Surat Terbuka untuk Para Pendukung Ahok dan Anti Ahok!

15 May 2017 - 08:38 WIB

Di Indonesia, sejak pilpres 2014 yang lalu hingga sekarang, di sosial media selalu ribut dan gaduh hingga kemudian membawa pengaruh ke berbagai aspek. Mulai aspek politik, sosial, hukum, bahkan merambah ke isu sara, hingga rasisme.

Hal tersebut bisa terjadi karena isu-isu sara dan rasisme menjadi cara baru para politikus dan tim sukses yang memanfaatkan “kebodohan” masyarakat yang mudah diprovokasi dan diadu domba untuk meraih tercapainya kepentingan politik mereka.

Kondisi yang menurut saya terlalu membuat kita “miris”, dimana zaman semakin maju dan modern, tapi untuk urusan conflict di sosial media khususnya, justru terkesan menunjukan betapa mereka semakin “PRIMITIF” pola pikir dan nalar mereka!

Saya katakan demikian karena seharusnya harapan semua orang pastinya, semakin maju dan modern, seharusnya akal dan pemikiran orang harusnya semakin maju, tidak mudah diprovokasi, tidak mudah dibodohi, tidak mudah diperbudak oleh berbagai isu dan kepentingan yang dilakukan oleh oknum tertentu untuk mencapai tujuan mereka.

Namun faktanya, silahkan anda lihat di beranda sosial media anda, maka akan begitu mudah menemukan orang yang terlalu mudah dibodohi, diprovokasi, hingga akhirnya saling hina dan saling caci maki di sosial media.

Padahal diantara mereka yang saling caci maki, belum tentu ada yang kenal satu sama lain. Hanya dari modal baca berita, mereka dengan mudah langsung cela.

Kalau tim sukses yang saling ribut, setidaknya mereka melakukan itu karena mereka DAPAT UNTUNG dan kemungkinan besar dapat uang banyak karena sukses memprovokasi kita sehingga mau bergabung di salah satu kubu mereka, lah kalau anda dapat apa?

Apalagi yang bikin saya gregetan dan terpancing emosi, kalau bawa-bawa atas nama agama tapi saling cela dan saling hina. Atas nama agama, tapi saling merasa paling benar dan sombong dengan dirinya.

Jika anda punya hati yang bersih dan bawa-bawa atas nama agama, anda wajib ingat!!

IBLIS saja gara-gara sombong dan merasa paling benar, mereka diusir dari Surga!

[Baca juga: Tidak Semua Netizen Ingin Jadi Orang Baik!]

Agama itu harusnya mendinginkan dan mendamaikan suasana saat ada perseteruan dan konflik maupun perbedaan pendapat dan persepsi. 

Ini Hanya baru soal dua kubu Pro Ahok dan Anti AHok saja, kita sudah heboh secara Nasional, bahkan dunia internasional juga sampai ikut heboh.

Di Indonesia ada banyak suku, ras, etnis, agama, dan berbagai perbedaan lainya, kalau sampai ada yang memanfaatkan memecahbelah NKRI dengan berbagai perbedaan di negara kita, bisa hancur lebur negara kita.

Kondisi ini, suka atau tidak suka, menunjukan sebuah data dan fakta juga realita, betapa kita mudah sekali diadu-domba dan terprovokasi.

Yang membuat saya heran juga, kenapa media justru seolah “memanfaatkan” kondisi ini sehingga setiap hari mereka hanya memberitakan soal kubu pro Ahok dan Kontra AHok.

Karena itu diberitakan secara terus menerus, Akibatnya, yang di daerah di penjuru Indonesia ikut bereaksi dan “terpancing” untuk ikut ke dalam “konflik” yang menurutku sangat berlebihan tersebut.

Terkait hal ini sebenarnya saya sudah pernah membuat tulisan saat Hari Pers kemarin berjudul Hari Pers Nasional: Demi NKRI, Maukah Pers STOP Berita Kontroversi?“, namun toh tulisan hanyalah tulisan yang memang sama sekali tak bermakna.

