Krisis Rohingya: Solusinya Tak Hanya Mengecam dan debat di SosialMedia

4 Sep 2017 - 10:58 WIB

Saya turut berduka atas tragedi yang terjadi di Rohingnya, Myanmar.

Namun saya juga jauh lebih sedih lagi saat melihat tragedi dan Krisis Rohingya ini justru oleh beberapa netizen dijadikan ajang untuk berdebat, bahkan ada yang menyebarkan berita hoax untuk menyudutkan kelompok tertentu.

Tak main-main, salah satu penyebar HOAX ternyata setingkat Tifatu Sembiring yang notabenya mantan Menteri KomInfo [benar-benar bikin ngilu!].

Saya sendiri jujur saja tak tahu pasti masalah yang terjadi di Rohingnya. Dalam berbagai pemberitaan ada yang menyatakan ini soal konflik agama, namun dalam pemberitaan yang lain ada juga menyebutkan ini konflik politik, bahkan ada juga yang menyebutkan jika konflik di Rohingnya terkait dengan kepentingan ekonomi karena adanya dugaan banyak kandungan gas dan minyak di wilayah konflik tersebut.

Namun mau apapun konflik utamanya, saya disini hanya ingin bicara sebagai sesama manusia.

Kalau bicara soal agama, semua agama sudah pasti melarang yang namanya keekrasan apalgi menyakiti manusia dengan cara biadab dan sewenang-wenang.

Dari berbagai video yang saya lihat, ada banyak sekali video yang menunjukan kekerasan yang dilakukan kelompok berseragam militer yang menganiaya warga jelata. Warga dikumpulkan di suatu lokasi dengan pengawalan militer bersenjata lengkap layaknya di lokasi perang, kemudian mereka menganiaya, menendang, dan menginjak warga sipil biasa tersebut dengan semena-mena.

Sebuah tindakan terkutuk dan teramat sangat pengecut!

Mereka bersenjata lengkap tapi menganiaya warga sipil tak bersenjata dan tak berdaya dengan begitu sadisnya.

Pada video yang lain terlihat rumah-rumah dibakar, dan banyak warga berlarian dan mengungsi ke tempat-tempat yang sangat tidak layak. Sungguh sebuah kondisi yang sangat memilukan dan memang sudah sewajibnya Indonesia harus ikut berbuat.

Namun saya juga sangat berpesan kepada netizen di Indonesia, anda jangan sampai menjadikan isu ini untuk lahan anda menyebarkan isu hoax dan fitnah bahkan menyudutkan kelompok tertentu.

Jika anda ingin berkontribusi, dan menjadi bagian dari SOLUSI atas konflik di ROhingnya, mohon anda tidak perlu banyak sesumbar dan memancing keributan di Sosial media.

Jika anda memang ingin menjadi bagian dari SOLUSI atas konflick di Rohingnya, silahkan jadilah relawan kemanusiaan melalui cara-cara yang legal, dan langsung datanglah ke ROhingnya untuk menolong mereka.

Jika anda tidak bisa datang langsung membantu kesana, maka anda bisa berkontribusi dengan mengirimkan bantuan dengan berdonasi melalui lembaga-lembaga sosial dan badan amal yang resmi dan legal, yang nantinya bantuan tersebut akan dikirim ke sana.

Namun jika anda tidak bisa melakukan kedua hal tersebut diatas, lebih baik anda diam dan jangan memanfaatkan isu Rohingnya untuk menjadikanya alat membuat hoax dan sebarkan fitnah yang menyudutkan kelompok tertentu.

Kita juga setidaknya perlu memberikan apresiasi pemerintah Indonesia yang bergerak cepat dengan langsung mengirimkan Menteri Luar Negeri, bahkan yang tercepat dari negara lain, untuk bertemu langsung dengan bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmaryang akan menekankan soal pentingnya keamanan dan stabilitas di Rakhine.

Menteri Luar Negeri Indonesia juga akan bertemu langsung dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi pimpinan Myanmar.

Nantinya dalam pertemuan tersebuat, sebagaimana informasi yang saya baca dari detik.com, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi akan menyampaikan sejumlah usulan dari pemerintah Indonesia terkait perlindungan bagi semua warga yang ada di Rakhine.

“Di antaranya Indonesia akan menyampaikan beberapa proposal, dan termasuk di antaranya untuk melakukan proteksi kepada semua warga yang tinggal di Rakhine State,” tuturnya.

Dari langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia tersebut, tentunya sudah menunjukan keseriusan Indonesia untuk mencari solusi atas tragedi di Rohingnya.

Dalam keterangan resminya yang saya baca dari detik.com juga disebutkan bahwa Jokowi memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Upaya diplomasi hingga bantuan kemanusiaan telah diberikan oleh Indonesia kepada korban di Rakhine, Myanmar.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengutus Menlu Retno LP Marsudi ke Myanmar dan Bangladesh untuk menyelesaikan konflik terhadap etnis Rohingya. Jokowi berharap kekerasan tersebut segera dihentikan. 

Itu artinya, segala upaya untuk mencari solusi melalui cara diplomasi sedang terus dilakukan, dan sambil menunggu proses tersebut, Indonesia juga terus mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Rohingnya.

Bahkan anda juga sebagai netizen bisa ikut membantu dan berkontribusi nyata dengan membantu berdonasi melalui lembaga-lembaga sosial yang resmi dan legal, sehingga anda sebagai netizen tidak hanya membuat gaduh suasana.

Saya juga berharap jika langkah diplomasi tidak ada penyelesaian dan militer Myanmar masih terus melakukan penganiayaan terhadap warga sipil khususnya yang muslim, maka pemerintah Indonesia wajib melakukan sikap tegas, misalnya mengusir pihak kedubes Myanmar.

Atau cara-cara lain yang penting itu bisa memberikan pelajaran kepada Myanmar bahwa Indonesia adalah negara yang punya sikap untuk menghentikan segala bentuk intimidasi dan penganiayaan terhadap suatu kelompok, apalagi kelompok muslim, karena ingatlah bahwa Indonesia adalah penduduk muslim terbesar di Dunia.

 


TAGS Rohingnya / Internasional / Sosial /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda