Ketika DPR Lebih Mendengar Suara KORUPTOR daripada Suara RAKYAT!

7 Jul 2017 - 08:32 WIB

Akhir-akhir ini saya benar-benar dibuat gregetan dan tidak bisa menerima, bagaimana cara berfikir dan logika para anggota DPR hak angket KPK.

Bagaimana mungkin sekelompok orang yang katanya wakil rakyat, dengan anggaran negara sungkem dan bersalaman dengan para KORUPTOR yang sudah TERBUKTI di pengadilan sebagai maling karena mencuri uang negara.

Anda bisa membayangkan, mereka itu hidup dan dibayar dan difasilitasi dengan keringat rakyat melalui pajak, tapi mereka dengan SADAR sesadar-sadarnya sungkem dan mendengar para curhatan para KORUPTOR yang sudah merampok uang negara dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa.

[Baca juga: Ngotot Bentuk Pansus Angket KPK, DPR Wakil Rakyat atau Wakil Koruptor?]

Bahkan kemudian dengan tidak ragu apalagi malu, mereka kemudian mempublikasikan hasil pertemuan mereka kepada media, dan mengatakan jika ada ancaman dan intimidasi dari KPK.

Padahal mereka para koruptor sudah terbukti bersalah di pengadilan. Seharusnya kalau memang ada ancaman dan intimidasi, para koruptor itu bisa mengutarakanya saat di pengadilan. Tapi lucunya DPR tetap mendengar apa para koruptor terlaknat itu.

Bahkan dalam pemberitaan [paragraf terakhir] disebutkan jika DPR tidak hanya sungkem kepada para koruptor tersebut, tapi akan mengundang para koruptor tersebut ke DPR.

Menurut nalar saya ini benar-benar teramat sangat keterlaluan!

Seandinya saja yang didatangi baru tersangka korupsi sja sudh tidak layak dan tidak pantas, lah ini yang mereka kunjungi adalah gerombolan sampah masyarakat bernama koruptor perampok uang negara yang sudah terbukti secara hukum, tapi justru suara koruptor itu mereka dengarkan.

Tidak hanya mendengarkan saja suara para koruptor tersebut, itu orang-orang pansus DPR juga akan menjadikan suara koruptor tersebut untuk dijadikan modal angket DPR terhadap KPK.

Ironisnya!

Suara-suara rakyat mayoritas justru jarang mereka dengarkan!

Padahal mereka DPR disumpah diatas kitab suci dan atas nama TUHAN yang maha tahu dan maha melihat untuk membela dan mendengarkan suara rakyat yang benar, tapi faktanya justru mereka malah lebih memilih untuk mendengarkan suara para koruptor terkutuk!

Saya sendiri dan rakyat Indonesia lainya yang setiap hari bekerja dan sebagian pendapatan kita selalu dipotong untuk pajak, yang ujung-ujungnya sebagian ada yang mengalir deras ke DPR, rasanya jadi malas bayar pajak!

Saya benar-benar sama sekali tidak ikhlas jika uang-uang rakyat harus digelontrkan kepada mereka yang katanya wakil rakyat tapi justru lebih mendengar suara koruptor daripada suara rakyat.

Bahkan yang mereka tanpa malu dari partai yang taglinya katanya suara mereka adalah suara rakyat, saya sarankan sih lebih baik diganti jika suara anda adalah suara koruptor kalau masih tetap mendengarkan para koruptor-koruptor terkutuk itu.

Bahkan saya sebagai rakyat yang sudah ikut bayar pajak sangat tidak rela jika sampai para koruptor-koruptor terkutuk itu rencananya akan diundang ke DPR. 

Jika itu dilakukan DPR, maka itu menurut saya sama saja DPR menghina rakyat Indonesia yang secara nyata mereka DPR seolah ingin menegaskan jika mereka benar-benar lebih mendengarkan suara koruptor daripada sura rakyat!

Melalui tulisan ini juga, sebagaimana pada tulisan sebelumnya saya pernah membuat surat terbuka untuk para anggota DPR pansus hak angket KPK, sekali lagi saya juga ingin mengirimkan do’a untuk mereka sebagai berikut,

Pertama, Jika memang diantara mereka adalah orang-orang baik, yang tidak pernah korupsi selama jadi anggota DPR, saya doakan semoga saja hidup mereka selalu dalam keberkahan dan ridho dari Alloh S.W.T, serta diberikan kebahagiaan dunia hingga akherat karena berjuang untuk rakyat.

Kedua, Jika memang diantara mereka adalah orang-orang yang beriman dan meyakini adanya Tuhan yang maha tahu atas apa yang sudah mereka lakukan, dan mereka ternyata adalah orang-orang yang pernah Korupsi. Saya doakan semoga mereka bertaubat dan berani mengakui jika mereka sudah pernah korupsi. Tidak hanya mengakui, tapi mereka kemudian mengembalikan uang korupsinya kepada rakyat dan meminta maaf kepada rakyat, dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatanya.

Ketiga, Jika ternyata mereka adalah orang-orang yang pernah korupsi tapi tidak pernah ketahuan, dan merasa aman, tidak pernah mau mengakui, bahkan sok alim di depan rakyat, bahkan kemudian mengulanginya lagi, dan tidak mau bertaubat. Saya doakan semoga saja mereka selalu hidup dalam penderitaan dan hidup dalam ketidaktenangan, dan mudah-mudahan sebelum mati membusuk mereka ditimpakan siksa seberat-beratnya atas perbuatan mereka. Tujuanya supaya menjadi pelajaran dan peringatan bagi anggota DPR yang lain dan siapapun untuk jangan pernah berani korupsi.

Melalui tulisan ini saya juga meminta bantuan pembaca agar ikut serta mendoakan sebagaimana tiga poin doa saya diatas. Harapanya semoga saja jika para koruptor-koruptor di negeri ini hidup mereka selalu menderita dan tersiksa, maka setidaknya bisa jadi pelajaran untuk siapapun agar jangan pernah korupsi.

Jika negeri ini bisa bebas dari korupsi, maka niscaya negeri kita Indonesia pasti akan maju.

Logikanya begini, uang negara kita yang masih selalu dikorupsi saja masih bisa tetap terus maju dan berkembang, apalagi jika para koruptor musnah di negara kita, bisa dipastikan negara kita akan jauh lebih maju dan rakyatnya sejahtera. Amiiin


TAGS Politik / Hukum / Sosial /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda