Tolak Panglima TNI Masuk AS Termasuk Menghina Indonesia?

23 Oct 2017 - 10:25 WIB

Saya jujur saja termasuk orang yang ikut tidak senang atas sikap AS yang menolak kehadiran Panglima TNI Indonesia ke Amerika Serikat.

Coba saja anda posisikan jika anda di posisi Panglima TNI.

Analogika sederhananya begini,

Anda dapat undangan dari teman anda supaya datang ke rumahnya, namun tiba-tiba saat anda mau datang, tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa anda ditolak hadir di rumah teman anda yang mengundang.

Rasanya pastinya anda akan merasa terhina bukan?

Jika anda belum faham apa arti dari terhina, dihina, dan sejenisnya, silahkan baca nih arti resminya menurut KBBI,

hina » meng.hi.na  memiliki arti sebagai berikut,

  • merendahkan; memandang rendah (hina, tidak penting): ia sering ~ kedudukan orang tuanya    
  • memburukkan nama baik orang; menyinggung perasaan orang (seperti memaki-maki, menistakan): tulisannya dalam surat kabar itu dipandang ~ kepala kantor itu

Dari dua penjelasan diatas, tentunya kini anda sudah faham kan apa itu yang namanya menghina?

Dalam kasus Panglima TNI Ditolak Masuk AS, ini menurut saya bukan masalah sepele, karena ini membawa nama Panglima TNI Negara Kesatuan Republik Indonesia!

Jadi, menurut saya kasus Panglima TNI Ditolak Masuk AS ini bukan masalah sepele karena membawa nama institusi negara yaitu Panglima TNI Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saya saja yang orang biasa ikut merasa terhina, bagaimana dengan perasaan Panglima TNI dan juga para prajurit TNI?

Saya pikir sudah saatnya negara bersikap tegas dan berani punya sikap yang tegas atas penghinaan ini.

AS harus berikan penjelasan yang detil atas sikap mereka melarang Panglima TNI Masuk AS.

Apakah ini ada kaitanya terkait dengan pribadi Panglima TNI, atau ada alasan yang bersifat politik lainya?


TAGS Politik /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda