Ketika Hari Valentine Kalah Pamor dari Kasus Ahok dan Pilkada

14 Feb 2017 - 11:36 WIB

Tanggal 14 Februari 2017 dirayakan oleh sebagian orang dengan perayaan Valentine. Kata mereka yang merayakanya, Hari Valentine dianggap sebagai Hari Kasih Sayang.

Sebagian setuju dan merayakan terkait hari Valentine, namun sebagian yang lain menghujat perayaan hari Valentine karena dianggap dilarang dan alasan lainya.

Namun disini saya tidak akan berbicara soal kontroversi tersebut, melainkan ingin sedikit berkomentar atas apa yang saya lihat.

Biasanya, begitu memasuki bulan Februari, maka yang terjadi berbagai pemberitaan terkait Valentine sudah mulai viral di sosial media.

Biasanya ada yang berbicara soal lokasi-lokasi romantis untuk rayakan hari valentine, dan sejenisnya.

Namun sepertinya, sepanjang pengamatan saya, untuk perayaan Valentine di bulan Februari kali ini “pamornya” tidak seperti perayaan valentine saat ini.

Memang sih ada beberapa media televisi maupun pemberitaan surat kabar cetak dan online, yang mengupas terkait dengan hari Valentine. Tapi jumlahnya sangat sedikit dan sangat kalah jauh dari isu terkait dengan Ahok dan pilkada.

Saya sendiri tidak berani ambil kesimpulan, apakah ini tandanya masyarakat kita, khususnya yang pada tahun-tahun sebelumnya tiap Hari Valentine begitu menggebu ngomongin soal hari valentine, sekarang ini sudah lebih suka ngomongin soal Ahok dan Pilkada?

Seperti yang kita lihat sehari-hari, pasca kasus Ahok encuat dan juga Pilkada ini muncul, maka semua media televisi maupun media cetak dan online, hampir setiapn hari memberitakan soal terkait kasus Ahok dan pilkada.

Melihat fenomena ini, apakah mereka yang tadinya suka ngomongin romantis saat di hari Valentine sekarang ingin jadi politikus?

Bahkan teman-teman saya, yang biasanya selalu ngomongin soal dosa-dosa besar bagi yang merayakan Valentine, sekarang tiba-tiba sudah terlalu sibuk ngomongin soal Ahok dan pilkada.

Akibatnya yang terjadi sekarang ini isu hari kasih sayang seolah sirna dan meredup gara-gara adanya kasus Ahok dan pilkada.

Apakah ini kabar baik, ataukah justru pertanda jika mereka yang terlalu sibuk mencela di sosial media itu menunjukan jika mereka itu orang-orang yang kurang kasih sayang?

Sehingga mencaci-maki dan mencela di sosial media sebagai pelarian dan pelampiasan karena mereka masih kurang kasih sayang, bahkan di Hari Valentine yang dianggap Hari Kasih Sayang?


TAGS Valentine 2017 / Ahok / Pilkada /

Comment

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda