Laut Sangat Luas, Bikin Garam Sangat Mudah, Kok Import Garam?

3 Aug 2017 - 10:34 WIB

Saya benar-benar kembali dibuat gregetan soal kasus garam ini.

Kalau negara kita import smartphone, import mobil, import motor, import mesin-mesin industri, import komputer, dan sejenisnya itu, mungkin saya bisa memaklumi, tapi kalau sampai import garam, beras, jagung, dan berbagai produk pertanian lainya, tentunya saya teramat sangat malu sebagai orang Indonesia.

Kenapa?

Karena mayritas penduduk kita adalah petani, dan laut di negara kita juga luasnya minta ampun. Bahkan diklaim memiliki panjang pantai terpanjang kedua di dunia, serta memiliki area laut yang maha luas.

Namun kenapa kok bisa-bisanya kita import garam?

Tidak hanya itu saja, bukan hanya laut kita yang luas, tapi membuat garam itu juga termasuk kategori yang jauh lebih mudah daripada memproduksi mobil, motor, smartphone, komputer, atau produksi lainya.

Namun kenapa bisa-bisanya kita import garam terus?

Bahkan beberapa kali kita sampai kekurangan stock garam?

Secara nalar dan logika saya, ini benar-benar memalukan dan sangat tidak masuk akal kalau tidak ada sesuatu.

Sesuatu yang saya maksud tentunya berkaitan dengan banyak hal, mulai daria danya dugaan adanya kartel, tidak becusnya pengelolaan produksi garam, dan masalah-masalah kepentingan lain yang pasti sangat merugikan masyarakat, sekaligus MEMALUKAN untuk sebuah negara kelautan seperti Indonesia.

Terkait kartel saya baca di beberapa pemberitaan bahwa Indonesia punya PT Garam (Persero).

Kalau kita baca di website resminya, secara singkat PT Garam ini merupakan Perseroan Terbatas (Persero) yang mengklaim jika bisnis mereka terkait dengan Produksi dan Pemasaran Garam. 

Jadi sudah sangat jelas bahwa PT Garam tersebut memproduksi dan memasarkan.

Namun yang membuat saya heran, kenapa ereka bukanya berfikir bagaimana bisa memproduksi garam sebanyak-banyaknya untuk memenuhi stok kebutuhan pasar di Indonesia, tapi justru malah mikirin soal IMPORT?

Disinilah yang memang sealu membuat saya geram tentang cara berfikir mereka.

Selalu saja alasanya karena stock garam kurang, maka harus dilakukan import.

Kalau cara berfikir mereka seperti it, habislah kita sebagai negara yang katanya negara kelautan tapi malah masih import garam, benar-benar memalukan!

Kalau kita negara yang tidak memiliki laut, ungkin akan dianggap wajar kalau kita import garam. Tapi faktanya, negara kita ini negara yang dikenal dengan negara kelautan yang sangat luas. Harusnya kita lebih pantas berfikir jadi eksportir garam, bukan malah jadi importir garam!

Dengan adanya import garam, masa iya sih negara kita tidak malu?

Nih, sebagai pembuktian bahwa bikin garam secara rumahan saja tanpa banyak modal dan ilmu yang memadahi, untuk bikin garam itu kn sangat mudah.

Ini saya contohkan cara membuat garam dengan cara tradisional tanpa modal tanpa alat canggih saja bisa dan sangat mudah.

Berikut saya kutipkan saja dari beberapa sumber seperti kaskus yang sudah sejak lama memberitahu terkait proses pembuatan garam yang memang sangat mudah.

Bahan pembuatan garam

  • 1 galon atau lebih (sesuai dengan kebutuhan) air laut
  • Panci ukuran besar yang akan digunakan untuk merebus air laut

Tahapan dan cara memproses air laut menjadi garam:

  1. Saring air laut dengan menggunakan saringan kain yang halus. Ini bertujuan untuk menyaring pasir dan kotoran - kotoran yang mungkin terbawa dari laut sehingga garam yang dihasilkan akan berwarna bersih
  2. Rebus air laut hingga mendidih, biarkan tetap diatas kompor sampai volumenya tersisa 10% dari volume semula. Aduk terus selama proses perebusan dan pastikan garam yang mengendap di bagian bawah panci tidak hangus
  3. Setelah dingin, pindahkan air laut tersebut ke mangkuk yang tidak terlalu cekung dan bisa ditutup rapat. Kemudian biarkan selama 3 - 5 hari dalam suhu kamar. Aduk sesekali saja dan air dalam mangkuk akan menguap dengan sendirinya.
  4. Setelah semua air menguap dan kering, maka akan menyisakan garam di dalam mangkok. Garam yang dihasilkan dengan proses ini tidak sehalus garam yang dijual di toko - toko. Tapi lebih mirip garam krosak yang banyak digunakan para nelayan untuk mengawetkan ikan. Simpan garam dalam wadah kedap udara supaya tidak menyerap bau - bauan yang lain.

Nah, sangat mudah dan setiap orang bisa melakukanya bukan?

Maksud saya, dengan tanpa modal saja begitu mudah untuk bikin garam, harusnya kalau setingkat perusahaan milik Persero, sudah sewajibnya harus lebih cannggih dan jauh lebih mudah dan jauh berkwalitas dan bisa menghasilkan yang sangat banyak hingga diekspor. Itu yang seharusnya dilakukan, bukan malah import!


TAGS Ekonomi / Bisnis / Finance /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda