Kontroversi Perppu Pembubaran Ormas Radikal: NKRI Tidak Anti Islam!

13 Jul 2017 - 10:16 WIB

Jika anda sempat melihat trending di twitter tadi malam, maka salah satu hastag yang masuk trending yaitu hstag berbunyi .

Kalau saya lihat status-status mereka yang bikin hastag tersebut, hampir rata-rata saya meragukan jika mereka sudah baca seluruh isi dari Perppu No 2/2017.

Jangankan kok seluruhnya, sebagian saja saya sanksi kalau mereka sudah baca.

Saya berani bilang begini karena menurut saya komentar mereka melalui hastag #TolakPerppuAntiIslam memang tidak sesuai dengan isi Perppu No 2/2017 tersebut.

Boleh sih berdebat atau mengeluarkan pendapat dan opini, tapi mohon pakai logika dan data juga ilmu. Jangan hanya asal berkelakar di sosial media tapi hanya asal bunyi dan minim data, tapi selalu mengedepankan “NAFSU” dan emosi.

[Baca juga: Netizen Indonesia, Minat Baca Rendah TAPI Paling CEREWET di DUNIA!]

Saya sudah membaca seluruh isi dari PerPPu No 2/2017 tersebut. Jika anda ingin membacanya, silahkan anda download di setkab.go.id disini.

Saya berani bilang kalau hastag #TolakPerppuAntiIslam tidak nyambung dengan ISI Perppu no 2/2017 karena jika anda baca lengkap isi dari Perppu No 2/2017, disana sama sekali tidak ada kata Islam apalagi anti islam.

Silahkan anda searching dengan kata kunci islam, anda tidak akan menemukan kata islam di perppu no 2/2017 tersebut.

Jadi saya disini bukan berarti saya terkesan dukung pemerintah, melainkan saya termasuk orang yang kadang suka heran dengan hastag di twitter yang terkadang menurut saya aneh dengan jalan pemikiran mereka.

Jadi kalau kita lihat awal masalahnya kan berawal dari rencana pemerintah menghentikan organisasi yang anti dengan pancasila. Dan memang kalau anda lihat Visi dan Misi HTI, anda akan menemukan jika memang visi dan misi mereka memang ingin mendirikan negara kita berdasarkan hukum islam.

Bicara terkait dengan kontroversi dibubarkanya HTI yang dianggap bertentangan dengan Pancasila, seperti kita tahu, HTI merupakan salah satu organisasi yang dalam setiap kesempatan selalu menyeru dan menginginkan ditegakanya Khilafah.

Perlu anda tahu juga, Khilafah sebagaimana saya kutip langsung dari website resmi HTI dijelaskan sebagai berikut,

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi.”.

Dari sini saja sudah jelas bahwa tujuan HTI memang ingin menerapkan hukum islam di Indonesia.

Silahkan anda fahami ini, NKRI dasar negaranya bukan Islam dan HTI ingin mengubah dasar negara NKRI menjadi khilfah [hukum Islam], itu artinya sangat jelas jika visi misi dari HTI memang bertentangan dengan NKRI.

Atas kondisi ini maka muncullah perppu no 2/2017.

Namun tolong jangan kemudian dengan adanya perppu no 2/2017 ini kemudian anda simpulkan jika perppu tersebut anti islam!

Inilah yang menurut saya akan menimbulkan masalah karena mengambil kesimpulan dan cara berfikir yang salah.

Saya katakan salah karena memang perppu no 2/2017 TIDAK ANTI ISLAM!

Kalau perppu no 2/2017 anda anggap anti islam, maka sudah pasti tidak ada lagi organisasi NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas islam lain di Indonesia.

Sudah saatnya logika-logika dan cara berfikir model begini harus dihentikan karena untuk ke sekian kalinya atas nama agama kita jadi ribut begini.

[Baca juga: Kesalahan Terbesar Cara Berfikir Sebagian Netizen yang Harus Anda Ubah!]

Fahamilah bahwa NKRI dan negara kita sama sekali TIDAK ANTI ISLAM.

Jadi jangan hanya karena ulah kelompok tertentu kita jadi terus diadu-domba dengan cara-cara begini.

Selama organisasi islam tidak bertentangan dengan dasar negara NKRI, maka agama Islam sama sekali TIDAK dilarang, demikian juga dengan organisasi keagamaan yang lainya.

Ingatlah bahwa NKRI sudah begitu hidup damai dengan Bhinneka Tunggal Ika, jadi jangan kacaukan negara kita dengan isu-isu model begini.

Dahulu saat Islam hanya dikuaasai kelompok NU-Muhammadiyah, NKRI ini begitu aman dan damai dalam hal urusan agama.

NU-Muhammadiyah sama sekali tidak pernah meributkan persoalan politik yang dikait-kaitkan dengan isu sensitif agama.

Dahulu ributnya NU-Muhammadiyah paling hanya soal khilafiyah misalnya soal qunut, tahlilan, dan sejenisnya, yang semuanya itu masih dibilang wajar.

Namun coba sekarang ini, setiap ada isu-isu politik, atau berbeda pilihan politik dan perbedaan dukungan politik, maka selalu langsung menggunakan isu agama untuk memprovokasi warga dan umat.

Termasuk saya sebut diatas adalah terkait dengan dikeluarkanya Perppu No 2/2017 ini, bisa-bisanya mereka bilang jika Perppu ini dianggap anti islam, sehingga mereka beramai-ramai bikin hastag #TolakPerppuAntiIslam.

Padahal jelas-jelas NKRI sama sekali TIDAK ANTI ISLAM!

Namun saya meyakini, mereka yang saat ini memang menginginkan negara kita hancur lebur dan penuh dengan konflik, mereka akan terus memprovokasi umat untuk terus berusaha bagaimana atas nama isu agama, mereka bisa memanfaatkan masa untuk mencapai misi mereka, yaitu kehancuran NKRI.

Melalui tulisan ini saya mengingatkan, gunakan akal dan logika kita dan ingatlah bahwa NKRI TIDAK ANTI ISLAM!

Jadi untuk anda yang mengaku Islam, dengan adanya perppu no 2/2017, tetaplah jadi Umat Islam yang baik dan berakhlaq mulia, sebagaimana yang Islam ajarkan melalui contoh akhlaq Rosullulloh  Muhammad S.A.W.

Silahkan selalu tingkatkan ibadah kita kepada Alloh S.W.T, mari kita serukan untuk umat Islam agar rajin sholat berjamaah di masjid [pria], mari kita serukan dan sebarkan supaya kita bisa hidup dengan mencontoh dan meneladani akhlaq Rosullulloh Muhammad S.A.W.

Pada intinya, jika kita memang mengaku UMAT ISLAM, yuk perbaiki dan tingkatkan amal ibadah kita kepada Alloh S.W.T dan berbuat baiklah kepada seluruh umat manusia dan seluruh makhluk [HablumMinalloh dan Hablumminannas/rahmatallil'alamin].

Namun jika anda mengaku UMAT ISLAM tapi kerjaanya setiap hari hanya sibuk menghujat di sosial media, menghina umat manusia hanya berbeda pilihan politik dan beda dukungan, bahkan berkata kasar, menyeru pada kebencian dan dikendalikan rasa dendam penuh kesombongan, lantas anda mengikuti siapa?

Apakah Rosullulloh Muhammad S.A.W dan Islam mengajarkan itu semua?

Sadarlah!

Wallohu’alam…


TAGS Perppu No 2/2017 / Hukum / Sosial / Politik /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda