Kontroversi Dana Parpol Naik 1.000%: Kinerja Turun Korupsi Naik Terus!

28 Aug 2017 - 09:36 WIB

Sudah dari kemarin baca terkait dengan kenaikan dana parpol yang naik hingga seribu persen, dari sebelumnya Rp 108 perak, sekarang naik jadi Rp 1.000.

Kalau saya baca di beberapa pemberitaan disebutkan bahwa penetapan kenaikan dana parpol ternyata memang sudah tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor 277/MK.02/2017 pada tanggal 29 Maret 2017.

Kenaikan dana parpol tersebut juga diikuti dengan revisi PP Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Parpol.

Kalau saya sendiri sebenarnya bukan mempersoalkan kenaikan dana parpol tersebut, melainkan dikarenakan betapa apatisnya rakyat dengan partai politik [politikus].

Anda bisa melihat betapa rakyat sangat apatis dengan kinerja politikus-politikus yang seringkali jauh sekali dari fungsi mereka sebagai penyambung lidah aspirasi rakyat.

Anda bisa lihat dari gaya hidup mereka yang dari penampilan saja sudah belagu banget, kalau ngomong di depan media juga sok-sokan banget, padahal uang dan hidup mereka lengkap dengan fasilitas yang mereka miliki digaji dari uang rakyat.

Belum lagi kalau soal aspirasi, para politikus tersebut lebih sering mengabaikan aspirasi rakyat daripada aspirasi koruptor!

Terbentuknya pansus DPR terhadap KPK menjadi bukti bahwa ada kesan yang sangat nyata bahwa mereka yang melakukan angket terhadap KPK lebih mendengar suara aspirasi KORUPTUR BUSUK daripada aspirasi mayoritas rakyat yang jelas-jelas menolak pembentukan pansus dan pelemahan terhadap KPK.

Hal tersebut baru sebagian kecil sebagai bukti, betapa DPR terkadang memang ingin menunjukan betapa mereka memang jauh dari kesan mau mendengar aspirasi rakyat.

Kalau soal kinerja misalnya, DPR memiliki kinerja SUPER BURUK dan sangat terlihat sekali kalau urusan kerjaan mereka selalu MALAS.

FAKTA yang HARUS kita INGAT misalnya di tahun 2016 yang lalu, kita bisa melihat bahwa Kinerja DPR 2016 teramat sangat buruk.

Hal itu bisa dilihat dengan kinerja mereka yang katanya memiliki Target 50 RUU tapi FAKTANYA hanya 9 yang bisa diselesaikan!

Anda bisa membayangkan, targetnya 50 RUU tapi selama setahun cuma selesai 9, itu artinya sebuah kinerja yang termat sangat buruk!

Seandainya diibaratkan DPR itu karyawan, sudah pasti saya PECAT!

Soalnya mereka digaji dengan uang keringat rakyat yang diperas dan disetor melalui pajak, tapi kinerja mereka justru teramat sangat buruk.

Yang pasti memang kalau bicara untung dan rugi, menurut saya keberadaan DPR benar-benar hanya buang-buang duit rakyat untuk menggaji segerombolan orang-orang yang menurut saya kinerjanya sama sekali tak bermutu, dan jauh lebih sering mengecewakan rakyat.

Mereka selalu bermalas-malasan bekerja melakukan KEWAJIBAN mereka, tapi kalau nuntut HAK, mereka cepat banget setuju.

Anda bisa membaca berbagai reaksi parpol atas kenaikan anggaran dana parpol yang naik hingga seribu persen, bisa dipastikan semua parpol langsung setuju.

Namun kalau dituntut kinerja mereka, sulitnya minta ampun.

Belum lagi kalau kita bicara korupsi di kalangan politikus, rasanya bikin ngelus dada.

Kasus korupsi e-KTP saja misalnya, disana diduga melibatkan buanyak sekali nama politikus yang diduga menerima uang korupsi. Itu baru satu kasus saja, bagaimana dengan kasus-kasus yang lain di berbagai daerah yang diperkirakan jumlahnya terlalu banyak untuk disebutkan.

Itupun yang sudah ditangani dan ketahuan, bagaimana dengan kasus lain yang masih belum terungkap?

Bisa dikatakan bahwa pada prinspipnya, rakyat bisa melihat dan merasakan bahwa kinerja DPR memang semakin lama semakin menurun dan semakin menyebalkan.

Satu-satunya jalan untuk menghukum para politikus adalah, dengan tidak memilih mereka di setiap pemilu yang di selenggarakan setiap lima tahun sekali.

Rakyat harus mencatat dan mengingat, mana saja politikus yang tahun ini kinerjanya buruk, apalagi banyak korupsi, jangan pernah beri kesempatan mereka terpilih kembali.

Karena jika kita memberikan kesempatan kepada maling-maling yang suka korupsi, maka itu sama saja kita memberikan negeri ini untuk diajak bunuh diri, karena sesungguhnya, perilaku korupsi itu memang sama saja membunuh kemajuan sebuah negara, termasuk menghambat kesejahteraan rakyatnya!


TAGS Politik / Dana Parpol Naik /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda