Masih Ada Polisi Baik, Kisah ini Buktinya!

14 Aug 2017 - 09:14 WIB

Saya termasuk orang yang tetap selalu ingn bersikap obyektif dalam setiap tulisan, termasuk saat membuat cerita atau menilai intitusi maupun berbagai hal.

Termasuk saat kita bicara institusi kepolisian..

Saya dalam beebrapa kesempatan pernah juga menulis bagaimana kekecewaan saya akan mental “oknum” di tubuh Polisi yang masih ada yang korupsi, lakukan pungli, sampai pada cari-cari kesalahan pengendara motor untuk bisa ditilang sekecil apapun kesalahan tersebut.

Namun dalam tulisan ini, terlebih saat ini adalah masih dalam bulan Kemerdekaan [Agustus], maka saya ingin berbagi cerita inspirasi yang dilakukan salah seorang polisi yang saat ini sedang viral jadi perbincangan netizen.

Bermula dari status seorang netizen bernama Eris Riswandi di akun facebook pribadinya yang diupload tanggal 12 Agustus 2017 kemarin, dalam statusnya Eris Riswandi memposting sebuah foto polisi yang sedang menolong seorang supir truk.

Dalam status tersebut Eris mengupload sebuah foto Polisi yang terlihat sedang menolong sopir, yang disertai keterangan di dalam foto tersebut , dengan penjealsan cerita sebagai berikut,

Kasihan Bapak supir ini mungkin bekerja tanpa istirahat bahkan sedang sakit pun dia bekerja, yah namanya untuk anak istri.

Singkat cerita karena tensi darah naik, supir ini matanya mendadak gelap lalu menepi di pinggir jalan yg di larang untuk parkir atau menepi.

Tiba tiba ada mobil Anggota Polisi PJR, setelah melihat kondisi supir yg sakit bukannya di tilang malah di tolong. Selanjutnya oleh petugas Supir ini dialihkan ke RS terdekat.

Kejadian nya tanggal 10/8/17. Thank you Pak Budi Purwanto for your service.  SEBARKAN kebaikan….

BRAVO POLRI, BRAVO TNI.

Nah, kisah inilah yang kemudian menjadi viral di facebook karena saat saya menulis tulisan ini, status tersebut sudah dilike oleh 38 ribu netizen, 5.559 share, dan 3,2 ribu komentar.

Yang menurut saya menarik dari kisah tersebut, bukan hanya soal kebaikan polisi tersebut yang menolong sang sopir, tapi dibalik cerita otulah yang menurut saya juga penting, dan menurut saya perlu ditiru oleh polisi yang lain.

Kisah yang saya maksudkan tersebut yaitu, bahwa memang si sopir truk tesebut kalau hanya melihatnya berdasarkan aturan hukum, maka sopir truk tersebut melanggar hukum karena parkir kendaraan di lokasi yang terlarang.

Namun karena berdasarkan fakta kisah yang terjadi, dimana sang sopir terpaksa parkir di lokasi tersebut, dikarenakan matanya sakit.

Dan menurut saya, apa yang dilakukan oleh sang sopir tersebut justru sangat tepat. Karena dengan keputusanya tersebut, setidaknya sang sopir sudah menyelamatkan dirinya sendiri, dan tentunya juga keselamatan orang lain.

Anda bisa membayangkan jika sang sopir mengikuti aturan bahwa dilarang parkir di lokasi tersebut, kemudian dalam kondisi sakit matanya nekat melanjutkan perjalanan, yang ada si sopir bisa membahayakan dirinya sendiri dan juga orang lain.

Dari cerita ini setidaknya bisa diikuti oleh polisi lain, karena terkadang masih ada banyak polisi yang dilapangan justru mencari-cari kesalahan pengendara, untuk bisa menilang dan mendapatkan uang.

Contoh sederhananya saya sendiri pernah mengalaminya, pernah saya saat melakukan perjalanan ke suatu daerah yang baru saya lewat sana, karena malam tidak ada penerangan lampu jalan, tanpa sepengetahuan saya lampu belakang saya yang warna merah ambrol dan jatuh. Mungkin seingat saya penyebabnya karena saat saya melewati ada polisi tidur tapi saya trabas karena tidak tahu dan tidak kelihatan kalau ada polisi tidur.

Begitu sampai lampu merah, tiba-tiba saya diikuti polisi dan ditilang, saat saya tanya apa kesalahan saya, si Polisinya menyebutkan jika lampu saya tidak sesuai standar karena lampunya putih dan menyilaukan.

Saya agak kaget dan bilang ke polisi, bahwa semua lampu belakang motor saya semuanya sudah standard. Akhirnya Polisi tersebut menyuruh saya ngecek lampu belakang motor saya. Pas dicek, saya kaget karena ternyata memang mika lampu belakang saya yang standar tidak ada.

Saya jelaskan kejadian semuanya ke pak Polisi dengan kata sumpah bahkan saya sampai menantang kalau ingin bukti saya ajak ke rumah biar ada saksi keluarga saya dan tetangga saya bahwa motor saya selalu semuanya standar.

Tapi tetap saja polisi tersebut memaksa saya untuk ditilang. Saya disuruh bayar 50 ribu, tadinya saya disuruh bayar disitu saja, tapi saya tetap meminta tilang resmi dan bayar lewat ATM.

Nah, saya pikir masih begitu banyak polisi dengan mental yang seperti itu, yang selalu mau menang sendiri dan tidak mau mendengarkan alasan masyarakat.

Kalau memang pelanggaranya sebuah kesengajaan, saya tidak keberatan jika dilakukan tilang, tapi pada kasus tertentu polisi seharusnya lebih manusiawi.

Contohnya seperti yang dilakukan polisi yang menolong sopir itu bsa jadi inspirasi untuk polisi yang lainya.

Semoga saja ke depan polisi-polisi di negeri ini semakin dikenal karena kebaikanya, bukan karena sikap korup, suka pungli, minta duit, dan kesan-kesan negatif lainya.

Karena jika polisi ingin mayoritas dienal baik, maka yang harus dilakukan oleh seluruh polisi di Indonesia, tentunya harus melakukan lebih banyak lagi KEBAIKAN, agar bisa menyebar, sehingga image polisi bisa menjadi lebih baik.

Kalau sekarang sih, terakhir saya ke anak-anak kecil saja saat saya tanya kenapa ingin jadi Polisi, jawabanya bikin prihatin, “Katanya biar bisa lebih mudah kalau minta-minta duit!”.


TAGS Polisi / Sosial / Viral /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda