Pengalamanku Ikut Pramuka saat SMA, Banyak Buruknya!

27 Mar 2017 - 10:08 WIB

Saya ikut heran kalau terkait dengan masih adanya kasus perpeloncohan di ranah dunia pendidikan.

Seperti yang baru-baru ini ramai beredar adalah adanya gambar yang menunjukan adik-adik pramuka yang disuruh makan dengan makanan diletakan di tanah tanpa piring dan alat makan.

Kegiatan itu menurut saya teramatsangat tidak mendidik dan tidak menunjukan sikap dari Pramuka itu sendiri, Praja Muda Karana!.

Akan adanya kasus ini, saya jadi ingin berbagi pengalaman saya saat aktif di dalam kegiatan Pramuka saat SMA dulu.

Perlu anda tahu, saya dan beebrapa teman saya yang ikut pramuka dulu, ikut dalam kegiatan pramuka itu karena dasarnya bukan akrena saya ingin, melainkan karena TERPAKSA, atau lebih tepatnya DIPAKSA.

Dikatakan terpaksa karena saya sama sekali tidak suka kegiatanya, disebut dipaksa karena jika tidak ikut kegiatan pramuka, maka di setiap hari senin sore dipanggil dan diberikan hukuman jika tidak mengikuti kegiatan pramuka.

Kegiatan-kegiatan pramuka yang saat itu saya terima yang kuingat hanya lebih menonjolkan kegitan baris-berbaris, melatih korsa, dan sebuah ingatan dikepala saya yang hingga detik ini tidak aku lupakana dalah, “SALAH SEDIKIT DIBENTAK DAN DIHUKUM”!

Bahkan saya ingat betul dahulu saat katanya dilatih jiwa korsa, saya dan tean-teman saya disuruh makan permen satu permen kemudian untuk dinikmati besama-sama secara bergantian.

Namun untungnya, saat itu saya TEGAS melawan.

Saat itu katanya kakak pembina mau mengajarkan soal korsa dan kesetiakwanan, lalu dikeluarkanlah satu permen yang masih dibungkus.

Kemudian oleh si kakak pembina tersebut permenya dibuka dan dimasukan ke mulut kakak pembina.

Setelah itu saya kaget karena oleh si kakak pembina tersebut kita disuruh berurutan menikmati permen tersebut, alasanya untuk melatih jiwa korsa dan kebersamaan tim.

Saat itu saya langsung protes dan tidak mau.

Menurut saya itu bukan korsa, kalaupun harus korsa dan saya turuti, seharusnya si kak pembina tadi juga bersedia mau menikmati permen sisa dari saya atau kelompok saya yang lain.

Tapi saat saya protes, dia cuma bilang, mau nurut perintah atau tidak! [dengan nada membentak], kalau tidak mau saya dihukum, akhirnya saya pilih dihukum untuk lari dan pushup.

Saya berani protes karena logikanya, kalau memang korsa, dia harusnya berani makan permen sisa kita, tapi lucunya, dia sendirian nyobain pertama permen yang masih steril, baru kemudian disuruh kita yang bergantian.

Singkatnya, hanya kesan-kesan buruk seperti itulah yang membekas dalam ingatan saya.

Saya berharap Pramuka hari ini akan berlipat jauh lebih baik daripada saat pengalaman saya dahulu saat mengikuti pramuka.

Apalagi kalau baca visi misi dari pramuka sangatlah baik. Tapi sebagaimana kebioasaan kita, hanya baik ditulisan dan aturan, tapi dalam pelaksanaanya sangatlah buruk dan jauh dari kata baik.

Semoga pramuka di Indonesia benar-benar terus berbenah dan diawasi kegiatanya. Jangan menunggu korban baru kita heboh dan peduli.

Perbaiki Pramuka mulai sekarang juga!


TAGS Pramuka / Pendidikan /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda