VIRAL!Curhatan Korban Klitih di Yogya yang Melawan tapi Jadi Tersangka

15 Jun 2017 - 11:00 WIB

Seorang pemilik akun facebook bernama Ilham Nanda saat ini sedang banyak jadi bahan perbincangan di facebook.

Hal ini bermula dari curhatan dirinya yang bercerita di salah sat group ICJ [Info Cegatan Jogja] yang membernya sudah mencapai 500 ribu lebih. Pemilik Akun Ilham Nanda tersebut bercerita tentang pengalamanya yang jadi korban klitih di Jogjakarta.

Jika biasanya para korban klitih biasanya takut dan menghindar, dirinya bersama temanya justru berani melawan, bahkan sampai menghajar si pelaku.

Nah, mungkin karen Polisi taunya hanya saat penganiayaan yang terakhir, jadinya si korban klitih inilah yang kemudian justru dijadikan tersangka dan bayar denda hingga Rp 4 juta.

Namun memang saya tulis ini baru versi si Ilham, sedangkan dari pihak kepolisian sendiri hingga saya posting tulisan ini belum ada konfirmasi. Bahkan saya cek di status instagram polrestaa yogya juga belum ada klarifikasi resmi, padahal Ilham juga banyak netizen yang ikut mempertanyakan peristiwa tersebut versi pihak kepolisian.

Saya posting ini karena saya sebagai orang yang pernah tinggal di Yogya sejak 2003 hingga 2016 sangat peduli dengan Yogya dan sangat mengutuk yang namanya bentuk klitih.

Begitu saya mendengar cerita Ilham yang berani melawan pelaku klitih tapi justru dijadikan tersangka, tentunya saya ingin ikut peduli berperan menyarakan apa yang Ilham alami.

Namun itupun tetap saya tunggu juga klarifikasi dari pihak kepolisian untuk mendapatkan informasi yang berimbang.

Agar anda tidak salah memahami jalan ceritanya, ada baiknya saya sertakan saja cerita lengkapnya si Ilham Nanda ini yang saya ambil dari group ICJ.

Lur mohon dikomen dan pencerahannya mau dibully juga gapapa, jadi pada tanggal tersebut dan jam tersebut, saya dan temen saya mengalami sebuah kejadian.

Awalnya saya dan temen saya di klitih di depan puro pakualaman, dia menendang motor saya tapi tidak terjatuh. Kemudian saya kejar sampai di bangjo timur taman pintar, pas tanjakan itu saya coba berhentikan orangnya dengan menarik jaketnya, saya tarik aja nggak saya pukul, tapi dia malah memukul saya hingga terjatuh.

Teerus pas di depan taman pintar dia yg nglitih saya kena macet, disitulah terjadi keributan saya sama temen saya turun motor lalu mukulin dia.

Dikantor polisi saya dan temen saya mengakui kalo kita mukulin dia di tempat itu, dia juga mengakui kalo dia mengklitih saya duluan, tapi malah saya yg disalahkan.

Dan ini pemberitaan di instagram oleh polres jogja malah kejadian penganiayaan, warga setempat juga malah mengira saya dan teman saya yg memulai, padahal temen saya orang Wonosobo, dia cuma main disini sama saya.

Terus pas di kantor polisi saya dan temen saya juga yg kena ganti rugi sebesar 4juta. Padahal saya juga bawa saksi yg kebetulan nolong saya pas dipukul duluan tapi tetep saya dan temen saya yg dijadikan tersangka.

Itu menurut sampean yg salah siapa ya lur?

Katanya jogja muak dengan klitih, tapi disaat saya melawan pas saya diklitih malah saya yg disalahkan.

FYI sama persis yg saya tulis berdasarkan kejadian seperti itu, dia yg mengklitih saya juga mengakui kalo memang seperti yg saya tuliskan ini kejadiannya.

Saya juga bilang ke polisinya “pak kalo misal saya pas ditendang jatuh, emang kalo saya lapor bapak yg nendang saya itu pasti ketangkepnya ya?”

Malah saya dikatain “berarti kamu kurang percaya sama polisi ya?”

“Pak misal bapak ditendang dijalan apa bapak juga mau diem aja” pak polisinya ga jawab. Sempat di kantor polisi ada bapak polisi yg membela saya bahwa aksi saya itu adalah sebuah pembelaan, tapi sama saja.

Maaf lur bukan saya ga ikhlas sama duit saya tapi cuma pengen tau kebenaran menurut warga icj mana yg benar mana yg salah karena masih ngganjel di hati saya?

Kejadian ini benar2 saya tuliskan seperti ini di BAP dan ini memang kejadian dari awal kronologis, dia juga mengakui kalo menendang dan memukul saya terlebih dahulu. Maaf belepotan bahasanya.

