Indonesia Juara 3, Tak Mampu Obati Luka Kalah dari Malaysia!

30 Aug 2017 - 09:58 WIB

Indonesia berhasil raih juara ketiga usai kalahkan Myanmar 3-1.

Namun walau sukses raih juara ketga, namun netizen banyak yang tetap kecewa, bahkan menganggap bahwa juara ketiga tersebut tak mampu obati luka, jika harus mengingat atas kekalahan sebelumnya dari Malaysia.

Seperti diketahui sebelumnya, Laga semifinal dalam lanjutan Sea Games cabang Sepakbola antara Indonesia melawan Malaysia berakhir dengan kekalahan Timnas Garuda 1-0 dari Malaysia.

Atas kekalahan tersebut itupula akhirnya target Indonedia adalah menjadi juara ketiga di ajang Sea Games cabang Sepakbola.

Namun begitu, kalau kita ingat kekalahan saat melawan Malaysia, tentunya itu merupakan sebuah kekalahan yang sudah pasti membuat kita sedih dan kecewa, bahkan kalaua anda aktif di sosial media, apalagi ikut membaca komentar dan hinaan warga Malaysia terhadap Indonesia, maka rasa malu dan marah bisa-bisa menyempurnakan rasa kekecewaan tersebut.

Namun apa mau dikata, semua sudah terjadi dan untuk ke sekian kalinya, Indonesia kalah dari Malysia. Dan memang secara peringkat timnas Garuda memang masih jauh dari Malaysia.

Peringkat FIFA

1. Brasil
2. Argentina
3. Jerman
4. Chile
5. Kolombia
6. Prancis
7. Belgia
8. Portugal
9. Swiss
10.Spanyol

……

50. Australia
….

127. Filipina
129. Thailand
136. Vietnam
157. Malaysia
159. Singapura
166. Myanmar
173. Kamboja
174. Laos
175. Indonesia
188. Brunei Darussalam
195. Timor Leste

Secara peringkat FIFA tahun 2017, Indonesia hanya berada diurutan ke- 175, sedangkan Malaysia ada di peringkat ke 157 diatas Indonesia.

Bahkan Indonesia masih ada di bawah Laos yang ada di peringkat ke-174.

Dengan melihat kondisi dan fakta tersebut, maka secara hitngan angka Indonesia memang harus mengakui berada di bawah Timnas Malaysia.

Secara nasionalisme, dan emosional kita sebagai warga negara Indonesia, tentunya sangat wajar jika memiliki harapan yang sangat besar untuk bisa selalu menang saat menghadapi Malaysia.

Namun di sisi yang lain, kita juga seharusnya juga harus sadar diri akan kemampuan dan berbagai kekurangan timnas Garuda Indonesia.

Sadar diri yang saya maksudkan tentu sama sekali bukan dalam arti yang negatif, melainkan justru saya ingin berharap bahwa dalam setiap kompetisi, apalagi targetnya adalah ingin lebih baik dari Malaysia maupun timnas sepakbola negara lain yang jauh lebih maju dari Indonesia, maka konsekuensinya, kita juga wajib melakukan evaluasi besar-besaran, agar supaya level dan peringkat timnas garuda Indonesia juga bisa naik terus.

Timnas garuda harus terus-terusan jangan lelah dan berhenti apalagi berbangga hati dengan satu dua kemenangan, sehingga kita jadi lupa bahwa peringkat kita masih jauh di bawah [ingat itu!].

Dengan adanya kesadaran dari semua pihak bahwa kita adalah masih dalam peringkat ke-175, tentunya kita jadi terus bersemangat mengejar target bahwa timnas Garuda bisa mengejar peringkat yang lebih baik dari Malaysia.

Saya pikir kalau kita melihat PSSI sekarang sebenarnya saya lihata da kemajuan dan iktikad baik untuk memajukan timnas garuda.

Dengan mengahdirkan pelatih setingkat Luis Milla, ditambah dengan bayaran yang super tinggi, tentunya anggaplah itu sebagai iktikad baik PSSI untuk meningkatkan kwalitas timnas garuda.

Namun demikian, mungkin PSSI juga semua pihak termasuk para pemain dan kru untuk jangan pernah berhenti mencari “formula” terbaik, bagaimana bisa mencari dan mendidik pemain timnas yang bermutu dan berkwalitas.

Sebenarnya saya asangat memberikan apresiasi saat kepemimpinan dan model perekrutan pemain yang dilakukan Indra Sjafri beberapa tahun lalu.

Dimana saat Indra Sjafri dijadikan pelatih, dirinya sukses mencari pemain berbakat hingga ke pelosok daerah yang selanjutnya dilatih hingga menjadi pemain-pemain terbaik saat itu.

Apa yang dilakukan Indra Sjafri saat itu juga sekaligus menjadi bukti bahwa perekrutan pemain timnas memang sangat transparan dan terbuka untuk siapapun warga negara Indonesia yang memang punya skill dan kemampuan.

Sedangkan sebagaimana sudah jadi rahasia umum, masyarakat terkadang takut jika para pemain-pemain timnas ada yang menyebut dan ditakutkan berasal dari pemain-pemain “titipan”.

Namun apapun itu, saya sebagai warga negara Indoneisa, apapun kondisi timnas Garuda, saya apstikan selalu memberikan dukungan dan apresiasi atas setiap apa yang timnas garuda lakukan demi nama harum Indonesia.

Namun sekali lagi saya juga tetap mengingatkan supaya timnas garuda juga wajib terus mau melakukan evaluasi dan perbaiki diri agar timnas garuda Indoensia jauh lebih baik lagi, biar kita semua semakin bangga dengan timnas Garuda Indonesia.

Terus berjuang Timnas Garuda Indonesia!


TAGS Sepakbola /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda