Ultah Detikcom ke-19: Tetaplah Idealis, Jangan Mau Jadi Alat Politik!

10 Jul 2017 - 10:12 WIB

Jika ada orang yang bilang, “Tak terasa saat ini usia detik.com sudah mencapai 19 tahun“, namun saya meyakini, untuk para pendiri dan seluruh karyawan, dan siapapun yang menjadi bagian detik.com pasti bisa merasakan bahwa waktu selama 19 tahun mereka pasti banyak “MERASAKAN” ada banyak kesan dan perjuangan.

Apalagi khusus di bagian tim redaksi detik.com dan timnya, pastinya sangat merasakan betapa setiap detik mereka terus berjuang bagaimana supaya detik.com ini, bisa menjadi media online yang tetap idealis, netral, dan memberikan berita-berita aktual dan fakta.

Kenapa saya bilang demikian, di era informasi sekarang ini, hampir seluruh politikus selalu berusaha mati-matian, bagaimana supaya mereka memiliki media. Mulai dari media online, televisi, cetak, dan lainya.

Kita pasti tahu, betapa media sekarang ini menjadi kekuatan terpenting untuk menciptakan “image” dan mempengaruhi publik. 

Karena tahu dan sadar akan pentingnya media, maka jangan heran jika hampir seluruh partai-partai politik di belahan dunia, rata-rata memiliki bisnis media [cetak dan elektronik]. Tujuanya selain untuk bisnis, tapi juga untuk menciptakan “brand” positif untuk kepentingan politik mereka.

Hal ini juga terjadi di negara kita Indonesia, bagaimana para politikus berlomba-lomba membuat ropaganda melalui pemberitaan di media dengan gaya versi yang menguntungkan kepentingn politik mereka dan menjatuhkan sekaligus membuat citra buruk untuk lawan politik mereka.

Kondisi yang memang menurut saya teramat sangat mengerikan.

Kenapa mengerikan?

Anda bisa membayangkan jika seluruh media dikuasai oleh para politisi?

Maka sangat dikhawatirkan isi dari pemberitaan mereka hanya akan berdasarkan persepsi masing-masing kubu. Padahal berdasarkan UU bahwa media [pers] harus netral dan wajib memberikan informasi yang benar dan fakta.

Saya juga bisa prediksi bahkan mungkin memastikan, kondisi yang paling sangat mudag kita lihat bagaimana sikap netralitas media saat musim pilkada, pemilihan legislatif, hingga pilpres. Saat itu kita bisa sangat mudah menilai, media A, mendukung parpol dan kubu mana?

Semuanya sangat mudah kita tebak arah isi pemberitaan mereka.

Dan anda pasti tahu akibat atas kondisi tersebut, apa yang terjadi?

Yang terjadi pastilah adanya kekacauan di masyarakat, dimana dalam satu peristiwa bisa memunculkan banyak versi, bergantung masyarakat melihat dari informasi yang di dapat dari media mana?

Akibat dari kondisi ini sudah pasti adalah munculnya suasana saling hujat dan cela di kalangan masyarakat khususnya di sosial media.

Dalam kondisi ini maka sangat penting peran media yang benar-benar netral dan independent yang tidak bisa “dibeli” oleh kelompok tertentu untuk menguntungkan kelompk tertentu.

Dan saat ini salah satu media yang saya anggap masih independent dan netral juga idealis adalah detik.com.

Karena alasan inipula yang menjadikan saya tetap masih aktif ngeblog di blog.detik.com sejak blogdetik berdiri.

Saya hampir selalu membaca pemberitaan detik.com yang selalu memberikan informasi berdasarkan data dan fakta serta cepat, dan yang lebih penting lagi adalah detik.cm pasti berani bertanggungjawab atas semua informasi yang mereka beritakan.

Saya sampai pernah bilang ke teman-teman saya, apa yang muncul di detik.com maka akan langsung ditiru dan diikuti oleh media lain untuk memberitakan apa yang diberitakan detik.com.

Tidak hanya itu saja, yang saya sukai dari detik.com, seringkali detik.com juga membuat pemberitaan yang mengajaak dan memanggil kepedulian pembaca detik.com atas berbagai masalah sosial yang sedang memerlukan bantuan. Misalnya saat memberitakan orang-orang miskin yang membutuhkan pertolongan, dan sejenisnya.

Singkatnya, hingga ulang tahun ke-19 ini, saya masih melihat detik.com memang masih konsisten dan idealis dalam peranya sebagai media [pers].

Walaupun begitu, tetap saja terkadang saya juga khawatir kalau suatu saat atau sewaktu-waktu dtik.com tergiur dan tergoda oleh iming-iming pihak atau kelompok tertentu yang menginginkan ambil untung dan mengambil alih detik.com agar isi pemberitaan di detik.com bisa menguntungkan kelompok tertentu yang berani membayar tinggi.

Celah-celah itu terkadang bisa masuk melalui bahasa-bahasa “IKLAN” yang terkadang seperti berita dari detik.com, padahal itu sebenarnya iklan. Dan biasanya memang pihak detik.com pasti menyebutkan jika itu memang iklan, namun terkadang masyarakat awam ada yang punya pemikiran, apapun yang ada di detik.com, maka dianggap itu resmi dari detik.com.

Nah, celah inilah yang saya harapkan pihak detik.com juga bisa menyaring dan menfilter, jenis iklan yang tetap memegang kode etik jurnalistik, sehingga image positif detik.com akan terjaga sepanjang masa.

Terakhir, sebagai blogger di blog.detik yang sudah ngeblog sejak pertama blogdetik dibuat hingga sekarang, saya ikut bangga menjadi bagian dari blogger yang ngeblog di blog.detik.com, saya ingin mengucapkan, “Selamat ulang tahun ke 19 untuk detik.com, semoga tetap idealis dan jangan pernah mau jadi alat politik!

Maju terus detik.com!


TAGS Ultah detikcom / Sosial /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda