Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Hargai Keputusan Hakim, Jangan Berdebat!

9 May 2017 - 11:57 WIB

Ketok Palu Hakim sudah diputuskan untuk memberikan vonis kepada Ahok dengan hukuman 2 tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama,” kata hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto membacakan amar putusan dalam sidang Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017) [sumber: detik.com].

Dengan vonis tersebut, saya menagih janji kedua belah pihak [yang pro dan kontra Ahok] yang katanya kemarin mengajak untuk menerima dan menghargai keputusan hakim.

Sebagaimana yang sudah saya sebutkan dalam tulisan saya sebelumnya “Dilema Keputusan Vonis Hakim dalam Kasus Ahok“ dimana keputusan hakim ini bisa dipastikan menjadi dilema. 

Dilema karena jika vonis rugikan Ahok, maka dianggap ketidakadilan untuk Ahok, demikian juga sebaliknya.

Namun menurt saya, jika memang kita masih percaya dengan hukum di Indonesia dan masih menghargai keputusan hakim, maka sudah saatnya kita harus menerima keputusan hakim tersebut.

Bahkan sebelumnya Ahok sendiri juga menyatakan untuk menerima apapun keputusan hakim [pengadilan]. 

Terkait dalam kontroversi ini ada yang bilang dan dikaitkan dengan politik dan yang lain, saya kembalikan kepada pribadi masing-masing.

Namun dalam hal hukum, maka semua pihak memang harus menghormati dan menerima atas keputusan hakim tersebut.

Kalaupun dari pihak Ahok merasa keberatan, silahkan bisa melakukan proses selanjutnya yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Saya juga berharap, atas vonis hakim ini, masyarakat bisa menghentikan berbagai keributan selama ini.

gambar: detik.comJujur saja saya MUAK banget dengan berbagai keributan dan kekisruhan terkait dengan banyaknya keributan di sosial media yang “NYAMPAH” di beranda sosial media saya, ataupun di berbagai pemberitaan lainya.

Saya merindukan keadaan dimana masyarakat Indonesia yang damai, aman, dan sejuk, serta berisi orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan justru berlomba-lomba untuk merasa BENAR, akan tetapi justru melakukan berbagai keburukan.

Buat masyarakat pada umumnya, yuk kita kembali beraktivitas dengan aktivitas yang normal saja. Khususnya di sosial media, mohon jangan ikuti berbagai tulisan-tulisan yang berbau provokasi.

Yakinlah, itu tidak akan membuat ahti anda apalagi hidup anda semakin lebih baik. Yang ada justru hanya memancing anda untuk jadi orang yang PEMARAH, Mudah menghina orang lain, dan berbagai sifat buruk lainya.

Lebih baik hentikan perdebatan, mari fokus jadikan sosial media untuk sebarkan kebaikan dan perdamaian, itu akan lebih menyejukan hati kita dan membuat ketenangan dalam jiwa kita.

Salam damai penuh persaudaraan! :-)


TAGS Hukum /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda