Kalah 3-1 dari Myanmar, Netizen Kritik Pelatih dan Pemain

22 Mar 2017 - 08:24 WIB

Pada tulisan sebelumnya saya sudah mengutarakan prediksi saya atas laga persahabatan antara Timnas U-22 menghadapi Myanmar.

Dalam prediksi tersebut saya memang tidak membahas lengkap terkait prediksi skor, melainkan prediksi saya jika laga persahabatan ini sangat menentukan “kesan pertama”, untuk pelatih Luis Milla dalam melatih Timnas Indonesia.

Dengan berakhir kalah telak 3-1 atas Myanmar, maka sudah jadi kewajaran jika pendukung timnas kecewa dengan pelatih.

Kekecewaan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena biaya untuk mendatangkan Luis Milla tidaklah murah.

Dengan sudah mendapatkan HAK gaji yang tinggi yang sudah diterima oleh Luis Milla, maka wajar saja saat melakukan KEWAJIBANYA sebagai pelatih tidak memberikan hasil memuaskan, maka publik memberikan suara kekecewaan terhadap Luis Milla.

Jangankan kok sudah diberikan gaji yang tinggi, saya pikir semua sepakat jika melihat tim yang dibela kalah, apapun alasanya, tetap saja pasti akan dapatkan kritik dan kecaman. Apalagi sudah diberikan gaji tinggi dengan berlipat-lipat dari pelatih sebelumnya, tapi kemudian kalah, otomatis ktitiknya jauh lebih “kejam”.

Kondisi inilah yang mungkin saat ini sedang menimpa Luis Milla.

Dimana sebagaimana kita tahu, gaji Luis Milla disebut tiga kalilipat dari gaji Riedl, itu artinya publik memiliki harapan yang besar kepada Luis Milla, sebesar gaji yang Luis Milla terima.

Dengan kekalahan ini, di beberapa komentar-komentar pemberitaan online banyak sekali muncul kritik dan saran terhadap kekalahan Timnas U-22. Diantara kritik dan saran tersebut tentunya ditujukan kepada Luis Milla dan sebagian mengkritik kwalitas pemain.

Berikut ini merupakan beberapa kritik dan saran netizen melalui komentar di pemberitaan online atas kekalahan timnas U-22 dengan Myanmar,

Sapi @sapibelangitam: “Dibuai PHP milla selama ini bilang pemain berkualitas semua smpe susah pilih pmain inti.. nyatanya.. keok mister.. go home milla welcome roger milla”

Budi Santosa @boedi.sant99: “terlalu tinggi ekspektasi terhadap timnas dan pelatih baru dengan hasil yg mengecewakan timnas tak roh semangat dalam bermain bola mn semangat perjuanganmu”

Kaisar Jepang @kaisarjepang: “Kenyataannya begitu cuk Puluhan tahun begini terus Bangsa ini uda muak dengan kegagalan timnas”

Penumpas Hater @penumpashater: “kan liga mya hancur cuk, tau gak bahwa ada dua klub yg pemiliknya satu orang, terus ada pemain dan klub yg main sepakbola gajah sampai memasukkan sendiri ke gawangnya sendiri, ada ketua PISS yg korup bergantian, pemain asing mati kelaparan karena gaji gak dibayar, pemain asing dan lokal yg main di ligA Tarkam, dan supporter yg ngawur?”

Sampai Kapan @sampai.kapan.946517: “maennya sama dgn timnas senior dapat bola lansung tendang jauh kedepan kesayap kanan dan kiri, bedanya kalo senior dapat bola tendang jauh kedepan kiper lawan, coba lihat myanmar pantas menang kombinasi umpan pendek penempatan posisi, pressing tinggi klo kehilangan bola,”

anitabujang @anitabujang: “Lagu lama yang biasa kita mainkan..lirik lagu slank buat pesepakbola kita..abis itu timnas dan pssi bilang..lagu lama malas bergerak, malas pressing, malas mikir..jadi ragu apakah nenek moyangku gagah perkasa kyk lagu nenek moyangku orang pelaut..myanmar trengginas, vietnam apalagi spartan berjibaku, tinggal indonesia klemat klemot..akhirnya ketahuan juga ternyata takut habis bengsin kalo main trengginas kyk myanmar..maklum spesialis 60 menit..”

Nashrun Minallah @minallahnashrun: “inti nya kalah kelas,, myanmar rata² skuad nya jebolan piala dunia u-19 ygmana evan dimas dkk aja gagal ke sana disaat myanmar,laos,t.leste berkembang pesat kita malah mundur ke belakang #miris”

Fakita77 @fakita77: “mau siapa pun pelatihnya , klo pemain g’ pandai main bola percuma aja. udah itu aja”

Afay Donk @afay.donk: “payahhh..ga ada bakat main bola, percuma pelatih sekelas morinho pun ga bakalan bisa buat timnas prestasi, ini bukan soal pelatih ini soal pemain,”

gk2011 @gk2011: ”Tetap semangat. Ini baru petandingan perdana dengan pelatih baru. Kedepan pasti akan lebih baik lagi.”

Indonesia harus kalah telak 3-1 dari Myanmar di kandang sendiri. | gambar: detikSportAtas adanya kritik dan saran dari netizen tersebut diatas, saya harapkan ini menjadi kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dan evaluasi pelatih dan pemain.

Jangan sampai kritik dan saran tersebut hanya diabaikan saja, namun harus dicerna, jika memang kritik dan saran itu ada benarnya, maka lakukan perbaikan demi perbaikan atas apa yang kurang dalam permainan timnas U-22 tadi malam.

Mungkin memang terlalu dini untuk memberikan vonis dan menilai atas kegagalan Luis Milla dan pemain timnas u-22 tadi malam, namun setidaknya kekalahan persahabatan kemarin petang harus dijadikan koreksi besar-besaran untuk Luis Milla dan pemain.

Anda pasti faham maksud saya, dimana laga semalam digelar di kandang kita yang begitu banyak pendukung memenuhi Stadion, tapi justru kita kalah telak 3-1. Tidak bisa dibayangkan jika pertandingan tadi malam digelar di Myanmar?

Dengan fakta-fakta diatas maka memang menurut saya, Luis Milla dan pemain harus memperbaiki secara besar-besaran, mulai dari taktik dan strategi Luis Milla, juga kwalitas gaya permainan para pemain.

Walaupun kalah, saya tetap masih memberikan dukungan kepada timnas Indonesia untuk terus perbaiki diri hingga berikan hasil terbaik.

Tetap semangat!


TAGS Sepakbola / Hasil Indonesia VS Myanmar /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda