Perbedaan Gaya Politik Agus dan SBY Ramai Dibicarakan Netizen

17 Feb 2017 - 11:32 WIB

Pilkada DKI Jakarta untuk putaran pertama sudah selesai digelar 15 Februari 2017 kemarin. Namun perbincangan terkait dengan Pilkada DKI jakarta masih belum usai.

Hal tersebut tidak hanya dikarenakan proses perhitungan resmi KPU yang belum selesai, namun juga dikarenakan prediksi dua putaran dalam pilkada DKI jakarta.

Namun diluar itu, ternyata da salah satu tema yang banyak diperbincangkan oleh netizen di beberapa sosial media, yaitu terkait dengan gaya bahasa berpolitik Agus Yudhoyono yang dinilai berbeda sekali dengan ayahnya, yaitu SBY.

Hal ini bisa dilihat mulai dari awal Agus Yudhoyono memutuskan maju di pilgub DKI Jakarta, hingga pada pidatonya yang banyak dipuji netizen, yang secara tegas dan ksatria mengakui kekalahanya dengan lapang dada.

Sebagaimana kita tahu, baru-baru ini banyak beredar terkait dengan pidato Agus Yudhoyono yang secara ksatria mengakui kekalahanya, dan langsung mengucapkan selamat kepada pasangan Ahok-Djarot, juga pasangan Anies-Sandiaga yang berhasil lolos ke putaran kedua versi hitung cepat.

Kalau kita baca di akun media sosial Agus Yudhoyono di twitter misalnya, hampir “kicauanya” di twitter memang terkesan calm, dan tidak terlalu memunculkan kontroversi.

Walaupun kalau membaca statusnya di twitter terkesan normatif, tapi setidaknya kalimatnya tidak berbau kontroversi.

Namun hal ini begitu berbeda jika dibandingkan dengan gaya bicara politik SBY yang justru tidak datang saat pidato Agus tidak datang.

Hal ini seolah memunculkan kesan jika Agus dan SBY memang ada perbedaan dalam gaya berpolitik dan bicaranya, Baik di sosial media, maupun di depan wartawan, gaya bicara SBY lebih sering selalu dianggap berbau kontroversi, dan dianggap oleh beberpaa netizen sebagai gaya bicara yang terkesan sedang emosi.

Hal itu bisa dilihat saat SBY misalnya membuat status melalui twitter yang menyebutkan jika “rumahnya digrudug ratusan orang”, tentunya itu langsung dianggap lebay dan berlebihan oleh netizen.

Padahal setelah ditelusuri ternyata ada sekelompok orang yang berdemo di depan rumahnya. 

Penggunaan kata “digrudug” itu dianggap kurang pas, dan itu yang kemudian oleh netizen dianggap berlebihan. Seandainya kata “grudug” cukup diganti dengan kata “demo”, mungkin tidak terlalu menimbulkan kontroversi.

Bahkan kalau lebih baik lagi, tinggal buat saja laporan ke Polisi atas insiden tersebut, tapi tak perlulah hal yang seperti itu dishare di twitter. Apalagi dalam suasana pilkada saat itu, pastinya yang demikian itu bisa memicu keributan di sosial media,

Tidak selesai sampai disitu, saat Antasari Azhar menyebut nama SBY dianggap tahu atas kriminalisasi kasus Antasari, hal itu juga langsung diupload di twitter.

Bahkan kalau dilihat sangat kelihatan sekali memojokan Jokowi.

Padahal kalau bicara hukum, misalnya dirinya tidak terima dengan Antasari, silahkan saja laporkan Antasari secara hukum juga, tapi tidak perlu mengaitkan dengan masalah lain. 

Lagian, tidak mungkin juga seorang Antasari berani bicara jika tidak memiliki bukti yang kuat. Apalagi Antasari sudah pernah merasakan jeruji besi, tentunya seorang Antasari pasti akan sangat berhati-hati saat bicara jika tidak disertai bukti.

Jadi, tinggal ikuti proses hukum saja, tapi mohon jangan pakai bikin status di sosial media, yang bisa menambah memperkeruh suasana.

Itulah menurut saya beberapa perbedaan yang mencolok antara sikap SBY dan anaknya Agus Yudhoyono dalam berpolitik juga gaya berbicaranya.

Melalui tulisan ini saya juga ingin berikan apresiasi atas sikap ksatria Agus Yudhoyono yang begitu ksatria mengakui kekalahanya dalam kancah pilgub DKI Jakarta.

Semoga semakin banyak mereka-mereka yang bertarung dalam pilkada dan pemilu-pemilu selanjutnya, untuk memiliki jiwa ksatria saat harus bertemu dengan yang namanya KEKALAHAN!


TAGS Politik /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.