Kapan Anda Liburan ke Perpustakaan?

28 Apr 2017 - 11:22 WIB

Sebentar lagi memasuki libur panjang, yang itu sudah pasti sangat dekat dengan yang namanya liburan.

Namun tidak semua tahu bahwa sebenarnya perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat tujuan wisata loh…

Saya tidak begitu menyalahkan warga jika ternyata mereka belum tahu jika salah satu FUNGSI PERPUSTAKAAN adalah berfungsi sebagai TEMPAT WISATA [Rekreasi].

Jika anda tidak percaya dengan saya, silahkan anda baca Undang-Undang No 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, pada Bab I pasal I, disebutkan bahwa,

“Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.”

Namun saya yakin diantara anda mungkin baru kali ini mendengar, jika fungsi perpustakaan salah satunya ternyata memang sebagai tempat wisata.

Hal ini bukan sepenuhnya kesalahan masyarakat.

Karena saya sendiri sebagai pegiat literasi, jujur saja masih sangat malas datang ke perpustakaan, apalagi menjadikan perpustakaan sebagai tujuan wisata sebagaimana fungsinya, sungguh masih jauh dari impian tersebut.

Hal tersebut dikarenakan memang menurut saya, Perpustakaan di Indonesia hampir rata-rata [kebanyakan] dibangun dan didirikan tidak untuk tujuan sebagai lokasi wisata.

Fakta tersebut bisa kita lihat bahwa faktanya, jarang sekali perpustakaan di Indonesia yang menyediakan fasilitas yang sesuai dan cocok untuk dijadikan lokasi wisata.

Jika kita mendengar kata wisata, maka yang terbersit dalam pikiran kita pasti pergi ke suatu tempat yang membuat kita nyaman, rileks, santay, dan menikmati berbagai fasilitas yang membuat kita betah di lokasi wisata tersebut.

Lantas bagaimana dengan kondisi dan fasilitas yang ada di perpustakaan kita? Hampir tidak ada perpustakaan yang menyediakan untuk itu semua.

Hal ini terjadi karena perpustakaan di Indonesia dibangun hanya mengedepankan Fungsi lainya yaitu hanya sekedar fungsi pendidikan, penelitian, pelestarian, dan informasi, sedangkan fungsi sebagai tujuan wisata tidak [belum] pernah digarap.

Kondisi berbeda jika kita menengok perpustakaan-perpustakaan di luar negeri, khususnya di perpustakaan umum di kota-kota, hampir semuanya dibangun dengan memperhatikan fungsi perpustakaan sebagai tujuan wisata.

Inilah kemegahan dan kenyamanan Perpustakaan di Kota Stutgart Jerman yang selalu jadi tujuan wisata warganya - gambar: duniaperpustakaan.com

Alhasil, perpustakaan-perpustakaan di negara-negara maju selalu melihat dan menampung fungsi perpustakaan sebagai tujuan wisata. Akibatnya, otomatis menjadikan perpustakaan tidak hanya sebatas tempat belajar, namun juga benar-benar sebagai tempat berwisata dengan keluarga.

Orang-orang ini sedang bermain minigolf di salah satu perpustakaan di luar negeri, jadi perpustakaan benar-benar berfungsi juga sebagai tempat liburan yang mengasyikan. - gambar: duniaperpustakaan.com

Jadi, jangan heran jika di negara maju, mereka datang ke perpustakaan bukan untuk sekedar memabaca buku saja, melainkan mungkin bermain mini golf, menontotn film, menyaksikan teater, atraksi budaya, dan aktifitas lain yang memang disediakan oleh perpustakaan tersebut.

Inilah Perpustakaan di Kota Seinäjoki Finlandia yang selalu jadi tempat favorit keluarga berkumpul dan liburan disini - gambar: duniaperpustakaan.com

Dengan cara seperti itulah, maka di negara-negara maju, ketika mendengar nama perpustakaan benar-benar sebuah tempat yang sangat menyenangkan.

Kalau di Indonesia mungkin akan ditertawakan, “perpustakaan kok malah untuk berwisata, kalau mau berwisata, itu ya ke pantai, ke luar negeri, ke goa, ke danau, dll”

Agar fungsi perpustakaan sebagai tujuan wisata di Indonesia bisa berfungsi dengan baik, maka yang harus dilakukan adalah, membangun perpustakaan-perpustakaan berkualitas terbaik di setiap daerah dengan menyediakan berbagai fasilitas yang itu bisa memanjakan masyarakat untuk berwisata ke perpustakaan.

Singkatnya, perpustakaan harus berbenah dan “MEMANTASKAN DIRI” mereka bahwa perpustakaan di Indonesia memang LAYAK untuk dijadikan lokasi wisata bagi masyarakat.

Jika perpustakaan bisa menjadi tujuan wisata masyarakat, atau bisa dikatakan pengunjung perpustakaanya ramai, maka tinggal tugas pustakawanlah yang sewajibnya mempromosikan dan merayu masyarakat agar masyarakatnya suka membaca.

Ingatlah bahwa rangking budaya baca orang Indonesia masih berada di urutan 60 dari 61 negara versi UNESCO. Namun yang mencengangkan, orang Indonesia dikenal paling cerwet di dunia.

Jadi jangan heran, sudah minat baca rendah, tapi cerewet banget!

Maka solusi akan kondisi tersebut memang harus meningkatkan budyaa baca, dan salah satu cara tersebut adlaah dengan cara menyediakan fasilitas perpustakaan yang layak dijadikan tujuan wisata, sehingga ke depan masyarakat kita semakin dekat dengan perpustakaan, dan jika sudah sering ke eprpustakaan, diharapkan jadi minat bacanya lebih tinggi.

Semoga!

 

 

 

 


TAGS Pendidikan / LIFESTYLE /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda