Adakah Pemilih Pindah Pilihan Gara-gara Nonton Debat?

12 Apr 2017 - 12:41 WIB

Nanti malam akan digelar acara Debat putaran kedua pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Tujuan diadakanya debat pasangan masing-masing calon tersebut diantaranya supaya masyarakat DKI jakarta yang akan memilih bisa tahu dan lebih faham tentang visi dan misi serta program dari masing-masing pasangan calon.

Namun pertanyaan saya, Apakah mungkin ada pemilih yang kemudian tiba-tiba berbalik memilih calon pasangan lain hanya setelah menyaksikan acara debat?

Saya yakin kalau yang ditanya para fanatikan dan pendukung masing-masing calon, mereka mungkin akan menjawab iya, ada, itu saya!

Misalnya pendukung Ahok, mungkin dia jika ditanya seperti itu, mereka akan menjawab, “iya, saya dahulu pilih Anies-Sandi, setelah melihat debat mereka, saya jadi lebih yakin memilih Ahok-Djarot karena bla bla bla….”

Demikian juga sebaliknya, jika yang saya tanya pendukung Anies Sandi, mungkin mereka akan bilang hal yang sama begini, “Saya dulu penggemarnya Ahok dan dukung Ahok, begitu lihat debat mereka berdua, saya jadi lebih baik memilih Anies karena penampilan debatnya keren dan visi misinya keren banget daripada punya Ahok”.

Analisa tersebut saya posisikan jika saya adalah seorang fanatikan atau pendukung setia diantara masing-masing calon tersebut, yang ingin sebisa mungkin mencari perhatian agar orang lain bisa memilih sesuai dengan pilihan saya.

Namun jika saya kemudian saya menanyakan dan melihat fakta atas diri saya dan juga beberapa pemilih yang saya kenal, hampir tidak pernah saya temukan orang yang misalnya pertama sudah pilih pasangan X, dan kemudian begitu menonton debat dia berubah memilih Y.

Setahu saya, justru mau seheboh dan seterjepit apapun calon pilihan kita saat di debat, tetap saja akan mati-matian melindungi calon pilihan kita agar tidak terkesan kalah saat debat.

Misalnya jika calon pilihan si X dalam debat seolah terpojok karena tidak punya program yang jelas dan kongkrit, maka jika kita pendukung si calon X, maka kita pasti akan berkelit dengan menyatakan jika program dan visi misi calon X tetap kongkrit dan bisa diterima, dan pasti akan beranggapan dan menuduh jika program calon “Y” yang buruk dan tidak jelas.

Begitu juga sebaliknya, jika calon pilihan si Y dalam debat seolah terpojok karena tidak punya program yang jelas dan kongkrit, maka jika kita pendukung si calon Y, maka kita pasti akan berkelit dengan menyatakan jika program dan visi misi calon Y tetap kongkrit dan bisa diterima, dan pasti akan beranggapan dan menuduh jika program calon “X” yang buruk dan tidak jelas.

Apalagi kalau kita melihat sifat orang-orang Indonesia yang punya rasa gengsi “GEDE” banget, rasanya tidak mungkin jika misalnya seseorang yang tadinya memilih calon “X”, kemudian hanya gara-gara lihat debat, kemudian dia akan pindah memilih calon “Y”, demikian juga sebaliknya.

Anda pasti masih ingat kan saat pilpres dahulu?

Hingga sekarang, mereka yang dulu membenci Jokowi, tetap saja akan terus menjelek-jelekan Jokowi, mau sebaik dan sebanyak apapun program-program dan kinerjanya yang sudah dilakukan untuk Indonesia, Demikian juga sebaliknya.

Kalaupun ada, biasanya jumlahnya pasti minoritas, dan itupun biasanya jika orang tersebut mendapatkan “KEUNTUNGAN” atas perubahan sikap terhadap pilihan sebelumnya.

Jadi menurut saya, acara debat ini bukanlah media untuk menjadikan orang agar memilih calon yang terbaik berdasarkan hasil debat, melainkan justru hanya sebagai “hiburan” dan menunggu bahwa calon pilihan mereka adalah yang terbaik dan tampil dengan tidak memalukan saat berdebat.

Selebihnya, kalaupun pasangan calon pilihan terlihat kalah dan terpojok saat debat, mereka tidak mungkin memilih calon lain dan justru dengan kondisi “calon mereka terpojok saat debat”, mereka akan “DENDAM” dengan menyatakan, LIHAT SAJA NANTI, MEREKA PASTI KALAH karena sudah mempermalukan calon pilihan saya debat berlangsung!

Anda boleh setuju dengan analisa saya, tapi boleh juga tidak, itu hak anda.

Ira Koesno Curi Perhatian di Debat Perdana, Bagaimana Malam ini? - gambar: detik.com

Namun menurut saya, penampilan Ira Koesno akan lebih menarik dinanti Netizen daripada melihat isi debat! hehe…


TAGS Politik /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.