Maaf ini juga kejadian 3 minggu yg lalu kurang lebih saya baru berani posting soalnya masih ngganjel sampe sekarang.

Maaf juga saya cuma punya foto itu soalnya saya mau foto korban, hasil visum, hasil bap tidak diperbolehkan.

YG PERLU DIGARIS BAWAHI

“YG SAYA PUKULI ITU JUGA MENGAKUI KALO DIA YG MEMULAI DULUAN DENGAN MENENDANG MOTOR DAN MEMUKUL SAYA SAMPAI TERJATUH SAYA JUGA MEMBAWA SAKSI KE KANTOR POLISI SAKSI ITU ADALAH YG MENOLONG SAYA PAS JATUH DAN MELERAI PAS SAYA BERKELAHI” JADI JANGAN MENGANGGAP INI CERITA DARI VERSI SAYA SAJA.

Cek postingan di IG https://www.instagram.com/p/BUcAZEIhkvV/

Bagaimana menurut pendapat anda?

Jika ada udate terkini atas kasus ini, nanti akan syaa update.

UPDATE!

Berikut Klarifikasi Polresta Yogya:


Klarifikasi posting IG @polresjogja dan perkembangan kasus penganiayaan di depan Taman Pintar pada Selasa 23 Mei 2017 sore.. ___ Terkait dengan postingan IG pada Selasa tanggal 23 Mei 2017 adalah merupakan data awal dari keterangan korban dan saksi di lokasi kejadian depan Taman Pintar. Sebelum sampai ke Pengadilan, dan atas dasar asas praduga tidak bersalah maka nama nama kami tuliskan dengan inisial serta foto wajah tidak terlihat atau bisa diblur. Selanjutnya Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh petugas Unitreskrim Polsek Gondomanan berdasarkan laporan korban, barang bukti dan keterangan saksi di TKP. Telah terjadi tindak penganiayaan pada waktu dan di lokasi tersebut. Korban merasa dipepet oleh pelaku dan merasa emosi yang kemudian menendang sepeda motor pelaku. Kemudian pelaku yang berboncengan mengejar korban karena tidak terima hingga ke depan Taman Pintar dan melakukan pemukulan terhadap korban. Korban yang mengalami luka luka memar di pipi kanan dan di bawah mata kanan serta merasa pusing kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Gondomanan setelah sempat memeriksakan lukanya ke RS. Beberapa saat setelah kejadian itu, kedua belah pihak baik korban maupun pelaku ingin menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan (perdamaian/penyelesaian atas inisiatif para pihak). Di Mapolsek Gondomanan, didampingi kedua orang tua masing masing, kedua belah pihak membuat surat keputusan bersama berisikan diantaranya pelaku memberikan uang 4 juta sebagai pengobatan terhadap korban seperti dalam foto di atas (uang bukan untuk polisi). Pelaku juga membuat surat pernyataan tidak akan mengulanginya kembali seperti foto diatas juga. Secara hukum apabila terjadi saling menganiaya antara dua pihak maka masing2 pihak bisa menjadi korban sekaligus menjadi pelaku (masing2 berhak menempuh upaya hukum). Maka dalam perkara ini masing2 berhak membuat laporan polisi sesuai tempat kejadian perkara. Silakan jika merasa menjadi korban, dilaporkan secara tertulis kepada kepolisian setempat. Demikian klarifikasi dari Unitreskrim Polsek Gondomanan

A post shared by POLRESTA YOGYAKARTA (@polresjogja) on

Dari klarifikasi pihak kepolisian, intinya yang saya tangkap adalah, si Ilham tidak lapor jika dirinya jadi korban, sedangkan si pelaku klitih yang lapor duluan dan mengaku korbanlah yang kemudian dibela polisi. Padahal si pelaku klitih sudah mengakui jika dirinya yang melakukan klitih lebih dahulu.

Atas klarifikasi pihak kepolisian ini, tidak heran jika banyak netizen yang tidak puas dan tetap kecewa dengan polisi dan tetap mendukung Ilham.

Beberapa netizen berpendapat begini,

Berarti kalo si A ngelempar batu ke si B terus si B membela diri dengan melempar balik si A, kemudian si A lapor ke polisi terus si B yang jadi tersangka gitu pak? Yang memulai kan si A kok cuma gara2 lapor duluan jadi si B yang kena. Enak ya kalo gitu, tinggal pukul orang kalo kita dipukul balik tinggal lapor ke polisi bilang kalo kita yg jadi korban. Dapet ganti rugi deh :) #RIPJustice


TAGS Klitih / Kriminal / Hukum /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda