Heboh Konten Pornografi di WhatsApp, Di Google Ada Jutaan Kok Diam?

7 Nov 2017 - 12:03 WIB

Terkadang kita memang mudah sekali dibuat heboh dengan berbagai isu. Apalagi kalau soal isu pornografi, biasanya akan cepat bikin heboh.

Kalau ada isu terkait video prono atau yang sejenisnya, netizen dan masyarakat Indonesia memang begitu mudahnya heboh.

Yang menarik, biasanya hebohnya itu kalau ramai dibicarakan di pemberitaan media nasional, biasanya cepat heboh.

Tapi kalau media tidak mempublikasikanya, maka masyarakat [netizen] tetap adem ayem.

Saya sebutkan misalnya contoh kasus yang saat ini yang sedang viral yaitu terkait adanya kehebohan soal adanya content pornno di aplikasi WhatssApp, khususnya dalam format gif.

Dalam kasus ini sebelumnya pihak KomInfo sudah mengirimkan permintaan pemblockiran kepada pihak WhatsApp. Namun pihak WhatssApp menyangkal kalau bukan mereka yang memasang content gif berbau pornografi, melainkan ada pihak ketiga.

Mendengar sanggahan dari pihak WhatsApp tersebut, dalam wawancara kemarin yang saya tonton di beberapa media nasional, pihak KomInfo membuat pernyataan yang menurut saya menarik.

Pernyataan pihak KomInfo secara garis besar begini,

“Ibarat toko, maka si penjual toko wajib tahu dan bertanggungjawab apa yang dijual di dalam toko mereka. Demikian juga WhatssApp, sebagai Aplikasi yang banyak digunakan orang, maka sudah pasti, apa yang ada dalam aplikasi WhatssApp, maka harus tahu dan bertanggungjawab”.

Anda bisa memahami ya maksud pernyataan diatas?

Jika pernyataan itu ditujukan untuk WhatssApp, maka kita bisa berani bilang seperti itu, dan kemudian rame-rame kita [netizen] heboh, bahkan sampai bikin petisi untuk meminta WhatsApp menghapus content gif berbau pornografi tersebut. Bahkan ada juga yang meminta supaya WhatsApp diblockir.

Hal tersebut mungkin karena WhatsApp selama ini memang dikenal tidak pernah menyediakan fitur berkonten pornografi, sehingga jika tiba-tiba ada content berbau pornografi, maka ramai-ramai bikin heboh.

Hal ini mungkin karena kita kembalikan kepada pernyataan ini tadi,

“Ibarat toko, maka si penjual toko wajib tahu dan bertanggungjawab apa yang dijual di dalam toko mereka. Demikian juga WhatssApp, sebagai Aplikasi yang banyak digunakan orang, maka sudah pasti, apa yang ada dalam aplikasi WhatssApp, maka harus tahu dan bertanggungjawab”.

Namun sayangnya, kenapa pernyataan tersebut sangat “SAKTI” jika ditujukan kepada WhatsApp?

Padahal jumlahnya content gif yang berbau pornografi jumlahnya tidak begitu banyak sebagaimana saat netizen cari content berbau pornografi di google!

Sekarang coba kita terapkan pernyataan tersebut diatas itu ke Google!

Memang Google hanya penyedia jasa pencarian saja, tapi justru dari Google itulah gerbang jutaan content berbau pornografi bisa dilihat dan didownload disana.

Namun aneh dan lucunya, kenapa kita DIAM dan tidak pernah HEBOH?

Inilah keanehan dan kegelian saya yang terkadang suka aneh membaca reaksi netizen yang menurut saya kurang konsisten.

Jadi kalau memang substansi yang bikin heboh adalah content pornografinya, seharusnya yang wajib diprotees sangat lebih pantas Google daripada WhatsApp.

Dari kejadian ini, saya jadi punya kesimpulan bahwa, karakter netizen Indonesia itu hampir rata-rata baru bereaksi dan heboh itu kalau sebuah isu jadi pembahasan media nasional. Kalau tidak masuk pemberitaan, netizen menurut syaa akan tetap anteng dan adem ayem saja.

Contohnya sudah saya sebut diatas, kalau sedikit content pornografi di fitur gif WhatssApp bikin heboh, tapi kenapa ada jutaan content porno di Google, Netizen tetap diam?

Apakah karena jangan-jangan mereka suka cari konten pornonya dari goole?

Entahlah!

*Note:

Saya katakan ini bukan ebrarti saya tidak mendukung pemblockiran content pornografi di WhatssApp. Justru karena saya juga mendukung adanya pemblockiran content pornografi tersebut, tapi jangan hanya di WhatsApp saja!


TAGS Teknologi / Netizen / WhatsApp /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda