72 Tahun Merdeka! 2500 Desa Belum Ada Listrik, 80% Ada di Papua!

13 Apr 2017 - 09:59 WIB

Saya ingin bertanya kepada anda yang sedang membaca tulisan saya ini,

“Jika selama 72 tahun Indonesia merdeka, tapi anda belum bisa menikmati fasilitas Listrik, apa yang akan anda rasakan?”

Anda tidak perlu menjawab, karena jika anda bisa membaca tulisan saya ini, itu artinya anda orang yang sudah beruntung karena tidak hanya sudah menikmati fasilitas listrik, melainkan anda juga sudah bisa menikmati internet dan berbagai teknologi lain yang semuanya serba menggunakan listrik.

Apalagi saya juga tahu, jangankan kok belum merasakan listrik selama 72 tahun, hanya mati lampu hitungan menit [jam] saja, kita sudah langsung marah-marah ke PLN yang inilah, itulah, dll.

Tidak hanya itu saja, terkadang saat subsidi listrik dikurangi sedikit saja, yang itu tujuanya supaya bisa listrik menyebar ke penjuru negeri, kita tetap saja masih mengeluh dan suka marah-marah.

Jujur saja, saya dahulu juga pernah berfikir seperti itu, bahkan dulu, setiap mati lampu, saya langsung telpon PLN dan marah-marah kenapa sering mati lampu [padahal paling mati lampunya 3 bulan sekali].

Namun saya berubah begitu saya dan lembaga saya saat itu mengkampanyekan budaya baca di wilayah Palmatak dan Siantan Kepuluan Anambas yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Saat pertama menginjakan kaki di palmatak, saat itu siang hari, saya dari Bandara Halim lupa HP saya tidak aku cas, akhirnya saya berfikir, nanti saja saya ccas saat sampai di Palmatak.

Saat saya sampai dan mau numpang ngecas HP di rumah warga, mereka seolah sinis melihat saya dan kemudian bilang,

“Maaf mas, disini listrik hanya nyala dari jam 5 sore sampai jam 7 pagi saja, kalau siang listrik mati”.

Saat itu saya benar-benar agak kaget dan berfikir, bisakah saya bertahan disitu untuk waktu 3 bulan?

Sejak saat itu, saya baru tersadarkan, betapa selama ini hidup di pulau Jawa begitu enak dan dimanjakan dengan yang namanya listrik.

Sejak saat itupula saya langsung teringat semua perilaku borosku dalam penggunaan listrik, mulai dari nyalakan TV yang hampir tidak pernah mati [walau tidak tertonton], lupa mematikan lampu saat waktu sudah siang, dan teringat juga saat marahin petugas PLN saat mati lampu wlaupun hanya sebentar.

Dan sekarang, barusaja saya membaca tulisan di detikFinance berjudul “Mengupas Strategi Pemerintah Terangi Pedalaman Papua”, rasanya saya sangat terharu dan tersentuh sekali [Terserah jika klian anggap saya terlalu Baper, memang itu yang aku rasakan!]

Dari tulisan tersebut saya baru tahu jika ternyata berdasarkan data dari pihak Kementerian ESDM, ternyata di Indonesia masih ada 2.500 desa yang belum berlistrik sama sekali. Yang lebih memilukan lagi, ternyata sebanyak 80% dari 2.500 desa yang belum ada listrik itu ada di Papua!. 

Melihat fakta ini saya jadi teringat masa kecil saya yang juga pernah hidup tanpa listrik selama bertahun-tahun, rasanya pasti jauh menderita daripada saat sudah ada listrik.

Beberapa desa kini sudah bisa menikmati listrik... - gambar: detikFinance

Namun setidaknya, saya ikut bangga jika mendengar kabar jika pemerintah sudah membuat program kongkrit untuk menerangi papua secara bertahap dan itu sudah [sedang] terus dilakukan.

Saya berharap, dengan melihat data ini, pemerintah pusat bersama DPR dan seluruh BUMN dan pihak-pihak terkait benar-benar wajib menggunakan anggaran negara yang dikumpulkan dari uang rakyat, agar supaya digunakan untuk bisa dinikmati seluruh rakyat di penjuru negeri.

Melalui tulisan ini saya juga mengajak kepada siapapun anda yang sudah terlanjur membaca tulisan saya hingga kalimat ini,

Marilah kita terbiasa untuk hidup berhemat dalam penggunaan listrik. Bukan hanya untuk supaya kita lebih irit dan tidak boros, tapi setidaknya kita punya rasa empati, dimana saat kita berasyik ria dan boros dalam penggunaan listrik, ingatlah bahwa walaupun 72 Tahun kita Merdeka! ternyata di pelosok negeri kita di 2.500 Desa Belum Ada Listrik, dan 80% Ada di Papua!

Ingatlah, mereka adalah saudara kita sebangsa dan setanah air yang memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas yang ada di negara kita. Tidak hanya karena kita sebangsa dan setanah air saja, tapi kita harus sadar bahwa kita sama-sama manusia!


TAGS Sosial / Finance /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda