Apresiasi untuk Mereka yang Menerima Kekalahan di Pilkada DKI Jakarta

20 Apr 2017 - 08:37 WIB

Akhirnya waktu yang dinanti berakhir sudah, dimana berdasarkan hasil berbagai hitung cepat, sudah menunjukan jika pasangan Anies-Sandi berhasil raih suara terbanyak.

Walaupun memang hasil keputusan akhir tetap menunggu perhitungan secara total dari KPU, namun sebagaimana yang sudah-sudah, hasil hitung cepat biasanya tidak beda jauh dengan hasil akhir perhitungan resmi dari KPU.

Walau dengan dinamika dan berbagai peristiwa cukup kontroversi dan hiruk-pikuk pilkada, setidaknya saya merasa agak lega karena akhirnya Pilkada DKI Jakarta bisa berlangsung secara aman. Kalaupun mungkin ada beberapa kendala, setidaknya bukan sebuah masalah yang besar.

Hal yang terpenting yang dinanti adalah kepastian siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Mungkin jika ada diantara anda yang secara bahasa “normatif” ingin mengatakan bahwa kemenangan pilkada adalah kemenangan untuk warga DKI Jakarta, itu boleh saja.

Melalui tulisan ini saya sekaligus juga ingin ikut serta memberikan ucapan selamat kepada Anies-Sandi yang untuk sementara unggul dari Ahok-Djarot.

Tidak hanya mengucapkan selamat, tapi Ahok juga mengucapkan komitmen dan mengajak supaya semua warga DKI Jakarta bersatu padu membangun DKI Jakarta bersama-sama.

Jika dalam tulisan saya sebelumnya menyebutkan bahwa dalam setiap pilkada terlalu banyak pihak yang sulit menerima kekalahanya, bahkan hingga membuat kekacauan dan huru-hara, namun di Pilkada DKI jakarta, hal tersebut tidak terjadi.

Bahkan pasangan Ahok-Djarot dengan tegas siap menerima menang maupun kalah siap diterima mereka. Dan akhirnya, saat mereka benar-benar kalah versi hitung cepat, tanpa menunggu waktu lama, mereka sudah langsung mengakui kekalahan mereka dan mengucapkan selamat kepada Anies-Sandi.

Sebuah langkah yang saya harapkan diikuti oleh seluruh tim sukses, dan para pendukung juga pemilih Ahok-Djarot untuk benar-benar menerima kekalahan ini dengan “legowo”.

Dan saya harapkan tidak hanya menerima kekalahan, namun saya berharap bagi yang kalah juga jangan menyimpan dendam apalagi kebencian kepada pasangan yang menang.

Setidaknya, kalaupun mungkin pasangan Anies-Sandi punya kekurangan, jangan itu digunakan sebagai alasan untuk memusuhi mereka.

Sewajibnya justru jika ada kekurangan, maka sudah saatnya semua pihak bisa memberikan kontribusi yang membangun untuk menyempurnakan atas kekurangan yang ada pada pasangan pemenang.

Demikian juga untuk para pendukung yang sebelumnya memilih Ahok-Djarot untuk jangan menjadikan kekalahana anda untuk membenci Anis-Sandi.

Boleh saja anda memberikan kritik dan saran selama itu benar dan membangun serta dilakukan dengan cara yang santun.

Sudah saatnya warga DKI Jakarta memberikan contoh untuk daerah lain bahwa saat kampanye mungkin ada kesan kedua kubu saling bermusuhan dan saling menjatuhkan. Namun begitu pilkada usai, maka sudah saatnya semua saling bersatu dan saling rangkul untuk kemajuan DKI Jakarta.

Saya memang bukan orang yang tinggal di Jakarta, namun DKI Jakarta adalah Ibu negara kita semua Indonesia, yang jika baik ibu kotanya, maka saya dan kita semua ikut berbangga.

Saya juga berharap kepada para provokator yang saat kampanye selalu berusaha mengadu domba dan menyebarkan kebencian demi meraih suara, tinggalkan dan jauhi itu.

Sudah saatnya sekarang kalian menyibukan diri untuk menyebarkan kebaikan dan mengajak orang untuk berbuat baik dan berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan mengajak untuk saling membenci dan permusuhan.

Saya juga berharap segala peristiwa-peristiwa buruk dan tercela selama kampanye di tahun ini dikubur semuanya dan jangan pernah terjadi lagi di pilkada berikutnya.

Semoga usai terpilihnya Gubernur baru DKI Jakarta benar-benar mampu membawa kebaikan untuk Ibu Kota Jakarta.

Dan yang tidak kalah penting adalah, ditunggu realisasi atas JANJI-JANJI selama kampanye untuk bisa direalisasikan sebagaimana janji manisnya.


TAGS Sosial / Politik / Opini /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.