Inilah kemudian, kenapa saya kemudian berani mengambil simpulan bahwa media memang lebih mementingkan “Bisnis” dan keuntungan atas konflik di negeri ini, daripada harus mengutamakan persatuan NKRI.

ilustrasiSaya berani bilang demikian karena kita pakai akal dan logika berfikir kita saja, jumlah pro Ahok dan kontra AHok, awalnya kan hanya di wilayah lokal saja [DKI Jakarta], namun karena isunya diberitakan terus menerus karena rating yang banyak, maka media begitu bersemangat untuk memberitakan kasus Ahok ini secara terus menerus. 

Akibatnya seperti yang anda lihat sekarang…

Padahal saya pastikan, kelompok yang pro dan kontra dengan AHok, jika dibandingkan dengan total penduduk di Indonesia, saya pikir tidak ada apa-apanya.

Namun kenapa media hanya terfokus memberitakan kasus yang hanya itu-itu saja?

Saya teramat sangat khawatir jika isu ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang memang ingin NKRI terbelah dan ribut terus, sungguh kita jadi makanan yang “empuk” untuk dibodohi, diprovokasi, yang itu hanya merugikan kita semua tanpa ada untungnya sama sekali!

[Baca juga: Zaman Penjajahan Indonesia Mudah diAdu-Domba: Kini, Jangan Lagi!]

Melalui tulisan ini saya sungguh berharap kepada media dan masyarakat pada umumnya, khususnya untuk yang Pro dan kontra dengan Ahok,

“DEMI NKRI, MAUKAH KALIAN BERDAMAI DAN MENGHENTIKAN KERIBUTAN INI YANG SAMA-SEKALI TIDAK MENGUNTUNGKAN NEGERI INI?!”

Terkait masalah hukum, biarlah semuanya berjalan sesuai dengan proses hukum yang berjalan tanpa ada lagi pengerahan massa ke jalan, dan membuat keributan di sosial media maupun di jalanan.

Untuk para pendukung Ahok dan Anti Ahok, jangan coba-coba memberikan ceramah sesuai versi anda, karena saya faham banget tentang jalan pemikiran anda yang selalu berfikir hanya dari sudut pandang yang menguntungkan VERSI anda masing-masing.

Diantara anda berdua, kesan yang saya tangkap hanyalah anda yang membuat kita jenuh dengan sikap buruk kalian yang anda sebarkan di sosial media maupun dlaam berbagai pemberitaan.

Kalian ingin cari simpati, tapi cara kalian justru mengajak saya untuk semakin membenci cara anda mendukung dan memusuhi Ahok.

Saya sungguh bena-benar muak tiap baca berita ujung-ujungnya soal pro Ahok dan anti Ahok.

Saya pikir media nasional mulai hari ini harus fokus memberitakan isu-isu yang itu memberikan manfaat dan pengetahuan untuk kemajuan bangsa Indonesia ini.

Ingatlah saat kita masih suka ribut soal pro Ahok dan Kontra Ahok, China sudah dan terus [sedang] memikirkan bagaimana mereka bisa kuasai perdagangan dunia.

Sedangkan kita, hanya soal bawang putih dan cabai juga menstabilkan produk pertanian saja masih kerepotan dan masih saja tetap import produk pertanian, padahal negeri kita MAYORITAS Penduduknya adalah petani!

[Baca juga: Memalukan! Negeri Para Petani Tapi Import Produk Pertanian dari Negara Industri!]

Melihat kondisi ini, apakah kita tidak malu?

Seharusnya isu-isu yang seperti itulah yang sewajibnya diangkat terus oleh media, agar negeri kita semakin maju, maju dan maju terus, yang itu bisa berujung pada kesejahteraan masyarakat Indonesia.


TAGS Politik / Sosial /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda