Mungkin Inilah Alasan Kenapa Birokrasi di Indonesia Selalu Rumit!

4 Oct 2017 - 10:41 WIB

Baru-baru ini sempat heboh dan viral status di facebook yang mengungkapkan pengalaman pribadinya terkait sulit dan ribetnya birokrasi di Indonesia, khususnya saat dirinya ingin daftar sekolahkan anaknya.

Dalam status tersebut dirinya bercerita tentang pengalamanya saat anaknya mendaftar sekolah di Australia, persyaratanya sangat mudah ddan simple.

Dirinya menyebutkan persyaratanya cuman dua,

1. Mengisi form tgl lahir dan alamat.
2. FC Paspor dan Visa.

Padahal statusnya di Australia adalah sebagai WARGA NEGARA ASING.

Namun aneh dan lucunya, saat dirinya mendaftarkan anaknya untuk sekolah di Indonesia, yang notabenya adalah sebagai WARGA NEGARA INDONESIA, tapi aturanya justru berlipat-lipat jauh lebih ribet dan rumit.

Dirinya menyebutkan jika ada banyak persyaratan yang harus ia penuhi, diantaranya sebagai berikut,

1. Pengantar dari kedutaan.
2. Pengantar dari Depdiknas.
3. Konversi nilai dari Depdiknas.
4. Pengantar dari Diknas Provinsi.
5. Wawancara dgn sekolah ybs.
6. Mengikuti program matrikulasi.
7. Baru masuk sekolah Jan atau Juli.

Harus datang ke Depdiknas Jakarta sendiri untuk wawancara..!

Untuk anda yang belum membaca status yang sedang viral tersebut, anda bisa membacanya sebagai berikut,

KETiKA anakku mendaftar sekolah di Australia 5 taun lalu sebagai WARGA ASING, syaratnya :

1. Mengisi form tgl lahir dan alamat.
2. FC Paspor dan Visa.

Hari pertama langsung masuk sekolah.

Ketika anakku mendaftar sekolah di Indonesia sebagai anak bangsa, WNI aseli 100% Jawa, syaratnya :

1. Pengantar dari kedutaan.
2. Pengantar dari Depdiknas.
3. Konversi nilai dari Depdiknas.
4. Pengantar dari Diknas Provinsi.
5. Wawancara dgn sekolah ybs.
6. Mengikuti program matrikulasi.
7. Baru masuk sekolah Jan atau Juli.

Harus datang ke Depdiknas Jakarta sendiri untuk wawancara..!

Akhirnya dengan berat hati saya berkata “Nak selesaikan SMAmu dgn cepat. Kuliah balik ke Sydney dan jadilah WN Australia. Berbaktilah pada kemanusiaan, bukan pada negaramu atau agamamu” 

#PengenNangis

Dari curhatan tersebut diatas, menurut saya itu hanyalah contoh kecil dari banyaknya ribetnya urus birokrasi di Indonesia.

Memang sih, usai viral status ini, seperti biasanya [khas mental berokrat], kalau sudah viral di medsos baru “pura-pura” sadar dan berjanji akan menyederhanakan aturan.

Namun begitulah…

Saya sendiri dan saya pastikan semua rakyat Indonesia pasti punya pengalaman yang sama, bahwa mereka pasti pernah merasakan betapa ribetnya urus birokrasi di Indonesia.

Mulai dari urus KTP, Akte Kelahiran, Sertifikat Tanah, ijin usaha, dan lain-lainya. Semuanya sangat memancing emosi rakyat.

Menurut saya, kesan birokrasi yang terlalu bertele-tele dan rumit di Indonesia selamanya akan Kekal dan Abadi jika selama itupula mereka para pembuat aturan birokrasi tersebut masih begitu saja.

Karena menurut saya, alasan birokrasi di Indonesia dipersulit sebenarnya hanya 3 sebab,

1. SDM Pembuat Aturan

Birokrasi itu yang buat manusia, lebih tepatnya sekelompok orang yang memang diberikan dan punya wewenang secara sah membuat aturan.

Jadi kalau mau menyalahkan, pertama yang wajib disalahkan sudah pasti mereka yang membuat aturan lengkap dengan pihak-pihak terkait yang memang pembuat dan pemilik wewenang yang membuat sebuah aturan.

Kalau yang membuat aturan model orang-orangnya masih begitu saja, selamanya juga akan seperti itu.

Kalau yang bikin SIM adalah rakyat biasa, sudah pasti wajib dibuat aturan yang sangat sulit.

Tapi coba kalau yang bikin SIM anak pejabat atau POLISI itu sendiri, yakinkah para Polisi itu juga mengikuti ujian tes tertulis dan ujian praktek seperti rakyat umum lainya?

2. Dipersulit Agar Dapat Uang

Saya pikir ini sudah jadi rahasia umum, dimana sebuah birokrasi membuat aturan yang rumit, salah satu alasan tak tertulis tapi sangat nyata terjadi adalah karena faktor uang.

Jika anda mengurus yang terkait birkorasi pasti dipersulit, maka itu sebuah “code’ tak tertulis yang seolah-olah birokrasi tersebut akan berkata begini,

“Kalau ingin birokrasi cepat dan lancar, “WANI PIRO!”.

Setidaknya dua alasan itulah yang menjadi akar masalahnya, kenapa birokrasi di Indonesia akan selalu rumit, ribet, dan bikin EMOSI!

Walaupun demikian, saya tetap masih ingin mencoba optimis, di negeri ini semoga saja semakin banyak orang-orang yang menduduki posisi sebagai pencipta aturan birokrasi yang bersih dan jujur, sehingga dalam membuat aturan tidak dipersulit!

Semoga!


TAGS Birokrasi / Sosial / Pendidikan /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda