Amien Rais: Antara Terima Uang 600 Juta dan Janji Ungkap 2 Tokoh Besar

2 Jun 2017 - 10:09 WIB

Amien Rais: Sosok Kontroversi yang diduga terima Uang 600 Juta dari koruptor dan Janji Ungkap korupsi 2 Tokoh Besar yang belum terungkap.

Mendengar nama Amien Rais, jujur saja saya sempat mengaguminya saat namanya disebut-sebut sebagai salah satu tokoh reformasi.

Namun entah kenapa, kekaguman saya mulai memudar sejak dirinya menjabat sebagai Ketua MPR untuk periode 1999 - 2004.

Keputusanya untuk melengserkan Gus Dur saat itu menurut saya awal nama Amien Rais yang muncul dengan kesan kontroversinya.

Berjalanya proses perpolitikan di Indonesia yang semakin memanas, memunculkan persepsi saya tentang nama Amien Rais yang selalu mengeluarkan pernyataan kontroversi jika ada isu-isu memanas dlaam kancah perpolitikan di Indonesia.

Yang terkadang saya ikut gregetan adalah, karena nama Amien Rais diposisikan sebagai orang yang dikenal sebagai tokoh Islam di Indonesia, namun terkadang ucapan dan perkataanya kalau sudah emosi soal pernyataan yang berbau politik, sangat jauh dari moral dan akhlaq dirinya sebagai tokoh muslim.

Hal yang sangat sering kontroversi saat pilpres yang lalu, dimana setiap pernyataan dirinya tentang Jokowi, selalu dan selalu berbau kontroversi dan kalau boleh saya sebut seperti seorang “provokator” yang membuat suhu perpolitikan saat itu memanas.

Hal yang paling kontroversial saat itu Amien Rais menyatakan akan jalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta jika sampai Jokowi menang, tapi jani tersebut hanyalah KEBOHONGAN belaka.

Pernyataan kontroversinya kembali muncul saat perseteruan dengan Ahok, yang dirinya sampai sebut Ahok Sontoloyo hingga Dewa Ingusan Kecil.

Sebuah pernyataan yang menurut saya sangat jauh dari moral dan Akhlaq yang ada dalam ajaran Islam.

Kini, namanya tiba-tiba saja muncul kembali dengan jauh lebih mengejutkan, dimana dalam kasus yang melibatkan koruptor bernama Siti Fadilah Supari, nama AMien Rais disebut menerima uang hingga Rp 600 juta.

Jika anda belum membaca berita ini, silahkan anda bisa baca berbagai pemberitaan di detik.com.

Berikut saya sedikit lampirkan pemberitaan tersebut,

“..Jaksa KPK awalnya menyebut Amien Rais menerima enam kali transfer dari Siti Fadilah. Setiap transfer, Amien Rais menerima Rp 100 juta.

Dalam sidang tuntutan Siti Fadilah, jaksa menyebut Amien Rais enam kali menerima uang aliran dari Siti Fadilah. Pertama, Amien Rais menerima uang pada 15 Januari 2007. Kemudian yang terakhir, Amien Rais terakhir menerima pada 2 November 2007. Uang tersebut berasal dari Siti Fadilah sebesar Rp 6,1 miliar kemudian ditransfer ke semua pihak, termasuk Amien Rais. [sumber: detik.com]

Atas pemberitaan tersebut, inilah tanggapan dan pembelaan Amien Rais yang saya kutip juga dari detik.com,

“..Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Amies Rais angkat bicara terkait dugaan dia terima dana Rp 600 juta dari dana dugaan korupsi alat kesehatan. Amien mengaku uang Rp 600 juta itu berasal dari Yayasan Soetrisno Bachir yang ditransfer ke rekeningnya pada kurun 15 Januari sampai 13 Agustus 2007. “

Dengan tanggapan Amien rais tersebut, tentunya tinggal menunggu PEMBUKTIAN.

Jika memang Amien Rais bilang uang Rp 600 juta itu bukan dari Siti Fadilah Supari dan justru dari Soetrisno Bachir, maka Amien rais wajib membuktikanya.

