Celakalah! Saat Puasa Tapi Berani Korupsi dan Keburukan Lainya!

29 May 2017 - 10:16 WIB

[Baca juga tulisan terkini: Habib Rizieq Tersangka: Kasus Pro Kontra di Bulan Puasa Kapan Usainya?]

Bersyukur dan teruslah bersyukur jika di hati anda masih diberikan kebesaran hati untuk bisa melakukan kebaikan selama Ramadhan.

Karena tidak semua orang bisa mendapatkan hidayah untuk bisa terus melakukan kebaikan, bahkan di bulan puasa sekalipun.

Mereka yang beberapa saat lalu tertangkap tangan kena Operasi Tangkap Tangan KPK [OTT], yang diduga menerima uang suap, mungkin bisa jadi contoh, jika memang benar mereka secara nyata menerima suap, itu artinya mereka tidak menerima kebaikan, bahkan di bulan puasa sekalipun.

Anda bisa membayangkan, jika saat bulan puasa saja berani menerima suap yang sudah dipastikan keharamanya, bagaimana dengan bulan-bulan biasanya?

[Tulisan Paling Banyak Dibaca lainya: Kesalahan Terbesar Cara Berfikir Sebagian Netizen yang Harus Anda Ubah]

Sebagai seorang muslim, tentunya sudah tahu bahwa dengan datangnya bulan puasa, merupakan sebuah bulan penuh berkah dan kebaikan. 

Di bulan puasa ini juga saya sangat ingat betul, sejak kecil seolah tertanamkan bahwa di bulan puasa adalah bulan dimana orang lebih mudah melakukan kebaikan.

Ini bisa terlihat misalnya saat puasa ada teman-teman lagi “ngrasani” [gosip], begitu saya ingatkan awas loh lagi puasa, maka yang tadinya teman-teman lagi “ngrasani”, bisa langsung diam.

Hal itu terjadi hanya saat bulan puasa, kalau lagi di hari-hari biasa [bukan bulan puasa], kalau diingeten, paling jawaban mereka “hallah” [sebuah ungkapan yang mengabaikan nasihat].

Saya juga jadi ingat betul, saat bulan puasa, orang tua saya dahulu menjadikan bulan ramadhan untuk lebih bersemangat menyerukan kebaikan kepada saya.

Misalnya suruh rajin sholat jamaah, ikut tadarus Al-Qur’an di Mushola, kalau diperintah orang tua jangan ngeyel, dan ajakan kebaikaan lain, yang memang saat puasa hampir tidak pernah berani melanggar apalagi mengabaikan nasihat orang tua tersebut.

Kalau ingat nasihat kebaikan-kebaikan orang tua dulu, rasanya saya jadi bersyukur sekali karena dijauhkan dari berbagai keburukan di bulan Ramadhan dan sehari-harinya.

Saya juga bersyukur tidak punya terlalu impian yang muluk-muluk dalam hidup, yang penting usaha, usaha, dan terus berusaha disertai do’a, soal hasil serahkan kepada sang pemberi rizqy yang halal dan berkah, itu lebih membahagiakan di hati dan untuk keluarga.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana isi hati para koruptor yang sampai bisa-bisanya berbuat korupsi.

Padahal mereka kalau kita lihat secara fisik, sudah kaya raya, banyak hartanya, tapi ternyata hati mereka sangat fakir dan miskin karena harta yang sudah mereka miliki masih belum bisa memuaskan mereka sehingga masih mencari ahrta bahkan dengan korupsi sekalipun.

Itu semua karena menurut saya mereka mengejar harta benda tapi tidak mengejar kebaikan.

Akibatnya, mereka mendapatkan harta dan kekayaan, tapi tidak mendapatkan kebaikan karena harta yang didapat dari cara yang haram.

Mudah-mudahan di bulan puasa ini kita bisa jadikan pelajaran dan awal untuk terus memulai kebaikan dan menjauhi berbagai keburukan. Termasuk dalam mencari rizqy, carilah dengan cara yang halal.

Saya juga ingin menyeru, bagi anda para koruptor yang belum ketahuan maupun yang sedang merencanakan korupsi, bertabatlah di bulan puasa ini. Demikian juga untuk para netizen yang masih juga menyebarkan kebencian dan permusuhan saling hujat sana-sini, hentikanlah karena itu sama sekali tiada guna selain hanya membawa keburukan untukmu.

Sebarkanlah kebaikan dan lakukanlah kebaikan selama Ramadhan dan bulan-bulan setelahnya.

Semoga kita selalu dijaga dan diberikan petunjuk serta kekuatan untuk bisa melakukan kebaikan dan menjauh berbagai perbuatan yang buruk.

Amiin


TAGS Puasa / Opini / Korupsi BPK / Sosial /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda