Imbang Lawan Persija, Semakin Kecewa dengan Pelatih dan Timnas U-22

6 Apr 2017 - 14:54 WIB

Saat laga melawan Myanmar beberapa waktu lalu, Timnas U-22 mengalami kekalahan telak 3-1 atas Myanmar, saat itu netizen merasa kecewa dengan pemain dan juga pelatih.

Dan barusaja, saat Timnas harus puas dengan ditahan imbang Persija 0-0, tentunya saya sendiri ikut kecewa dengan kepemimpinan Luis Milla dan para pemain timnas U-22.

Apalagi sebagaimana kita tahu, kwalitas dan performa Persija di berbagai ajang kompetisi bisa dikatakan jauh dari kata baik.

Logikanya, jika melawan tim yang sedang dalam kondisi kurang baik saja tidak mampu hasilkan gol, bagaimana jika harus melawan tim yang lebih baik dari Persija?

Saya bilang begini bukan karena saya benci timnas U-22, justru saya bilang begini karena saya peduli dan punya harapan besar atas kemajuan timnas U-22.

Awalnya saya ikut senang dan bangga saat PSSI akhirnya mendatangkan pelatih ternama sekelas Luis Milla untuk melatih timnas Garuda. Apalagi saat itu media begitu mengagung-agungkan Luis Milla, lengkap dengan pujian pengalaman Milla.

Bahkan saat mendengar pemberian gaji untuk Luis Milla hingga tiga kali lipat dari gaji Riedl, awalnya saya tidak mempermasalahkan karena wajar ketika melihat kwalitas dan pengalaman Luis Milla.

Hingga saat melawan Myanmar yang kalah 3-1, saya kecewa memang, mungkin Luis Milla dan para pemain butuh adaptasi dan penyesuaian, dan akhirnya berharap saat melawan Persija, saya bisa melihat perkembangan dan perubahan yang baik untuk timnas garuda.

Namun akhirnya, dengan hasil 0-0 tentunya saya sangat kecewa dengan pelatih Luis Milla dan juga pemain timnas U-22.

Kekecewaan tersebut tentu bukan tanpa alasan, melainkan karena kita tahu bahwa biaya untuk mendatangkan Luis Milla melatih Timnas Garuda tidaklah murah.

Sebagaimana kita sudah tahu, gaji Luis Milla disebut-sebut mencapai tiga kalilipat dari gaji Riedl. Dengan adanya pemberian gaji besar untuk Luis Milla tersebut, tentunya publik memiliki harapan yang besar tiga kalilipat kepada Luis Milla, sebesar gaji yang Luis Milla terima.

Jika Luis Milla sudah mendapatkan HAK gaji yang tinggi yang sudah diterima oleh Luis Milla, maka wajar saja saat melakukan KEWAJIBANYA sebagai pelatih tidak memberikan hasil memuaskan, maka saya dan juga publik memberikan suara kekecewaan terhadap Luis Milla.

Jangankan kok sudah diberikan gaji yang tinggi, saya pikir semua sepakat jika melihat tim yang dibela kalah, apapun alasanya, tetap saja pasti akan dapatkan kritik dan kecaman. Apalagi sudah diberikan gaji tinggi dengan berlipat-lipat dari pelatih sebelumnya, tapi kemudian kalah, otomatis ktitiknya jauh lebih “kejam”.

Namun saya sadar, bagaimanapun saya dan para pendukung timnas Garuda kecewa atas buruknya penampilan timnas, saya tetap harus bangga dan memberikan dukungan kepada timnas Garuda agar bisa bangkit dan terus perbaiki lagi.

Namun terkadang jujur saja saya jadi ragu dengan pelatih timnas Luis Milla yang sepertinya kalau baca komentarnya di beberapa pemberitaan, yang saya tangkap kok si Luis Milla begitu santai dan biasa-biasa saja menanggapi atas buruknya penampilan timnas U-22?

Coba anda lihat komentarnya saat timnas hanya puas ditahan imbang oleh persija dengan skor 0-0, Luis Milla justru malah berkomentar dan menilai, “Timnas Tampil Baik, Kalau Jelek Sudah Kalah 0-5″.

Menurut saya ini kurang pas untuk seorang pelatih Luis Milla, masa sih begitu komentar dan tanggapanya?

Apakah itu artinya memang target Luis Milla memang hanya “yang penting jangan sampai kalah dari Persija”, itu saja?

Namun entahlah, satu-satunya hal yang masih membuat saya tenang, semua pertandingan tersebut hanya masih sebatas ujicoba. 

Saya berharap saat laga-laga penting, Luis Milla dan pemain Timnas Garuda tidak boleh bermain asal-asalan saja. Karena jika kalian tidak terus lakukan perbaikan, bersiap-siaplah dikecam.


TAGS Sepakbola / Timnas VS Persija /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda