Mirip Ahok Anak ini Dibully: Tidak Perlu Ada yang DISALAHKAN?

1 Nov 2017 - 10:01 WIB

Teramatsangat miris membaca berita yang satu ini, dimana seorang anak dibully, hingga sempat tertusuk pakai blopoint hingga terluka, hanya karena memiliki wajah mirip Ahok.

Sebuah kejadian yang baru-baru ini bikin heboh di sosial media, juga di beberapa pemberitaan nasional.

Tadinya saya fikir itu paling berita hoax dan tidak mungkin. Alasan saya tidak percaya, karena saya masih berfikir, “masa sih separah itu?”.

Namun setelah saya baca-baca dan menemukan pemberitaan yang memang bisa dipertanggungjawabkan jika berita tersebut adalah fakta dan memang benar adanya.

Bahkan si anak tersebut trauma dan tidak berani sekolah hingga dua minggu lamanya.

Kalau anda masih tidak percaya, silahkan baca saja nih di pemberitaan detik.com disini,

Sebuah kondisi yang membuat saya benar-benar bikin ngelkus dada.

Saya jadi membayangkan, jika anak-anak SD sekecil itu saja sudah begitu parah perilakunya, bagaimana nanti jika sudah dewasa?

Kalau sudah begini, masihkah kita mau bilang bahwa dalam kasus ini TIDAK PERLU ADA YANG DISALAHKAN?

Apakah anda akan berfikir dan kemudian dengan nada yang sok bijak akan mengatakan begini?

“Dalam setiap masalah, jangan saling menyalahkan”!

Jika ada yang masih berfikir demikian, apakah jika apa yang menimpa anak tersebut menimpa anak anda, kalian akan masih bisa berkata demikian? [baca: "Dalam setiap masalah, jangan saling menyalahkan"!]

Untuk masalah yang satu ini, saya lebih setuju dan sepakat dengan pernyataan Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo.

Dalam sebuah pemberitaan Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan bahwa,

“seharusnya dari orang tua, guru, elit politik, bahkan masyarakat dapat memberikan contoh yang baik kepada anak-anak. Selain itu, hal yang berbau SARA harus dihindari dalam kehidupan sosial. “

Dari pernyataan beliau, yang menarik menurut saya, adalah ketika disebutkan juga terkait elit politik.

Pernyataan tersebut menurut saya sangat tepat, karena suka tidak suka, sadar atau tidak, faktanya perilaku bully anak-anak tersebut dipastikan tidak terlepas dari perilaku elit politik dan netizen yang faktanya memang sempat ribut berkepanjangan saat kita bicara soal kasus Ahok.

Ributnya elit politik, dan melibatkan banyak pihak yang disebarkan di berbagai media, mulai dari pemberitaan di televisi, koran, sosial media, itulah yang kemudian juga nyampai dalam memori anak-anak pelaku bullying tersebut.

Jika sudah seperti ini, masihkah kalian akan mengatakan jika peristiwa ini tidak ada hubunganya dengan peristiwa yang selama ini terjadi?

Menurut saya kasus ini harus dijadikan evaluasi secara nasional, mulai dari elit politik, hingga tokoh agama, netizen, media, dan masyarakat dimanapun berada, bahwa apa yang kalian pertunjukan di televisi, sosial media, maka itu semua akan dilihat dan ditonton juga oleh anak-anak.

Akibatnya, namanya juga anak-anak, apa yang mereka tonton dan lihat, apalagi jika itu terus menerus dialkukan dan sering dilihat dan didengar oleh anak-anak, maka secara otomatis akan berimbas juga ke pengetahuan mereka yang berimbas pada perilaku mereka sehari-hari.

Kasus pembullian kepada anak yang mirip Ahok ini menjadi fakta tak terbantahkan, betapa sebuah peristiwa yang selalu jadi pemberitaan nasional dan obrolan di netizen hingga di masyarakat tersebut, akan juga menular kepada anak-anak, yang seharusnya tak perlu terjadi.

Untuk yang ke sekian kalinya saya juga mengajak, khususnya yang generasi Old, khususnya juga kepada para elit politik di negeri ini.

Jika kalian punya masalah, punya ambisi demi urusan perut anda, partai anda, dan kelompok anda, silahkan anda ribut sendiri-sendiri, tapi mohon jangan libatkan masyarakat lain.

Karena dalam keyakinan agama saya [Islam], jika kita menanam kebaikan, maka kita akan memanem kebaikan juga baik di dunia dan lebih-lebih di akherat. Namun sebaliknya, jika kita menanam keburukan, kebencian, dan keburukan lainya, maka niscaya, kita juga akan memanem keburukan di dunia dan di akherat kelak.

Jangan kotori perilaku anak-anak kita dengan informasi yang buruk akan generasi-generasi old, yang selalu mempertontonkan keributan, kebencian melalui berbagai pemberitaan media, dan sosial media, karena itu akan merusak generasi anak-anak kita.


TAGS Anak Mirip Ahok / Bocah Mirip Ahok / Sosial /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda