Saat Puasa, Menulislah yang Baik di Sosial Media Agar Bernilai Ibadah!

24 May 2017 - 11:01 WIB

[Baca juga tulisan sebelumnya: Film 212 The Power of Love: Film KONTROVERSI Tentang Aksi Bela Islam 212]

Bulan Puasa yang sebentar lagi datang, tentunya membawa kebahagiaan tersendiri untuk umat islam di penjuru dunia, termasuk muslim di Indonesia.

Beberapa hal yang paling saya ingat diantaranya saat puasa, adalah semua perilaku kita yang selama itu baik, bisa bernilai ibadah.

Bahkan yang sering kita dengar adalah pernyataan bahwa, “Tidurnya orang berpuasa itu juga bernilai ibadah”.

Memang pernyataan tersebut jangan kemudian diartikan bahwa saat puasa harus perbanyak tidur karena dianggap bernilai ibadah, namun hal tersebut harus diartikan dan difahami bahwa,

Jika tidur saja bernilai ibadah, apalagi jika melakukan kebaikan-kebaikan lain yang bukan tidur, tentu pahalanya bisa bernilai lebih.

Dan pesan saya, khususnya kepada diri saya pribadi, saat berpuasa, menulislah sesuatu yang baik-baik di sosial media, maka insyaAlloh itu bisa juga bernilai ibadah.

Jika anda tanya, kebaikan apa saja tulisan atau status sosial di media sosial yang bernilai ibadah, tentunya semua yang mengajak atau memberikan dampak positif untuk para pembaca di sosial media.

Contoh sederhananya misalnya mengajak netizen untuk berpuasa, rajin sholat berjamaah, rajin membaca Al-Qur’an, mengajak orang bersedekah, dan yang sejenisnya.

Cara lain yang bisa anda lakukan diantaranya bisa dnegan menyebarkan informasi-informasi yang positif dan menginspirasi, yang itu dipastikan memberikan manfaat [positif] bagi yang melihat atau membacanya.

Misalnya saja menyebarkan tulisan-tulisan inspirasi berjudul “Medina Zein, Pebisnis Cantik yang Ingin Umrahkan Semua Karyawan dan Dirikan Sekolah Gratis!”

Atau bisa juga memberikan kisah-kisah motivasi yang sejenisnya, yang itu memberikan dampak positif untuk pembaca di sosial media.

Cara tersebut dinilai jauh lebih baik daripada kita menyebarkan kebencian di sosial media, apalagi kalau sampai saling hina dan mencela, tentunya sudah pasti akan mendapatkan dosa.

Dengan kita menuliskan kebaikan, setidaknya kita bisa berharap, semoga selama puasa ramadhan, kita bisa lebih perbanyak kebaikan, walau hanya melalui tulisan di sosial media.

Khusus untuk anda yang punya blog, saya sarankan juga untuk bisa ikutan menulis saja di blogdetik, dimana saat ini sedang berlangsung peluang mendapatkan poin jika menulis tentang puasa, yang itu bisa ditukar dengan berbagai macam hadiah.

Tapi saya tekankan, menulislah yang itu tentang menyeru pada kebaikan, bukan menyebarkan keburukan.

Selamat menanti datangnya bulan puasa Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan!


TAGS Puasa / Ramadhan / Opini /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

Tulisan terkait yang banyak dibaca Pengunjung

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda