Pentingnya Mencegah Gantung Diri Live di Facebook Tidak Berulang!

20 Mar 2017 - 09:43 WIB

Saya turut berduka dan prihatin sekali dengan adanya kabar gantung diri yang disiarkan live di facebook.

Saya juga ikut prihatin kepada eman-teman saya di youtube yang justru “memanfaatkan video” yang teramat sangat dishare justru di reupload di youtube demi mendapatkan penghasilan.

Saya memang seorang youtuber yang juga sekaligus mencari pendapatan dollar dari youtube, tapi saya tetam “menfilter” dalam membuat content di beberapa channels saya di youtube.

Dan melalui tulisan disini saya sekaligus juga mengutuk perbuatan bunuh diri live di facebook dan sekaligus mengecam kepada pihak yang justru ikut menyebarluaskan video gantung diri live di facebook tersebut melalui sosial media.

Hal tersebut dikarenakan teramat sangat berbahaya jika video tersebut sampai dilihat oleh orang-orang yang memiliki “pemikiran pendek” yang suka memilih jalan pintas untuk “ari dari masalah” dengan cara bunuh diri.

Untuk mereka yang sudah terlanjur menyebarkan video tersebut, apakah anda tidak pernah membayangkan, seandainya yang bunuh diri dengan cara gantung diri yang disiarkan secara live di facebook itu suami, istri, orang tua, atau anak anda sendiri?

Saya agak terkejut saat membaca beebrapa tulisan untuk pelengkap data terkait tulisan saya ini, ternyata dari sumber yang saya baca di CNNIndonesia.com yang ditulis tahun 2015 lalu, disebutkan bahwa,

“Data dari Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa setiap 40 detik, ada satu orang yang meninggal karena bunuh diri. Rasio mereka yang bunuh diri ini 11,4 per 100 ribu orang. Namun untuk di Indonesia berdasarkan data WHO tahun 2012, angka bunuh diri 4,3 per 100 ribu orang.

Setiap satu orang meninggal bunuh diri, muncul lebih dari 20 percobaan bunuh diri lainnya,” kata Priska Primastuti, konsultan kesehatan jiwa WHO perwakilan Indonesia di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jum’at [11/09/2015] [sumber: CNNIndonesia,com]“

Coba anda perhatikan pernyataan yang saya kasih tanda bold dan saya garisbawahi diatas. Kalau anda belum jelas, saya tuliskan ulang “Setiap satu orang meninggal bunuh diri, muncul lebih dari 20 percobaan bunuh diri lainnya,”.

Hal ini memberikan warning kepada kita bahwa ancaman percobaan diri ternyata tidak main-main.

Kalau kita boleh ambil pelajaran untuk sebuah kehati-hatian, setiap ada satu meninggal bunuh diri, maka bisa membuka peluang jika akana da 20 orang yang ingin mengikuti untuk melakukan bunuh diri juga.

ilustrasi: detik.comSaya berharap anda faham maksud saya, bahwa saat anda menyebarkan video orang bunuh diri yang live di facebook tersebut, maka dikhawatirkan hal tersebut bisa “MENGINSPIRASI” orang lain untuk melakukan cara tercela tersebut.

Sebatas mengingatkan, anda pernah kan saat mendengar adanya kasus orang bunuh diri dalam satu keluarga bulan November 2016, yang kemudian setelah kejadian tersebut diberitakan, entah itu terinspirasi dari peristiwa sebelumnya atau tidak, kemudian bulan Februari 2017 kemarin muncul kasus yang sama dengan peristiwa sebelumnya, yaitu bunuh diri bersama keluarga dengan meminum racun.

Kita tidak pernah tahu dan bisa mengukur kepribadian setiap orang di sosial media.

Mungkin bagi mereka yang hidupnya biasa-biasa saja dan normal-normal saja jarang punya masalah berat dalam hidup, atau mungkin bagi anda yang sudah bisa “MENERIMA dan MENYADARI” bahwa seberat apapun beban hidup yang kita alami tidak DIBENARKAN untuk melakukan bunuh diri, mungkin adanya kemunculan video gantung diri live di facebook tidak jadi masalah dan berbahaya.

Namun kita perlu tahu dan melihat data WHO diatas, bahwa faktanya memang terlalu banyak orang sekarang ini yang mudah memilih jalan pintas bunuh diri untuk jadi solusi, atas masalah berat yang tengah mereka hadapi.

Nah, kepada orang-orang dengan cara berfkir yang seperti itulah video gantung diri live di facebook itu teramatsangat berbahaya.

Saya sebut teramat sangat berbahaya karena jika video tersebut dilihat oleh orang yang berfikiran “pendek”, maka itu bisa menjadi inspirasi untuk mereka jadikan contoh untuk melakukan hal yang sama.

Karena saya menyadari betul bahayanya, maka saya sangat setuju jika siapapun yang ikut menyebarkan video-video gantung diri live di facebook tersebut agar ditindak tegas dan diberikan hukuman sebagaimana mestinya.

Melalui tulisan ini saya juga berharap dan mengingatkan kepada semua pihak, mulai dari orang tua, keluarga, tetangga, teman, guru, dosen, tokoh agama, dan siapapun yang membaca tulisan ini, kita semua harus peka dan peduli agar peristiwa gantung diri live di facebook ataupun kasus bunuh diri yang lain tidak terulang, maka diperlukan peran kita bersama.

Caranya, bisa dengan cara kepedulian kita dan kepekaan kita terhadap orang-orang terdekat kita semakin kita tingkatkan.

Maksud saya begini, jika anda memiliki teman, pacar, suami, atau istri, atau keluarga, yang curhat terkait masalah berat yang sedang mereka hadapi, berikan dukungan, semangat, dan ilmu juga pengetahuan yang bisa meringankan beban mereka.

Berikan keyakinan dan kepercayaan diri kepada mereka bahwa dirinya pasti mampu melewati ujian berat yang mereka hadapi.

Dengan cara itu, setidaknya kita bisa memberikan peran untuk bisa mengurangi dan mencegah agar kasus bunuh diri di Indonesia semakin berkurang dan tidak terulang.

Semoga!


TAGS Sosial / Bunuh diri Live di Facebook /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.