Demikian juga dengan pihak Jaksa tentunya juga wajib untuk menunjukan bukti-bukti transfer tersebut.

Namun ada yang janggal juga dengan pembelaan Amien Rais. Jika memang uang tersebut dari Soetrisno Bachir, kan solusinya cukup simple dan GAMPANG.

Amien Rais cukup datang ke jaksa yang menyebutnya terima uang kemudian menunjukan bukti jika uang tersebut adalah uang dari Soetrisno Bachir. Kan sudah selesai masalah?

Bahkan jika Amien rais punya buktinya juga, dia bisa melakukan proses hukum kepada jaksa atau siapapun pihak yang pertama kali berani menyebutkan jika Amien Rais menerima uang Rp 600 juta dari Siti Fadilah Suapri?

Tapi kenapa Amien Rais justru harus pakai ingin ketemu pimpinan KPK hingga ingin bongkar korurupsi besar yang libatkan 2 tokoh besar?

Terkait dengan reaksi Amien Rais yang kemudian berjanji sekaligus disertai “ancaman” akan bongkar dugaan korupsi besar yang melibatkan 2 tokoh besar, menurut saya ini justru semakin menarik.

Namun saya tetap akan memisahkan antara fakta kasus Amien Rais yang disebut menerima uang Rp 600 juta, dengan ancaman Amien Rais yang akan bongkar kasus korupsi yang melibatkan 2 tokoh besar, karena itu sebuah kasus yang jauh berbeda.

Saya bilang berbeda karena, terkait uang Rp 600 juta yang diduga diterima Amien Rais ini adalah kasus serius. Sangat serius karena sosok Amien Rais yang selama ini dikenal sok agamis dan selalu bawa-bawa nama islam, namun jika sampai kasus ini benar, maka Amien Rais sungguh sangat munafik.

Sangat munafik karena di media begitu sok agamis, tapi ternyata uang haram dari koruptor dia terima. Namun ini sekali lagi saya tekankan jika memang Amien Rais benar-benar terima uang haram Rp 600 juta tersebut dari koruptor Fadilah Supari. Jadi harus benar-benar dipastikan dan dibuktikan.

Sedangkan mengenai ancaman Amien Rais yang akan bongkar kasus korupsi yang melibatkan 2 tokoh besar, awalnya mungkin sebuah gertakan Amien rais kepada KPK supaya jangan berani bongkar kasusnya saja tapi juga harus bongkar juga 2 tokoh yang Amien Rais akan bongkar.

Namun menurt saya justru untuk yang ini saya sebagai rakyat Indonesia akan ikut senang dan bahagia jika Amien Rais benar-benar berani melakukan ini. Karena dengan begitu, akan semakin banyak koruptor yang terbongkar.

Namun disisi lain, tentunya saya jadi ebrfikir, Kenapa Amien Rais baru mengancam akan bongkar korupsi yang melibatkan 2 tokoh besar sekarang, saat dirinya diduga menerima uang Rp 600 juta dari koruptor bernama Siti Fadilah Supari?

Hal ini menjadikan saya meyakini bahwa sebenarnya di Indonesia banyak tokoh khususnya apra politisi yang tahu jika ada banyak kasus korupsi yang mereka ketahui tapi tidak berani membongkarnya. 

Kalaupun berani membongkarnya, mungkin nunggu momment yang tepat atau jika dirinya sendiri sudah “terpojok” jika dirinya juga seorang koruptor?

Jika itu yang terjadi, sungguh sangat ironi. Dimana sosok yang selalu bersuara atas nama agama dan kebeanran, namun di belakangnya dirinya sendiri adalah koruptor yang berlindung atas nama agama :-(

Semoga di bulan puasa ini semakin banyak koruptor berani sadar dan jujur atas perbuatanya dan ebrtaubat sebelum ajal menjemput mereka.

Amiiin

 

 

 


TAGS Hukum / Sosial / Politik /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda