Kontroversi Nyogok untuk Masuk Polri itu ADA atau TIDAK?

8 Aug 2017 - 10:43 WIB

Beberapa waktu lalu ada kehebohan terkait kisah seorang bernama Muhammad Zulkiram, seorang anggota Polri yang kemudian memutuskan untuk keluar dari Polri. Yang bikin heboh karena alasan kemunduranya dikarenakan dia merasa dan menganggap hidunya jadi polisi tidak berkah karena saat masuk ke polri dilakukan dnegan cara nyogok [suap].

Agar anda tidak sepotong-sepotong dalam mendapatkan informasi atas ini, saya sarankan silahkan anda bisa baca informasinya di beberpa pemberitaan media nasional.

Saya juga menyarankana anda juga membaca penjelasan dan sanggahan Polri juga yang menyatakan jika Muhammad Zulkiram tidak mengundurkan diri melainkan dipecat karena tidak masuk tugas lebih dari 30 hari.

Namun dalam hal ini saya tidak ingin membahas secara khusus terkait kasus Zulkiram, saya ingin lebih khusus membahas sesuai judul, terkait dengan sebuah pertanyaan, “Nyogok untuk Masuk Polri itu Ada atau tidak?”

Kalau saya sendiri jujur saja tidak berani memastikan ada tidaknya, karena ini bukan masalah main-main.

Jika misalnya ada orang yang bilang bahwa uang sogokan untuk bisa masuk Polisi itu ada, maka ada baiknya anda wajib menyertakan buktinya. 

Misalnya saja, jika anda pernah mendengar langsung teman anda atau tetangga anda yang memang masuk Polri harus nyogok, maka mintalah ke mereka BUKTI akan proses penyogokan tersebut. Misalnya dengan meminta bukti kwitansi dan keterangan bahwa uang tersebut sebagai uang sogok atau jaminan.

Atau bisa juga anda rekam pakai kamera sembunyi juga menurutku tidak masalah jika memang itu bisa menunjukan bukti bahwa memang ada proses sogok untuk bisa masuk polri.

Atau bisa melakukan dengan cara lain, yang pasti dengan cara tersebut, anda bisa membuktikan secara hukum bahwa proses sogok menyogok saat masuk polri itu memang ada, lengkap dengan bukti dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Namun kalau saya pribadi, terkait ada tidaknya proses sogok ini ada atau tidak, saya sedikit bercerita tentang kasus bunuh diri Kapolsek Karangsambung di Kebumen yang kebetulan itu kecamatanya tidak terlalu jauh dengan kecamatan tempat tinggal saya di Kebumen.

Sebagai orang Kebumen, kasus bunuh diri yang dilakukan oleh Kapolsek Karangsambung tersebut sudah jadi rahasia umum jika penyebabnya diduga karena terkait soal uang sogok yang diterima Kapolsek Karangsambung, sebagai uang jaminan jika anak si penyogok bisa diterima jadi polisi.

Saat kasus tersebut muncul, saya ingat jika media nasional termasuk detik.com juga memberitakan kasus tersebut.

Kalau melihat kasus tersebut, artinya peristiwa menyogok ke pihak oknum polisi itu tentunya ADA, kasus yang di Kebumen itu bisa menjadi bukti karena ada pihak yang sudah mengakui dirinya nyogok. Dan ada juga bukti oknum yang menerima uang sogok tersebut dalam hal ini Kapolsek Karangsambung.

Namun itu saya baca di pemberitaan, terkait pembuktiaan secara hukum, tentunya pihak kepolisian ata LSM, atau siapapun yang berwenang itulah yang seharusnya mengusut lebih dalam.

Sebagai kesimpulan atas kontroversi ada tidaknya uang sogok saat masuk Polri, maka saya berpendapat pihak Polri jangan terburu-buru untuk menyatakan jika tidak ada yang namanya proses sogok menyogok untuk masuk Polri.

Memang sih, kalau membaca secara prosedural dan jalur legalnya memang tidak mungkin Polri akan melegalkan dan membolehkan proses sogok tersebut.

Namun yang jadi masalah di lapangan adalah prakteknya, yang diduga dan dikhawatirkan memang masih ada proses menyogok untuk bisa masuk Polri, inilah yang harus diselidiki Polri secara sungguh-sungguh.

Saran saya, jika memang ada pihak polisi yang secara nyata diterima masuk polri gara-gara pakai uang sogok, saya sarankan memang akan lebih baik anda mengundurkan diri saja dari kepolisian, seperti yang dilakukan Zulkiram.

Karena menurut saya, sesuatu pekerjaan yang didapat dengan cara haram, maka hasilnya juga sudah pasti haram, dan jauh dari kata berkah.

INGATLAH!

Hidup hanya sekali, dan setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah S.W.T. Jangan hanya untuk urusan duniawi, kita sampai mengorbankan untuk cri uang dengan cara yang haram [nyogok untuk jadi polisi].

Kasihan dengan anak dan istri juga dengan keluarga kita yang kita kasih uang dari cara yang tidak halal. Ingatlah juga bahwa yang menyogok dan yang menerima uang sogok, dua-duanya akan masuk neraka.

Saat ini untuk mencari uang halal masih banyak caranya, jadi kenapa harus mencari cara yang haram?

Coba anda lihat tuh, anak-anak remaja sekarang, yang kadang malah masih kecil sudah bisa cari uang dari menjadi youtuber atau jualan online, ngeblog, dll.

Saya benar-benar prihatin banget dengan mereka yang untuk bisa dapat kerjaan, mereka harus mengorbankan akidah dan iman mereka untuk nypgok, apalagi cuman untuk jadi polisi, kasihan!

Sadarlah!


TAGS Hukum /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda