Rossi Baru sadar dan Menyesal Satu Tim dengan Vinales?

24 Mar 2017 - 11:13 WIB

26 Maret akhir bulan ini gelaran MotoGP akan dimulai, sebuah ajang balapan paling memiliki penggemar terbanyak di penjuru bumi sudah dinanti, saya sendiri termasuk diantaranya.

Jika anda masih ingat perseteruan antara Rossi dan Lorenzo, anda pasti saat itu berfikir jika Valentino Rossi sudah tidak betah banget satu tim dengan Lorenzo.

Itu kenapa saat jelang musim 2016 berakhir saat itu, Valentino Rossi berfikir akan lebih baik jika Lorenzo tak lagi satu tim denganya. Hingga akhirnya saat Yamaha sudah memastikan bahwa Maverick Vinales adalah pengganti Lorenzo, maka Rossi saat itu merasa lebih senang.

Mungkin kalau dengan bahasa emosi kita, Rossi saat itu akan berkata begini, “Mau siapapun pengganti Lorenzo di Yamaha, mau Vinales atau siapapun terserah, yang penting jangan Lorenzo atau Marquez!”.

Namun ternyata, kalau kita membaca perkembanganya sekarang, saya pikir Valentino Rossi seperti menyesal jika harus setim dengan Vinales yang ternyata penampilan Vinales begitu di Yamaha jauh lebih baik dari Lorenzo.

Hal ini bisa terlihat mulai dari awal-awal ujicoba hingga beberapa kali latihan pra musim menunjukan jika Vinales lebih baik daripada Lorenzo. Apalagi dari segi usia, Vinales juga lebih muda dari Lorenzo.

Anda pasti tahu dan faham kenapa Rossi merasa “menyesal” karena Vinales bergabung dengan Yamaha?

gambar: Yamaha RacingSatu-satunya alasan Rossi karena ancaman dan kompetitor pembalap yang bisa “menghapus” mimpi Rossi untuk bisa raih juara dunia ke-10 di tahun 2017 ini bertambah satu lagi, yaitu Vinales!

Jika mungkin kalau kita melihat pada musim motoGP 2016 yang lalu kompetitor terberat Rossi hanyalah Marquez dan Lorenzo, setidaknya tahun 2017 ini bertambah satu lagi yaitu Vinales. Sialnya lagi, Vinales ternyata satu tim denganya menggantikan Lorenzo yang saat kemarin juga satu tim dengan Rossi.

Kalau kita mencoba menerawang danmenduga ambisi Rossi tentunya ingin meraih gelar juara dunianya yang kesepuluh sebelum pensiun. Itu kenapa Rossi masih terus ingin mewujudkan mimpi besarnya tersebut.

Karena ambisi besar tersebut, maka Rossi berharap jika Lorenzo hengkang di Ducati, Lorenzo tidak sebaik saat di Yamaha sedangkan dirinya bisa lebih fokus mengalahkan Marquez.

Ambisi Rossi adalah ingin meraih gelar juara dunia kesepuluhnya sebelum pensiun. |gambar: Yamaha RacingNamun ternyata dugaan dan harapan tersebut sepertinya tak seperti yang diharapkan, karena pada kenyataanya Vinales justru bisa menjadi ancaman dan kompetitor yang lebih berat daripada Lorenzo.

Namun memang terlalu dini untuk meprediksikan hal itu semuanya. Satu-satunya cara pembuktianya, tentu tidak ada cara lain selain kita harus tonton terus motoGP di setiap serinya hingga tuntas dan ditentukan siapakah juara motoGP 2017 musim ini.

Kita tunggu saja!


TAGS Olahraga / Sport / MotoGP /

Tulisan terkait yang banyak dibaca Pengunjung

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.