Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Di-bully: Hilangnya Akhlaq dan Moral!

17 Jul 2017 - 10:05 WIB

Saya ingin ikut mengutuk para pelaku bullying yang saat ini sedang ramai dibicarakan. peristiwa ini yang saya tahu bermula dari sebuah video berjudul ‘lemparan tong sampah maut’ yang beredar di sosial media.

Dalam video tersebut terlihat seorang mahasiswa yang berkebutuhan khusus sedang berjalan, yang kemudian ditarik-tarik tasnya oleh mahasiswa.

Mahasiswa di sekitar justru tidak ada yang menolong, bahkan terkesan bersorak-sorak yang menunjukan “kebahagiaan” mereka saat melihat ada mahasiswa yang berkebutuhan khusus tersebut sedang dibully.

Setelah berita ini beredar di internet jadi pemberitaan media nasional, akhirnya ketahuan juga jika ternyata lokasinya berada di salah satu perguruan tinggi swasta Universitas Gunadarma. 

Diberitkan juga jika para pelaku bullying tersebut juga sudah diketahui nama dan identitsnya oleh pihak Universitas Gunadarma.

Atas peristiwa ini, saya semakin yakin bahwa pendidikan di Indonesia ternyata memang teramatsangat mengabaikan yang namanya pendidikan akhlaq dan moral.

Mulai dari SD hingga perguruan tinggi, sewajibnya pendidikan moral ataupun akhlaq sewajibnya harus selalu diajarkan. Karena menurut saya, ilmu bernama akhlaq dan moral ini selamanya pasti dipakai dan sangat diperlukan.

Anda juga bisa melihat, rusaknya negara kita dan dalam hal apapun di dunia ini, semua pasti dikarenakan bermula dari hilangnya AKHLAQ dan MORAL.

Makanya jangan heran, jika pendidikan akhlaq dan moral tidak diajarkan hingga di perguruan tinggi, maka peristiwa yang melanggar moral akan terus berlangsung.

Saya tidak habis fikir dengan para pelaku bullying tersebut, mereka sudah jadi mahasiswa, namun kecerdasan dan logika mereka seperti maaf “tidak dipakai”.

Bagaimana mungkin seorang mahasiswa, yang katanya sekelompok orang-rang cerdas tapi justru tak memiliki akhlaq dan moral.

Apakah mereka tidak pernah berfikir, bagaimana jika korban bullying tersebut adalah adik mereka, kakak mereka, keluarga mereka, atau suatu saat jika sudah punya anak itu menimpa anak mereka?

Namun yang namanya memang di kampus tidak ada yang namanya diajarkan yang namanya akhlaq dan moral kepada mahasiswanya, maka yang terjadi ya begitulah cara berfikir mereka.

Mungkin boleh saja pihak perguruan tinggi berfikir, dan memang sudah sewajibnya seperti itu, bahwa yang namanya sudah mahasiswa, logikanya mereka sudah tahu dan faham bahwa yang namanya melakukan bullying itu sebuah perbuatan yang salah, apalagi itu dilakukan kepada mahasiswa yang berebutuhan khusus.

Namun faktanya, banyaknya perilaku buruk mahasiswa, bahkan saat nanti mereka sudah lulus dan bekerja, perbuatan yang melanggar moral dan akhlaq akan sangat rentan mereka lakukan.

Mahasiswa secerdas apapun dan seberprestasi apapun secara akademik, begitu sudah lulus dan menjadi pejabat misalnya, orang tersebut bisa saja menjadi koruptor yang sangat mengerikan karena tidak adanya bekal akhlaq dan moral selama jadi mahasiswa.

Apalagi dengan fakta-fakta mengerikan di sosial media seperti sekarang ini, akhlaq dan moral teramat sangat tak dianggap penting, padahal teramat sangat dibutuhkan dalam segala aspek sosial.

Anda bisa melihat di sosial media sekarang, dimana mereka begitu pandai saling cela di sosial media, saling hujat, sebarkan fitnah, dan berbagai keburukan yang itu semuanya dikarenakan mereka TIDAK PUNYA AKHLAQ dan MORAL!

Bahkan di zaman ini pula, anda bisa menemukan, seorang ahli dalam agama sekalipun, kalau AKHLAQ dan MORAL tidak mereka GUNAKAN, yang terjadi mungkin saja atas nama agama, mereka sebarkan KEBENCIAN, PERMUSUHAN, DENDAM, AJAKAN MENGHINA kepada pihak yang tidak sejalan dan seiman, dan perbuatan buruk lain yang mereka sebarkan.

Itulah kenapa saya sangat mencintai dan mengagumi Rosul saya Muhammad S.A.W karena beliau diturunkan ke bumi ini, salah satu misi terpentingnya adalah untuk MENYEMPURNAKAN AKHLAQ!

Coba anda lihat di sekitar anda, orang-orang yang memiliki AKHLAQ dan MORAL yang BAIK, PASTI sangat mudah menerima KEBAIKAN dan MELAKUKAN KEBAIKAN. Bahkan ucapan orang-orang yang memiliki akhlaq dan moral yang baik pasti juga selalu menyejukan, menenangkan, dan selalu membawa kebaikan.

Namun coba juga anda lihat di sekitar anda atau di sosial media, betapa kalau kita melihat orang-orang yang TAK BERMORAL dan TAK BERAKHLAQ, mulai dari ucapan hingga perbuatanya, yang ada selalu saja menimbulkan keburukan, keributan, bahkan perpecahan dimana-mana.

Kondisi yang baik sekalipun, oleh mereka pasti akan dianggap tidak baik. Orang yang melakukan kebaikan sekalipun, tetap saja akan dicari-cari kekurangan dan keburukanya, begitu seterusnya. Singkatnya, mereka-mereka yang tidak memiliki moral dan akhlaq, selalu melihat apapun dari sudut pandang negatif dan hanya berdasarkan “nafsu” pemikiran mereka saja.

Bahkan terkadang mereka bisa bergelar profesor, orang berpendidikan, bahkan jika sampai ada orang yang mengaku ahli agama sekalipun, tapi kalau TIDAK MEMILIKI AKHLAQ dan MORAL, tetap saja ucapan dan perbuatanya tetap saja akan menghasilkan keburukan.

Disinilah saya mengusulkan jika sewajibnya di pendidikan kita dari tingkat pra TK sampai Sarjana, bahkan S2, S3 juga sewajibnya diberikan pendidikan akhlaq dan moral.

Bahkan jika perlu, jika seseorang sudah bekerja di perusahaan apalagi diinstansi negara yang uangnya didanai rakyat saya mengusulkan agar rutin mereka juga diberikan pendidikan akhlaq dan moral. 

Tujuanya apa?

Supaya setiap orang itu mau apapun profesinya mau apapun jabatan dan pekerjaanya, jika mereka punya akhlaq dan Moral yang baik, pasti apapun yang mereka kerjakan pasti akan dilakukan dengan baik dan membawa kebaikan pula.

Namun memang langkah untuk mewujudkan ini sangatlah sulit karena memang harus didukung oleh berbagai pihak. Mulai diawali dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar yang semuanya memiliki peran penting untuk mewujudkanya.


TAGS Pendidikan / Sosial /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda