Bulan Kemerdekaan Masih Bertikai? Malu Dengan Darah Para Pejuang!

1 Aug 2017 - 09:05 WIB

Selamat datang bulan Agustus, Bulan Kemerdekaan…

Sebentar lagi tanggal 17 Agustus 2017 akan segera datang, itulah hari yang akan memantapkan usia Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] ke usianya yang ke 72 tahun merdeka.

Di usia yang ke-72 tahun ini, tentunya kita wajib untuk bersyukur bahwa nikmat kemerdekaan ini tidak semua bisa dinikmati oleh negara.

Bahkan saat kita sedang asyik hidup tenang di Indonesia, masih ada saudara kita di Palestina, Suriah, Afganistan, Palstina, dan berbagai negara-negara yang sedang terjadi konflik tak merasakan damai sedamai Indonesia.

Namun rasa damai dan tenang di bumi Indonesia ini bukanlah didapat dengan mudah. 

Kedamaian dan ketenangan di NKRI ini didapat dan dibangun dengan landasan pancasila yang sudah diikrarkan oleh para pejuang-pejuang kita terdahulu.

Para pejuang kita saat itu tahu dan sadar betul bahwa Indonesia dihuni oleh berbagai etis, ras, suku, agama, dan bahasa daerah yang berbeda-beda, sehingga untuk menyatukan menjadi NKRI, maka Pancasila menjadi dasar kita dalam hidup damai di bumi pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia, semuanya didapat bukan dengan gratis.

Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini didapat dengan pengorbanan darah dan nyawa para pejuang kita yang gugur demi kemerdekaan dan persatuan NKRI.

Namun sayangnya, Indonesia yang sudah begitu aman dan damai hidup berdampingan dengan berbagai perbedaanya, akhir-akhir ini justru sedang “DIRUSAK” bahkan mungkin memang ingin sengaja dirusak agar NKRI menjadi terpecah belah.

Perpecahan tersebut terjadi karena adanya kelompok yang mungkin merasa paling benar, meraasa paling sok punya power, merasa sok paling banyak memiliki massa, sehingga jika “NAFSU dan AMBISI” mereka tidak dituruti, maka mereka siap mengancam dan melakukan kerusuhan di bumi petiwi kita NKRI!

Anda bisa melihat di sosial media, dan berbagai pemberitaan nasional lainya, kita begitu mudah menemukan perseteruan, pertikaian, hanya soal masalah-msalah yang terkadang sepele tapi kemudian dibesar-besarkan menajdi isu nasional, sehingga mampu memicu konflik dan pertikaian ke penjuru daerah di Indonesia.

Kondisi yang seperti inilah yang sangat memprihatinkan dan sudah sewajibnya kita hentikan.

Untuk siapapun anda, apapaun tujuan anda, apapun “nafsu dan ambisi” anda, jika anda masih juga suka bertikai, bikin gaduh di negara kesatuan Republik Indonesia, sekali-kali merenung dan ingatlah juga hormatilah darah-darah dan nyawa para pejuang kita untuk merebut kemerdekaan.

Para pejuang berkorban jiwa dan raga mereka merebut kemerdekaan bukan untuk melihat kita sebagai bangsa yang saling bertikai!

Pejuang kita merebut kemerdekaan punya tujuan supaya kita sesama anak bangsa untuk terus bersatu padu membangun NKRI secara bersama-sama dan hasilnya juga untuk bersama.

Pejuang kita juga berkorban nyawa mereka demi kemerdekaan ini bukan untuk supaya kita saling bertikai dan saling mengadu-domba untuk bermusuhan antara kelompok yang satu dengan yang lainya.

Para pejuang lakukan perjuangan untuk merebut kemerdekaan agar supaya kita bangsa Indonesia supaya saling menghormati segala perbedaan demi kesatuan NKRI.

Para pejuang juga berkorban nyawa mereka bukan supaya para pejabatnya enak-enak dengan fasilitas negara lalu mereka campakan rakyatnya.

Darah pejuang mengalir demi kemerdekaan ini bukan untuk melihat para politisi kita untuk saling berebut kekuasaan lalu korupsi habis-habisan kas negara yang disetorkan rakyat.

Para pejuang kita juga tidak pernah mengajarkan bahwa kelompok kitalah yang paling kuat, paling hebat, sehingga merasa memiliki hak untuk menguasai negara.

Para pejuang kita justru mengajarkan bahwa kita bisa kuat dan merdeka karena kita saling bersatu padu antara berbagai suku, agama, ras, kelompk, dan golongan mengusir penjajah sehingga hanya dengan modal bambu runcing kita bisa merdeka dan mengejutkan dunia.

Dan sungguh teramatsangat MEMALUKAN! seandainya kini, sudah 72 tahun merdeka, tapi justru masih ada yang ingin membuat kerusuhan dan memecah belah bangsa Indonesia demi nafsu dan ambisi segelintir kelompok saja.

Sekali-kali malulah kepada darah-darah dan nyawa para pejuang, Kita tidak pernah ikut merasakan berjuang merebut kemerdekaan. Kita hanya disuruh mengisi kemerdekaan untuk saling bersatu-padu mengisi kemerdekaan ini dengan kebaikan, Bukan justru malah membuat keributan!

Mari kita sambut Bulan Agustus ini sebagai Bulan Kemerdekaan dengan berbagai aktivitas positif yang bisa menyatukan NKRI, bukan malah sibuk bertikai memaksakan NAFSU dan AMBISI diri sendiri, dan kelompoknya pribadi!

Selamat datang Bulan Agustus, Bulan Kemerdekaan… !

Salam NKRI!


TAGS HUT RI ke-72 / Opini /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda