Habib Rizieq Tersangka: Kasus Pro Kontra di Bulan Puasa Kapan Usainya?

30 May 2017 - 11:38 WIB

Bicara soal hukum di Indonesia memang pada kasus-kasus tertentu, khususnya yang sensitif dan seperti dianggap tidak mungkin, maka akan selalu memunculkan kontroversi.

Jika sebelumnya kasus Ahok sudah memunculkan perpecahan yang cukup panjang antara yang pro dan kontra Ahok, kini muncul lagi kontroversi penetapan kasus Habib Rizieq yang secara resmi sudah dijadikan sebagai tersangka kasus pornografi.

Lagi-lagi kita sebagai publik dihadapkan pada dua kubu, antara yang pro dengan yang kontra.

Atas penetapan Habieb Rizieq ini, mungkin bagi pendukung Ahok, mereka akan suka atas penetapan ini. Namun sebaliknya, bagi yang kontra Ahok, atau dalam hal ini pro Habieb Rizieq, maka penetapan tersangka Habib Rizieq dalam kasus pornografi akan dianggap sebagai kriminalisasi terhadap ulama.

Luar biasanya, kedua kubu seolah memiliki kemampuan pendukung yang sangat kuat di sosial media, sehingga saat ada pemberitaan terkait dua kubu tersebut, maka dengan serentak masing-masng pihak langsung share, komentar, yang isinya hanya berbau hujatan, kata-kata kasar dan hujatan kotor lainya.

Bahkan tidak peduli ini bulan puasa ataupun bukan, bagi mereka seolah tidak penting, yang terpenting bagi mereka jika ada yang menjelek-jelekan idola mereka, maka mati-matian mereka harus menyuarakanya di sosial media.

Walaupun harus disertai kata-kata kasar, bagi mereka mungkin dianggap kalimat santun dan berakhlaq mulia versi mereka.

Yang terpenting bagi mereka jangan sampai idola mereka sampai dihina dan terhina di sosial media.

Lantas dimana peran hukum dan kepercayaan publik akan hukum itu sendiri?

Saya sendiri jujur saja sampai tidak berani mengambil keputusan atau menvonis manakah yang sebenarnya salah dan mana yang benar.

Karena posisi saya memang seorang muslim, jika sampai ada tokoh muslim sampai dikriminalisasi secara sengaja, tentunya saya sangat ingin ikut marah. 

Namun terkadang, karena kita bicara di negara hukum, maka terkadang saya juga ingin menyerukan supaya jika semua masalah hukum harus dilakukan dengan cara jalur hukum juga.

Terkait kasus Habieb Rizieq ini memang sudah sejak lama muncul, jadi menurut saya, bagi yang mendukung Habieb Rizieq, jika memang tidak bersalah dan melakukan kesalahan, tidak perlu takut dan justru harus berani melawan dengan cara menuntut balik siapapun pihak yang dianggap mereka telah membuat fitnah atau melakukan kriminalisasi.

Kumpulkan bukti-bukti kuat yang secara hukum bisa membantah semua anggapan kriminalisasi tersebut.

Dengan begitu, nanti dengan cepat nama baik Habieb Rizieq bisa terselamatkan dan pihak kepolisian atau[un pihak-pihak yang misalnya terbukti melakukan kriminalisasi, mereka juga wajib menerima hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka.

Namun saya berharap, hal itu semuanya dilakukan secara jantan dan ksatria melalui jalur hukum yang ada. Saran saya juga, proses demi proses wajib terbuka untuk umum, sehingga publik bisa ikut mengawasi jika ada keanehan dan penyimpangan selama proses hukum berlaku.

Dengan cara itu, kita sudah saatnya menghentikan pembahasan kasus demi kasus kontroversi ini hanya melalui media sosial saja. Menurutku itu tidaklah ada gunanya.

Apalagi ini bulan puasa, yuk kita dinginkan kepala kita untuk menjaga hati dan perbuatan serta ucapan kita dari kata-kata kasar dan tidak bermoral di sosial media.


TAGS Hukum / Politik /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda