Jangan Gagal Faham Artikan Hari Pahlawan!

10 Nov 2017 - 10:49 WIB

Hari pahlawan selalu dirayakan setiap tanggal 10 November.

Namun saya agak sedikit menyayangkan, jika ternyata masih ada yang bisa dikatakan “gagal faham” saat mengucapkan dan merayakan hari Pahlawan ini.

Misalnya saja, kadang kita masih menemukan status di media sosial yang katanya mengucapkan selamat hari Pahlawan, tapi menyebutkan jika Ibunyalah Pahlawan yang sesungguhnya, atau Ayahnyalah Pahlawan sejati, dan sejenisnya.

Atau bahkan merasa jika diri kita adalah pahlawan.

Harap dicatat, bahwa, saya disini tidak menyalahkan jika ada anak menganggap bahwa Ibu dan ayahnya adalah pahlawan sejati untuk dia.

Justru sebagai anak memang sudah sewajibnya seperti itu, bangga dengan orang tuanya.

Namun yang saya maksudkan disini adalah konteknya dengan Hari Pahlawan yang sebenarnya kurang pas.

Jika anda ingin bangga dengan orang tua anda, harusnya anda lakukan setiap hari, dan itu juga harus dilakukan dengan tindakan nyata.

Jangan hanya bikin status sosial anda bilang Ayah Ibu adalah pahlawan untuk anda, tapi setiap hari terlalu sering mengecewakan orang tua.

Dan menurut saya kalau sebatas ucapan, ada momment yang disesuaikan dengan waktunya. Kl Hari Pahlawan tapi anda malah menganggap bahwa pahlawan sejati adalah orang tua anda, maka kurang pas kemudian di endingnya anda sebutkan selamat ahri Pahlawan.

Karena coba anda baca sejarah bahwa, yang dimaksudkan dengan memepringati Hari Pahalwan, yang harus pertama kita ingat tentunya, sebab dan alasan, kenapa tanggal 10 November ini diperingati sebagai Hari Pahlawan?

Silahkan anda buka kembali ingatan dan memori sejarah tentang ini.

Saya kutipkan dari wikipedia, bahwa Hari Pahlawan adalah Hari Peringatan yang dirayakan pada tanggal 10 November setiap tahunnya di Indonesia.

Hari tersebut dirayakan UNTUK memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945.

Dimana saat itu para tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia.

Nah, pesan inilah yang sewajibnya diingat, dirasakan, lalu dilanjutkan dengan menjaga sikap dan perilaku kita yang menunjukan bahwa kita bisa berterima kasih dan mengingat para pahlwan kita.

Jika kita ingat jasa para pahlwan, maka yang diharapkan kita malu jadi generasi bangsa yang pemalas, malu jika kita tidak bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal yang baik, malu jika kita mengisi kemerdekaan ini dengan hanya sibuk saling cela di sosial media, malu jika kita korupsi, malu jika kita melakukan berbagai perbuatan buruk lainya.

Karena menurut saya, pesan itulah yang seharusnya didengungkan setiap hari pahlawan dirayakan. Bukan diluar konteks tersebut.

Kebetulan saja saya sudah pernah berkunjung ke Tugu Pahlawan Surabaya juga ke museumnya.

Saat saya kesana, saat saya membaca tagline khas para pahlwan yang masih tertulis di salah satu sudut berbunyi,

“Merdeka Ataoe Mati!”

Tulisan tersebut ditulis dengan warna merah, ingatan saya langsung mengingat saat mendengarkan pidato Bung Tomo yang menggelegar.

Saya langsung mengingat, betapa kalimat tersebut, mungkin saat kita dibaca hari ini, seolah tanpa makna dan arti.

Namun saya bisa merasakan dan membayangkan, jika kita berada dalam kondisi bersama dengan para pejuang seperti Bung Tomo dkk, maka kalimat “Merdeka ataoe Mati!, ibarat “jimat’ dan kekuatan untuk menjadikan setiap pahlawan saat itu berani berjuang berperang habis-habisan mengusir penjajah!

Apalagi saya selalu dibuat merinding tiap mendengarkan pidato Bung Tomo!

Hingga sekarang ini juga, kalau bicara tokoh nasional dalam soal pidato, saya sangat menomorsatukan Bung Tomo, bukan hanya karena kalimatnya yang tersusun dengan sangat menyentuh, tapi bagaimana ekspresi dan teriakan suaranya yang lantang, yang bisa menggambarkan semua suasana yang sangat genting saat itu.

Pidato tersebut jugalah yang mampu membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo untuk tidak takut dengan tentara Inggris, hingga mereka mengamuk penjajah di Surabaya.

Nah, setidaknya seperti itulah kita memaknai hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.

Dan yang jauh lebih penting dari sebatas ceremonial perayaan hari Pahlawan, yaitu dengan tindakan kita sehari-hari sebagaimana yang sudah saya sebutkan diatas.

Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2017

Merdeka!


TAGS Hari Pahlawan 2017 / Sosial / Politik /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda