Bagaimana Jera Jika Artis Terjerat Narkoba Tetap Dipuja di Layar Kaca?

27 Mar 2017 - 08:38 WIB

Bagaimana Mungkin Bisa Jera? Jika Artis yang Terjerat Narkoba Dihukum Ringan dan Tetap Dipuja di Layar Kaca?

Munculnya kasus Ridho Rhoma yang terjerat narkoba baru-baru ini membuat kita heboh dan kaget. Apalagi kalau membaca pembelaan pengacara yang katanya si Ridho Rhoma itu anaknya baik, alim dan rajin ibadah.

Padahal kalau saya sendiri sama sekali tidak terkejut dan kaget. Apalagi saya justru berani memastikan, selama penegakan hukum kasus narkoba di kalangan artis sangat ringan, maka tidak ada alasan untuk para artis kapok dan jera berurusan dengan narkoba.

Saya sudah beberapa kali menuliskan terkait dengan adanya kasus Narkoba yang menjerat kalangan artis.

Bahkan di salah satu tulisan saya pernah membuat tulisan berjudul “Cepat atau Lambat Artis Pengguna Narkoba Bisa Tertangkap!”.

Dalam tulisan tersebut saya berani bilang seperti itu karena saya melihat dari beberapa fakta.

Beberapa fakta yang mudah kita temui adalah adanya artis-artis yang pernah terjerat narkoba justru tetap masih laku dan laris manis di layar kaca.

Saat si artis tertangkap, biasanya selalu pasal yang digunakan adalah pasal yang memposisikan si artis tersebut adalah “korban”, sehingga sanksinya bukan sanksi penjara melainkan “rehabilitasi”.

Nanti kalau sudah dilakukan rehabilitasi, maka si artis akan diundang atau diwawancarai wartawan tentang kisah perjalanan hidupnya sampai bisa terjerat ke dunia hitam narkoba.

Seperti biasanya, orang kalau sudah masuk televisi apalagi artis, kesan yang ditayangkan pasti biasanya seolah-olah si artis yang terjerat narkoba tersebut adalah korban yang perlu dikasihani.

Nantinya kemudian kalau sudah sering diwawancarai dan sering muncul di televisi dan pemberitaan onlne lainya, maka biasanya akan banyak tawaran job.

Disinilah kemudian yang menurut pendapat saya, jika pelaku konsumsi narkoba di kalangan artis hanya akan dihukum dengan jeratan rehabilitasi, ditambah lagi tidak pernah menerima sanksi sosial saat terjerat narkoba, apalagi justru malah semakin laris manis muncul di layar kaca, logikanya, Bagaimana mungkin para artis lain akan JERA berurusan dengan narkoba?

Namanya artis itu yang paling ditakutkan biasanya [kebanyakan] kalau mereka tidak punya job dan tidak exist di layar kaca.

Kalau misalnya dengan terjerat kasus narkoba kemudian namanya justru makin terkenal dan sering muncul di layar kaca dengan menerima bayaran tinggi di setiap wawancara, bagaimana mungkin kita berharap para artis akan jera dengan dunia narkoba?

ilustrasi: detik.comKalau menurut saya, penyelesaian kasus narkoba yang menjerat para artis, pejabat, dan yang sejenisnya, saya pikir mereka harus dihukum sebagaimana bandar narkoba.

Kenapa?

Logika sederhananya begini,

Artis itu kan orang dewasa, bukan orang bodoh pula, kalau mereka sampai bisa konsumsi narkoba, itu artinya mereka kenal dengan bandar [penjual dong]?

Kalau mereka kenal para bandar narkoba? Logikanya, mereka sama saja MENDUKUNG keberadaan para bandar narkoba?

Bukankah seharusnya mereka para artis yang sampai TAHU apalagi kenal para penjual narkoba [bandar], bukankah KEWAJIBAN mereka seharusnya MELAPORKAN itu bandar [penjual narkoba] yang nawarin mereka supaya DITANGKAP POLISI?

Dan jika mereka misalnya ditawarin narkoba, lalu membiarkan, bahkan kemudian mencoba membeli, bukankah itu jelas-jelas mereka memang SENGAJA untuk MELAWAN HUKUM terkait narkotika?

Disinilah logika saya selama ini merasa terbodohi dengan pemberitaan yang justru tidak pernah membahas soal ini.

Sialnya lagi, media juga tidak berani kritis membahas ini secara blak-blakan.

Logikanya jika ada artis kok sampai konsumsi narkoba, artinya mereka bisa kita sebut sebagai “komplotan” para bandar narkoba?

Seperti yang saya sebut diatas, kalau si artis sampai bisa konsumsi narkoba, itu artinya mereka pasti tahu dan kenal dengan si penjual narkoba, harusnya ikut ditangkap dan diadili lalu dihukum sebanding dengan para bandar narkoba.

Kata “korban” dan kemudian harus dilakukan rehabilitasi, itu hanya berlaku untuk misalnya kasus anak di bawah umur yang memang tidak tahu apa itu narkoba dan bahayanya.

Kalau yang terjerat narkoba itu artis, apalagi mereka terkenal tapi kemudian sampai terjerat narkoba, saya tegas setuju jika itu para artis wajib dihukum sebanding dengan para pengedar.

Karena kesalahan artis tersebut sudah sangat nyata.

Kesalahan pertama saat ditawarin narkoba mereka tidak melaporkan ke pihak kepolisian, padahal jelas-jelas mereka menawarkan narkoba yang jelas-jelas itu melanggar hukum.

Kesalahan kedua, mereka justru mencoba-coba atau bahkan ikut beli narkoba. Ini artinya kesalahan mereka sudah dua sekaligus. Kesalahan pertama tidak melaporkan bandar narkobanya, kedua, mereka justru malah ikut mengkonsumsi dan membeli barang haram tersebut.

Saya harapkan dari pemikiran yang seperti ini pihak penegak hukum harus tegas.

Bahkan jika perlu, jika sampai ada artis ketangkap narkoba maka mereka ahrus dihukum seberat-beratnya. Alasanya selain karena mereka publik figur, hal itu karena mereka sudah melakukan dua kesalahan yang saya sebut diatas.

Kesalahan mereka karena mereka tidak melaporkan ke kepolisian saat ditawari narkoba, karena itu artinya mereka tahu ada pengedar narkoba. Kesalahan kedua adalah mereka justru membeli dan konsumsi narkoba.

Jika para artis yang terjerat narkoba tidak dihukum berat, saya BERANI PASTIKAN untuk kesekian kalinya, Tunggulah waktunya PASTI akan ada lagi artis yang ketangkap, ini hanya soal waktu dan menunggu “apesnya” mereka saja.


TAGS Entertainment / Hukum / Narkoba / Ridho Rhoma /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.