Organisasi Keagamaan Harus Sebarkan Kebaikan, Bukan Kebencian!

9 May 2017 - 11:15 WIB

Saat ini sedang ribut dan muncul kontroversi terkait dibubarkanya HTI yang dianggap bertentangan dengan Pancasila.

Seperti kita tahu, HTI merupakan salah satu organisasi yang dalam setiap kesempatan selalu menyeru dan menginginkan ditegakanya Khilafah.

Perlu anda tahu, Khilafah sebagaimana saya kutip langsung dari website resmi HTI dijelaskan sebagai berikut,

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi.”.

Dari sini saja sudah jelas bahwa tujuan HTI memang ingin menerapkan hukum islam di Indonesia.

[BACA JUGA: Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Hargai Keputusan Hakim, Jangan Berdebat!]

Bahkan anda bisa membaca tulisan-tulisan di website HTI yang banyak menegaskan akan visi misinya tersebut, termasuk dalam tulisan berjudul “Metode Sahih Menegakkan Khilafah“.

Dalam tulisan tersebut pada poin 4 dan 5 disebutkan dengan sangat jelas terkait dengan salah satu metode terkait dengan “Metode Sahih Menegakkan Khilafah” yaitu dengan cara “People Power dan Kudeta”.

Namun sampai disini, saya tidak ingin membahas lebih jauh tentang itu, karena sebagaimana judul diatas, tulisan ini hanya ingin mengajak dan fokus supaya, apapun organisasi anda, apalagi yang berbau keagamaan, mohon untuk FOKUS pada MENYEBARKAN KEBAIKAN dan PERDAMAIAN.

Bukankah semua agama sudah sewajibnya melakukan itu?

Saya bukan ingin memuji organisasi Muhammadiyah dan NU. Namun saya ingin menyampaikan SEBUAH FAKTA, jika dahulu saat negeri ini organiasi keagamaan khususnya Islam hanya didominasi oleh dua organisasi tersebut [NU dan Muhammadiyah], negeri ini begitu aman dan damai, dan jauh dari kisruh dan ekributan yang berbau sara.

Keributan saat itu paling hanya soal penetapan awal ramadhan dan awal 1 syawal, diluar itu paling soal perbedaan bacaan Qunut dalam sholat shubuh, tahlilan, yasinan, dan hanya itu-itu saja, yang semuanya sama sekali tidak menimbulkan konflict besar.

Namun sekarang, saya jujur saja benar-benar sangat prihatin dan merasakan, betapa negeri ini sudah begitu kacau.

Saya tidak habis fikir, bagaimana kita begitu mudah, mereka atas nama agama, tidak sedikit yang justru tiada henti-hentinya mengobarkan kebencian dan permusuhan hanya soal perbedaan pendapat.

Bahkan tidak jarang yang hanya beda pilihan politik atau beda pilihan pendapat tapi dengan mudah menghujat, menghina, bahkan mengkafirkan sesama muslim seagama.

Bukankah setahu saya, tokoh-tokoh agama sudah sewajibnya memberikan nasihat dan mengajak orang yang sedang bermusuhan atau sedang berseteru UNTUK DIDAMAIKAN?

Tapi apa yang kita lihat hari ini?

Saat kita yang tadinya adem, ayem, tenang, dan selalu bisa hidup dalam berbagai perbedaan ras, suku, dan agama dengan damai dan saling hormat menghormati, sekarang begitu mudahnya kita saling hujat dan mencela bahkan memprovokasi umat untuk saling hujat dan menyebarkan kebencian.

Atas nama agama tapi kobarkan KEBENCIAN…

Atas nama agama tapi ajak orang Bermusuhan….

Atas nama agama tapi ajak orang Menghujat….

Atas nama agama tapi ajak MENGHINA orang….

Atas nama agama tapi ajak orang MARAH-MARAH….

Atas nama agama tapi ajak orang menghina negara…

Atas nama agama tapi ajak MEMBENCI orang yang tidak sejalan dengan kita…

Atas nama agama tapi menunjukan SIFAT KESOMBONGAN….

Atas nama agama tapi kalian MERENDAHKAN orang lain….

Atas nama agama tapi menjadikan hati dan HIDUP anda menyimpan Sifat DENDAM..

Bukankah sifat-sifat itu sangat berjauhan dengan perintah agama?

Disini saya tidak ingin berfikir terlalu rumit dan dirumitkan oleh berbagai kepentingan. Saya hanya ingin mengingat akan perintah agama yang saya imani yaitu Islam.

Dimana dalam Agama Islam yang SAYA IMANI, PASTI selalu perintahkan kita untuk jadi orang PEMAAF, SOPAN, SANTUN, BERKAHLAQ MULIA, PENYABAR, RENDAH HATI, BERKATA SANTUN, MENGHORMATI SEMUA MAKHLUQ, TIDAK BOLEH SOMBONG, JANGAN JADI PEMARAH, Bahkan Agama juga mengatur dan bersikap ADIL terhadap mereka yang berbuat SALAH, dan berbagai perintah kebaikan lainya.

Saya berharap, kepada para tokoh agama, ayo kembalilah untuk sebarkan kebaikan dan ketenangan dalam masyarakat, kalaupun ada masalah yang itu terkait hukum, serahkanlah kepada para penegak hukum.

[BACA JUGA: Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Hargai Keputusan Hakim, Jangan Berdebat!]

Semoga para penyebar kebencian diberikan petunjuk untuk kembali menyebarkan kebaikan, bukan kebencian dan permusuhan di Indonesia. 

Amiiin


TAGS Religi / Sosial / Politik / Hukum /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

Tulisan terkait yang banyak dibaca Pengunjung

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda