Jangan Boros saat Lebaran, Ingatlah saat Kekurangan dan Kesulitan!

22 Jun 2017 - 10:50 WIB

Sifat boros termasuk sifat yang sangat kurang baik, tapi juga harus diakui sulit untuk ditinggalkan saat sudah menjadi kebiasaan.

Bagi mereka yang punya banyak duit yang mungkin tak akan habis untuk tujuh turunan, bersikap boros dalam membelanjakan harta mereka, mungkin bukanlah persoalan. Itupun tetap saja beresiko karena sekaya apapun seseorang, jika mereka boros dan tidak sebanding dengan jumlah pemasukan dan pendaatan, pada akhirnya habis juga hartanya.

Apalagi jika kita ini adalah orang-orang biasa yang dalam hal pendapatan masih sedikit dan biasa-biasa saja, tentunya sikap boros wajib kita buang jauh-jauh dari kebiasaan kita.

Biasanya, tantangan terberat kita untuk bersikap boros, biasanya saat kita memiliki banyak duit.

Saat seseorang sedang memegang banyak duit, bawaanya pengin beli ini-itu, dan semuanya seolah-olah ingin dibeli.

Bahkan barang-barang yang saat kita susah sama sekali tak terikirkan untuk kita beli, begitu ada uang, barang yang tidak begitu penting sekalipun ingin selalu kita beli semuanya.

Saat jelang lebaran seperti ini, hampir banyak orang sedang memiliki banyak duit karena mungkin sudah terima THR [Tunjangan Hari Raya], gaji ke-13, bonus, pensiunan, dan lainya.

Pada saat kondisi ini, tentunya inginya beli semua barang yang kita inginkan, mulai dari beli smartphone, tv, motor baru, perbaikin rumah, dan lain-lain.

Bahkan saya pernah melihat tetangga saya sendiri, hanya untuk beli kembang api yang digunakan untuk perayaan malam lebaran, mereka sampai beli hingga jutaan. Padahal secara ekonomi saya lihat masih biasa-biasa saja. Namun mungkin karena terlalu bergaya biar keliatan kaya karena sudah lama merantau, akhirnya dia sampai beli jutaan hanya untuk kembang api.

Padahal begitu hari-hari biasa, baru deh dia nyesel seandainya uang jutaan tersebut untuk ditabung, mungkin lumayan bisa untuk digunakan yang lebih berguna.

Namun itulah sifat kebanyakan manusia.

ilustrasi gambar: vivaSaat kita susah penginya bermimpi seandainya punya duit banyak inginya kita berfoya-foya, makanya saat benar-benar diberikan uang yang sedikit lebih, yang ada dipikiran selalu ingin langsung dihabiskan untuk foya-foya.

Akibatnya, tidak butuh waktu lama, saat kesulitan datang, yang ada hanyalah penyesalan.

Bukankah sering dan banyak orang mengalami penyesalan yang demikian?

Misalnya saja saat punya duit mereka boros untuk foya-foya, begitu mengalami kesulitan, barulah menghitung-hitung uang yang sudah dia habiskan untuk foya-foya sambil berandai-andai,

“Seandainya uang yang dulu untuk foya-foya aku tabung, mungkin aku tidak mengalami kesulitan begini, …. bla bla bla….”

Suara-suara penyesalan seperti itu sangat sering kita lihat dan temukan di sekitar kita, atau mungkin kita sendiri yang justru melakukanya.

Namun lagi-lagi karena ini memang sebuah sifat yang sulit dihindari, makanya tetap saja masih banyak yang mengulangi kebiasaan boros tersebut.

Melalui tulisan ini saya sendiri hanya ingin mengingatkan supaya jangan boros dalam menggunakan uang kita, khususnya saat lebaran. Ingatlah saat kita kesulitan, sekecil apapun uang tersebut, pastinya akan sangat berharga dan bernilai untuk kita gunakan sesuai kebutuhan.

Biasanya kunci agar bisa berhemat, peganglah prinsip saat akan membeli sesuatu, selalu tanyakan ke dalam hati kita, apakah produk tersebut memang KEBUTUHAN atau hanya KEINGINAN [nafsu] semata?

Jika kita bisa membedakan antara KEBUTUHAN dan KEINGINAN, mudah-mudahan kita bisa terhindar dari sifat boros dan bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan kita.


TAGS Sosial / Boros / Hemat /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda