Agama: Dulu dan Sekarang!

26 May 2017 - 11:22 WIB

Terkadang saya suka mengabaikan pesan berantai melalui akun media sosial.

Namun kali ini, saya mendapatkan salah satu pesan berantai di salah satu group WhatsApp. 

Tadinya saya akan mengirimkan permohonan izin untuk saya share dan saya tulis ulang di blog saya ini. Namun di bagian akhir ternyata sudah diizinkan untuk menyebarluaskan sehingga saya sekalian sebarkan melalui blog saya ini.

Pesan berantai ini lebih kepada renungan dan sindirian untuk sebagian [tidak semuanya] bahwa terkadang kita sebagai manusia suka dibuat aneh dan bingung. 

Bingung karena terkadang atas nama agama, orang melakukan berbagai perilaku buruk, seperti bom bunuh diri, jihad, dll.

Padahal agama hadir, seharusnya untuk memperbaiki akhlaq manusia untuk semakin lebih baik lagi.

Dahulu agama Islam khususnya datang juga untuk itu, dimana saat zaman jahiliyah, bayi perempuan dibunuh, banyak orang berperilaku diluar nalar, dan perbuatan negatif lainya.

Begitu Islam hadir, yang tadinya berperilaku buruk menjadi baik. Begitu seterusnya. Itulah kenapa saat itu islam disebut sebagai rahmatallil’alamin [rahmat untuk seluruh alam].

Namun sayangnya, sekarang ini justru ada sebagian [tidak semuanya] yang justru atas nama agama mereka menunjukan sikap dan perbuatan yang buruk.

Demikianlah sebagian kecil gambaran dari pesan berantai di sosial media yang saya terima.

Saya juga berharap anda bisa ikut menyebarkanya, semoga bisa menyadarkan yang membacanya.

Judul pesan berantai tersebut berjudul “Agama: Dulu dan Sekarang”.

AGAMA: DULU DAN SEKARANG

Dulu agama menghancurkan berhala…

Kini agama jadi berhala…

Tak kenal Tuhannya…

Yang penting agamanya…

Dulu orang berhenti membunuh karena agama…

Sekarang orang saling membunuh karena agama…

Dulu orang saling mengasihi karena beragama…

Kini orang saling membenci karena beragama….

Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu…

Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu…

Lalu yg berubah apanya?

Manusia nya?

Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya…

Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja…

Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yg paling cerdas di antara orang2 lainnya ….

Sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama…

Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian…

Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, krn diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus…

Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan…

Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan2 agama…

Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan

Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.

Esensi beragama telah dilupakan…

Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama karena semua yg berbau agama telah didewa-dewakan, tak kan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan.

Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tau lagi mesti mengerjakan apa.

Agama kini diperTuhankan , sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.

Agama dulu memuja Tuhan…

Agama kini menghujat Tuhan…

Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang2 yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan…

Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh?

Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?

Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya.

Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya.

Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam2 dibalik gundukan ayat2 dan aturan agama.

Tetap saja, namanya juga tulisan manusia, maka setelah membaca pesan tersebut diatas bisa dipastikan akan ada perbedaan, itu semua karena perbedaan dalam berfikir dan menurut saya sih sudah menjadi hal yang biasa.


TAGS Religi / Sosial /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda