanya orang nikah pastinya ingin memulyakan tamu undangan, membanggakan orang tua, dan alasan-alasan sejenisnya.

Kalau saya sendiri sih tidak berani berkomentar disini, karena sebenarnya soal nikah itu saya kembalikan kepada anda masing-masing yang akan menjalaninya.

Silahkan mana yang menurut anda bisa membuat anda bahagia, yang terpenting adalah bagaimana stelah dilakukanya resepsi pernikahan, masing-masing pasangan bisa hidup bahagia :-)


TAGS Viral / Netizen / Teknologi /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda